Exposenews.id – Wow, gila banget! Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dengan blak-blakan mengungkapkan alasan dirinya memilih mangkir dari Stadion Azteca saat laga pembuka Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan. Bukan karena sakit atau ada acara negara yang super penting, melainkan karena harga tiket yang meroket hingga langit! Sebagai pemimpin rakyat, ia merasa malu setengah mati kalau sampai menikmati fasilitas mewah sementara warganya kebanyakan cuma bisa gigit jari.
Saat konferensi pers pada Jumat (12/6/2026), Sheinbaum dengan santai tapi penuh makna mengaku bahwa dirinya dengan sadar memilih untuk tidak memakai tiket spesial yang sebenarnya menjadi haknya sebagai kepala negara. Mengapa? Karena menurutnya, harga tiket pertandingan edisi kali ini sudah melampaui akal sehat dan sangat memberatkan kantong sebagian besar warga Meksiko yang notabene gila bola.
“Wah, tiket stadion itu fantastis mahalnya Bos!” seru Sheinbaum dengan ekspresi sedikit geleng-geleng kepala.
Dengan gayanya yang santai namun tegas, ia kemudian menjelaskan, “Lho, sebagai presiden, bukankah lebih baik saya menghibahkan tempat duduk VIP saya kepada seseorang yang bahkan mimpi pun tidak sanggup beli tiket? Apalagi kalau orang itu cinta mati sama sepak bola—utamanya seorang perempuan muda berbakat. Dengan begitu, saya bisa berpesta pora bersama rakyat jelata di luar stadion secara gratis, lebih meriah, lebih seru!” ujarnya bersemangat, seperti dikutip dari The Guardian.
Harga Tiket Tembus Rp53 Juta, Rakyat Meksiko Hanya Bisa Melongo
Perlu diketahui, Presiden Sheinbaum dengan tegas menyoroti bahwa hanya segelintir orang super kaya yang mampu membeli tiket pertandingan dengan bandrol selangit tersebut. Setelah ditelusuri, harga tiket Piala Dunia 2026 di Meksiko memang menjadi buah bibir hangat di berbagai kalangan. Kok bisa? Pasalnya, rata-rata harga tiket melambung tinggi mencapai 3.000 dolar AS atau setara dengan sekitar Rp53,4 juta! Angka yang bikin kantong warga kebanyakan langsung kering kerontang.
“Waduh, sangat sedikit orang yang sanggup merogoh kocek sedalam itu untuk sekadar melihat pertandingan 90 menit,” tegasnya sambil menghela napas. Ia menambahkan bahwa situasi ini sangat kontras dengan semangat sepak bola yang seharusnya bisa dinikmati semua kalangan.
Nah, daripada dibiarkan menganggur sia-sia, tiket istimewa milik Presiden Meksiko tersebut akhirnya ia berikan kepada sosok yang sangat inspiratif. Siapakah dia? Yolett Cervantes Cuaquehua, seorang atlet muda bertalenta dari komunitas adat Nahua yang berlokasi di Veracruz. Proses seleksinya juga tidak main-main. Pemerintah Meksiko dengan cerdik menggelar kontes nasional yang cukup ketat, dan Yolett berhasil keluar sebagai juara. Dengan bangga, ia mendapatkan kesempatan emas untuk menyaksikan pertandingan langsung dari area VIP yang super nyaman.
Hebatnya lagi, Cervantes mampu menyisihkan sekitar 1.000 finalis lainnya yang datang dari berbagai penjuru daerah di Meksiko. Penasaran apa yang membuatnya istimewa? Ia berhasil mencuri perhatian publik lewat sebuah video yang viral abis! Dalam video tersebut, Yolett tampil memukau dengan mengenakan pakaian tradisional yang cantik, sambil dengan lincahnya memainkan bola sepak tanpa menggunakan alas kaki—jleb banget!
Sambil tersenyum lebar, Cervantes menceritakan awal mula jatuh cintanya pada si kulit bundar. “Waktu saya masih berusia delapan tahun, saya pernah memenangkan lomba puisi tingkat negara bagian. Hadiahnya? Perjalanan seru ke Spanyol untuk menonton pertandingan sepak bola langsung!” ceritanya dengan mata berbinar.
“Begitu pulang ke rumah, saya langsung jatuh cinta buta pada sepak bola. Saat itu juga, saya melupakan puisi selamanya,” ujarnya tertawa. “Ayah saya kemudian dengan sabar melatih saya selama empat tahun penuh. Luar biasanya, setelah dua tahun berlatih keras, saya sudah bisa memainkan bola sebanyak 3.000 hingga 4.000 kali tanpa henti!” tambahnya bangga.
Presiden Kirim Pesan Keras untuk Perempuan di Dunia Olahraga
Jangan salah, aksi mulia ini bukan sekadar bagi-bagi tiket biasa. Saat mengumumkan kontes tersebut pada bulan Maret lalu, Presiden Sheinbaum dengan lantang menyebut program ini sebagai sebuah gerakan besar untuk mendorong keterlibatan perempuan muda di dunia olahraga yang selama ini didominasi kaum adam.
Dengan nada bicara yang sedikit emosional namun penuh haru, ia mengenang, “Bayangkan saja, selama bertahun-tahun lamanya, pintu-pintu itu selalu tertutup rapat bagi kami para perempuan—mereka dengan kejam mencegah kami menjadi wasit, pemain sepak bola profesional, komentator jenaka, atau bahkan pembawa acara olahraga yang kece.”
Namun, ia tidak berhenti sampai di situ. Sheinbaum mengangkat tinjunya dan berseru, “Hari ini, kami akan menggembok pintu diskriminasi itu dari dalam! Kami ingin membuka pintu-pintu kesempatan selebar-lebarnya bagi perempuan dan menegakkan hak-hak mereka. Biarkan mereka menjadi apa pun yang mereka impikan dan beri mereka setiap kesempatan untuk meraihnya!”
Saat laga pembuka yang digelar pada Kamis (11/6) itu pun berlangsung sengit, Presiden Sheinbaum dengan konsisten memilih pemandangan yang berbeda. Ia tidak terlihat bersantai di kursi ber-AC. Justru, dengan penuh semangat, ia memilih menonton pertandingan di luar stadion bersama rakyat jelata.
Dia terlihat asyik menyaksikan kemenangan telak Meksiko atas Afrika Selatan sambil bergurau dan berjoget ria bersama ratusan warga lainnya di salah satu titik nonton bareng (nobar) yang padat meriah di ibu kota negara. Suasana semakin panas karena dukungan rakyat langsung mengalir deras tanpa sekat kaya-miskin.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
