Exposenews.id – Musim yang penuh kepahitan akhirnya menghantam keras kubu AC Milan. Ya, bayangkan saja, klub sekelas Rossoneri harus rela menelan pil pahit setelah gagal total merealisasikan target utama mereka di pentas Serie A musim ini. Nah, apa jadinya jika ambisi besar tidak berbuah manis? Tentu saja, petir menyambar di kubu manajemen!
Kegagalan memastikan satu tiket emas menuju kompetisi paling bergengsi, Liga Champions musim depan, akhirnya memaksa manajemen Milan mengambil langkah paling radikal. Mereka dengan tegas memecat pelatih kepala, Massimiliano Allegri. Lantas, bagaimana perjalanan skuad asuhan Allegri di Serie A musim ini? Sayang sekali, torehan mereka sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi para pemilik klub.
Revolusi Berantai: Bukan Hanya Allegri yang Kena Getah!
Menariknya, langkah perombakan besar-besaran ini rupanya tidak hanya menyasar kursi kepelatihan semata. AC Milan juga mengguncang jajaran manajemen dengan memberhentikan tiga sosok sentral yang selama ini memegang kendali penuh atas urusan operasional dan olahraga di San Siro. Wah, ini benar-benar revolusi berantai!
Siapa saja korban berikutnya? Pakar transfer ternama dari Italia, Fabrizio Romano, ikut membagikan kabar panas ini pada Senin (25/5/2026) malam WIB. Selain sang pelatih, tiga petinggi yang harus angkat koper secara serentak adalah CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, serta Kepala Pencari Bakat Geoffrey Moncada. Gila, kan?
“AC Milan sudah memecat Massimiliano Allegri. Pelatih itu akan segera meninggalkan klub,” demikian bunyi pernyataan tegas Fabrizio Romano yang kami kutip dari akun media sosial X miliknya.
Bahkan, Romano menambahkan, “AC Milan telah memecat semua tokoh kunci di klub setelah gagal lolos ke Liga Champions, termasuk CEO Giorgio Furlani, Direktur Igli Tare, dan kepala pencari bakat Geoffrey Moncada.”
Klub Buka Suara: Ini Penjelasan Resmi di Balik “Sapu Jagad” San Siro
Setelah kabar heboh ini merebak, manajemen klub langsung memberikan pernyataan terbuka di situs resmi mereka. Mereka menjelaskan secara gamblang alasan di balik keputusan “bersih-bersih” berskala besar ini. Apa kata mereka?
“Setelah kekecewaan musim lalu, mandat pemilik klub sangat jelas: kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk meraih kesuksesan serta posisi yang konsisten di papan atas Serie A,” demikian pengantar pernyataan resmi yang dikutip dari situs klub.
Lebih lanjut, pernyataan itu mengungkapkan, “Pada sebagian besar musim ini, kami tetap bertengger di posisi dua besar liga, dengan peluang nyata untuk bersaing memperebutkan scudetto.”
Namun, celakanya, “pencapaian akhir musim ini jatuh terlalu dalam di bawah level yang telah kami tunjukkan hingga saat itu. Kekalahan yang memalukan tadi malam (vs Cagliari) dengan cepat mengubah musim ini menjadi kegagalan yang tak terbantahkan.”
Karena itulah, perombakan dilakukan. “Saatnya untuk perubahan dan reorganisasi mendalam dalam departemen olahraga Klub. Mulai saat ini, masa jabatan CEO AC Milan Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, Pelatih Kepala Massimiliano Allegri, dan Direktur Teknis Geoffrey Moncada secara resmi diakhiri.”
Meski dipecat, klub tetap memberikan apresiasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kerja keras dan dedikasi selama masa jabatan di Klub.” Akhirnya, “Pengumuman lebih lanjut mengenai penunjukan baru ini akan disampaikan segera setelah semuanya rampung, dengan tujuan memiliki struktur tim yang siap tempur untuk musim depan,” lanjut pernyataan tersebut.
Petaka di Laga Pamungkas: Kekalahan Memalukan Jadi Pemicu Utama
Lalu, apa yang sebenarnya memicu keputusan ekstrem ini? Tentu saja, hal itu tidak terlepas dari hasil memalukan pada pekan penutup kompetisi domestik, Minggu (24/5/2026). Bayangkan, bermain di kandang sendiri, I Rossoneri secara tragis dipermalukan Cagliari dengan skor 1-2.
Meskipun tuan rumah sempat membuka asa setelah unggul lebih dulu berkat gol Alexis Saelemaekers, celakanya Cagliari mampu bangkit dengan cepat. Mereka membalikkan keadaan melalui gol brilian Gennaro Borelli dan Juan Rodriguez. Sungguh petaka!
Keadaan semakin runyam setelah dua pesaing terdekat mereka, AS Roma dan Como 1907, berhasil meraih kemenangan. Karena kehilangan poin krusial di saat-saat paling genting, AC Milan harus rela finis di urutan kelima klasemen. Hasil ini secara otomatis melempar mereka keluar dari persaingan zona empat besar. Dengan demikian, penutup musim ini resmi menjadi memori kelam yang tak terlupakan bagi seluruh publik San Siro.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
