Exposenews.id – Bisa dibilang, kekecewaan Raphinha usai Barcelona tersingkir dari Liga Champions benar-benar meledak-ledak! Penyerang sayap Barcelona itu secara blak-blakan meluapkan rasa frustrasinya setelah timnya dipastikan gugur dari ajang Liga Champions 2025-2026. Namun, tahukah Anda? Meski tim kebanggaannya harus angkat koper karena dikandaskan Atletico Madrid dengan agregat 3-2 di kompetisi UEFA Champions League musim ini, Raphinha tetap menunjukkan loyalitas luar biasa.
Baca Juga: PSSI Kirim Timnas Putri U17 ke Clairefontaine, Akademi Legendaris yang Melahirkan Mbappe
Tetap Hadir meski Cedera, Dukungannya Sungguh Total
Menariknya, meski harus menepi dari lapangan hijau akibat cedera hamstring, Raphinha tetap memilih hadir langsung di Stadion Metropolitano. Ia datang untuk memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekan setimnya pada Selasa (14/4/2026) atau Rabu dini hari WIB. Sebelum laga krusial ini bergulir, penyerang asal Brasil tersebut sempat mengutarakan keyakinannya bahwa tim Catalan akan melaju mulus ke babak semifinal. Sayangnya, harapan itu pupus sudah.
Baca Juga: Dihentikan PSG di Perempat Final, Arne Slot Justru Lihat Masa Depan Liverpool yang Cerah
Kericuhan Usai Peluit Panjang: Jari Menuding ke Suporter Lawan
Begitu peluit panjang dibunyikan, ketegangan langsung memuncak. Raphinha, yang bergabung dengan anggota skuad lainnya di area lapangan, nyaris terlibat keributan. Saat hendak memberikan apresiasi kepada barisan pendukung tim tamu, ia justru tampak berselisih dengan suporter tuan rumah. Berdasarkan tangkapan gambar dari DAZN, ia terlihat menunjuk ke arah tribun Atletico seraya mengindikasikan bahwa mereka akan segera menyusul gugur di fase selanjutnya. Pada momen tersebut, ia dengan lantang mengucapkan “pa’ fuera” atau yang berarti “akan tersingkir”. Kocak, kan? Dia kalah tapi malah mengejek!
Baca Juga: Bek Kapten Timnas U17 Indonesia Cetak Dua Gol, Kemenangan 4-0 atas Timor Leste
Sorotan Pedas ke Pengadil Lapangan: “Pertandingan Ini Dirampok!”
Namun, kekecewaan sang pemain tidak berhenti pada hasil pertandingan. Lebih dari itu, ia juga melayangkan kritik keras kepada wasit yang memimpin jalannya laga. Dalam sesi wawancara dengan awak media yang dipenuhi emosi, ia mengklaim bahwa kemenangan timnya telah dirampas. Ke arah kamera, ia secara langsung melontarkan pernyataan “pertandingan itu dirampok,” tanpa tedeng aling-aling.
Baca Juga: Manchester United Tumbang 1-2 dari Leeds, Lisandro Martinez Diganjar Kartu Merah
Lalu, apa lagi yang membuatnya geram? Ia turut menyoroti kejanggalan di mana tim lawan dapat menyelesaikan laga dengan intensitas tinggi tanpa menerima satu pun hukuman kartu kuning. “Wasit sangat buruk; keputusan yang dibuatnya sungguh tidak bisa dipercaya,” ujar Raphinha dikutip dari Football Espana dengan nada tinggi. “Atletico melakukan pelanggaran yang tak terhitung jumlahnya, dan wasit bahkan tidak memberi mereka kartu kuning.” Selanjutnya, dengan nada sinis, ia menambahkan, “Saya benar-benar ingin memahami ketakutannya bahwa Barca mungkin lolos ke babak selanjutnya.”
Ancaman Sanksi Berat Mengintai: Skorsing 3 Laga di Eropa?
Akibat rentetan aksi emosional tersebut, Raphinha kini dibayangi oleh ancaman hukuman yang serius. Laporan dari MD menyebutkan bahwa UEFA berpotensi menjatuhkan skorsing larangan bermain di Eropa musim depan hingga tiga pertandingan. Mengapa tegas sekali? Karena tindakannya dianggap melanggar kode etik dan mencoreng nama baik otoritas sepak bola tersebut. Menariknya, hukuman serupa pernah dijatuhkan kepada Neymar Junior pada tahun 2019 silam. Jadi, sejarah bisa terulang!
Provokasi ke Suporter Bisa Kena Sanksi Tambahan
Di samping itu, kabar buruk lainnya datang dari Diario AS. Gestur provokatifnya kepada pendukung lawan berpotensi membuahkan sanksi tambahan. Jadi, bukan hanya skorsing dari kompetisi, ia juga bisa dihukum lebih berat karena dianggap merusak citra olahraga.
Fokus Pemulihan Cedera: Kapan Raphinha Kembali?
Sambil menunggu kejelasan nasibnya dari komisi disiplin, Raphinha saat ini masih fokus pada proses pemulihan cederanya. Lalu, kira-kira kapan ia bisa merumput lagi? Ia diproyeksikan baru bisa kembali setidaknya dalam dua pekan ke depan. Kemungkinan besar, ia akan tampil melawan Osasuna pada awal Mei. Namun, target utamanya adalah laga penutup musim pada 10 Mei mendatang di Camp Nou. Jadi, akankah ia lolos dari sanksi UEFA sebelum itu? Kita tunggu saja kejutannya!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
