Liverpool Resmi Tunjuk Andoni Iraola, Pelatih dengan Catatan 18 Laga Tak Terkalahkan d

Exposenews.id – Liverpool akhirnya punya nahkoda anyar! Klub semalam suntuk mengumumkan penunjukan Andoni Iraola sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak dua tahun. Spekulasi panjang pun langsung terjawab sudah!

Pria Spanyol berusia 43 tahun itu resmi menggantikan Arne Slot yang didepak manajemen akhir pekan lalu. Padahal, Slot sebelumnya baru dua musim menukangi The Reds. Namun, performa buruk membuat kursinya goyang dan akhirnya tumbang.

Proses perburuan pelatih baru ternyata berlangsung kilat. Manajemen tak mau buang waktu. Mereka langsung tancap gas begitu memutuskan memecat Slot.

Richard Hughes Sodorkan Satu Nama, Langsung Kena!

Direktur olahraga Liverpool, Richard Hughes, ternyata cuma punya satu target utama. Dia hanya mendekati Iraola secara resmi. Tak ada nama lain. Berani sekali, ya? Tapi itulah kenyataannya.

The Athletic sempat melaporkan bahwa Iraola sudah mencapai kesepakatan lisan dengan Liverpool sebelum urusan administrasi beres. Kamis (5/6/2026) kemarin, semua tandatangan akhirnya rampung.

Pelatih berusia 43 tahun itu terbang dari kampung halamannya di San Sebastian menuju Liverpool. Ia datang untuk merampungkan kontrak dan langsung diperkenalkan sebagai pelatih anyar. Anfield pun bergemuruh menyambut kedatangannya!

“Saya Gak Bisa Nolak Liverpool!” Ucap Iraola Penuh Semangat

Dalam wawancara perdananya sebagai arsitek Liverpool, Iraola mengaku antusiasme membuncah. Tantangan baru di klub sebesar Liverpool benar-benar membuatnya bergairah.

“Saya sangat bersemangat! Semua orang tahu Liverpool itu klub raksasa, salah satu yang terbesar di jagat raya,” seru Iraola dengan penuh keyakinan.

Namun, ia mengakui bahwa setelah menyelami lebih dalam esensi klub ini, ia semakin merasa bahwa Liverpool memiliki keistimewaan tersendiri. Bukan sekadar besar, tapi spesial!

Mantan pelatih Rayo Vallecano dan Bournemouth itu menjelaskan secara rinci daya tarik Liverpool. Ia tidak hanya tergiur oleh sejarah dan reputasi klub. Lebih dari itu, atmosfer stadion yang mencekam, kualitas pemain bintang, serta peluang emas bersaing merebut trofi membuatnya tak bisa berkata tidak.

“Atmosfernya luar biasa, para pendukungnya fanatik, klubnya megah, para pemainnya kelas dunia, kesempatan melatih pemain level tertinggi, dan kesempatan bersaing untuk gelar juara—semua ini membuat tantangan ini sangat menggoda. Sulit mencari kesempatan lebih baik dari ini,” tegas Iraola.

Menariknya, kontrak dua tahun yang ditandatanganinya merupakan permintaan pribadi. Ia memang terbiasa memilih durasi kerja serupa saat menangani klub-klub sebelumnya. Pelatih yang tahu porsinya!

Liverpool Rombak Gaya Main, Pengen Lebih Ganas!

Penunjukan Iraola ternyata mencerminkan arah baru yang diidamkan Liverpool pasca-era Arne Slot. Manajemen ingin perubahan drastis, bukan sekadar perbaikan kecil.

Meskipun Slot sempat membawa Liverpool juara Liga Inggris di musim perdananya, performa tim anjlok parah pada musim 2025-2026. Apa yang terjadi? Liverpool mengakhiri musim tanpa satu pun trofi dan hanya finis di posisi kelima klasemen Premier League. Jauh dari ekspektasi!

Tim asuhan Slot hanya mengoleksi 60 poin. Defisit 25 angka dari musim saat mereka jadi juara. Ini menjadi raihan terendah Liverpool sejak musim 2015-2016. Lebih memprihatinkan lagi, mereka kalah 12 kali—tiga kali lipat dari dua musim sebelumnya. Bencana!

Para petinggi klub dikabarkan muak dengan gaya bermain yang kurang berani. Mereka menginginkan sepak bola yang lebih agresif, pressing lebih ketat, dan intensitas lebih tinggi dibanding musim lalu.

Karakter permainan semacam itu sudah menjadi identitas Iraola saat menangani Bournemouth. Ia dikenal sebagai pelatih yang tak kenal kompromi dengan gaya main menekan. Cocok banget dengan permintaan manajemen!

Datang dengan Modal 18 Laga Tak Terkalahkan, Luar Biasa!

Iraola meninggalkan Bournemouth setelah membukukan musim bersejarah bagi klub. Bayangkan, ia menutup musim Premier League 2025-2026 dengan catatan 18 pertandingan tanpa kekalahan secara beruntun. Masya Allah, rekor mentereng!

Rentetan hasil impresif itu membawa Bournemouth finis di posisi keenam klasemen. Lebih hebat lagi, mereka memastikan tiket ke Liga Europa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Sungguh pencapaian yang luar biasa bagi tim sekelas The Cherries.

Fakta menariknya, Bournemouth hanya terpaut tiga poin dari Liverpool di akhir musim. Bayangkan, tim kecil hampir menyamai raksasa! Ini membuktikan kualitas kepelatihan Iraola yang sesungguhnya.

Kedatangan Iraola ke Anfield juga jadi ajang reuni dengan Richard Hughes. Mereka pernah bekerja sama dengan apik di Bournemouth sebelum Hughes hijrah ke Liverpool pada 2024. Chemistry lama langsung tersambung lagi!

Masa Depan Cerah Menanti Liverpool?

Saat ini, Liverpool masih menyelesaikan proses pembentukan staf kepelatihan baru. Sejumlah nama dari Bournemouth seperti Pablo de la Torre, Tommy Elphick, Shaun Cooper, dan Tom Webber dilaporkan masuk dalam daftar kandidat. Mereka kemungkinan besar akan mengikuti Iraola ke Anfield.

Dengan penunjukan ini, Liverpool berambisi membuka lembaran baru. Musim yang mengecewakan segera dilupakan. Targetnya jelas: kembali bersaing di papan atas sepak bola Inggris dan Eropa.

Apakah Iraola bisa mengulang kesuksesannya di Bournemouth? Mampukah ia membawa Liverpool kembali ke jalur juara? Yang jelas, The Reds kini punya pelatih dengan rekor 18 laga tak terkalahkan dan gaya main agresif yang selama ini dirindukan Anfield.

Para pendukung Liverpool pasti tak sabar melihat tim kesayangannya tampil garang musim depan. Satu hal yang pasti: musim depan bakal seru!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com