Exposenews.id – Nah, ini dia kabar paling nggak enak buat para pendukung Lazio! Kegagalan tim kesayangan mereka saat bersua Inter Milan di partai puncak Coppa Italia 2025-2026 ternyata membawa petaka besar. Ya, kekalahan menyakitkan itu secara otomatis mengubur mimpi Lazio untuk berlaga di kompetisi Eropa musim depan.
Baca Juga: PSG Siap Manfaatkan Situasi, Tawarkan Rp2 Triliun dan Dua Pemain untuk Julian Alvarez
Akibatnya, Lazio kini harus merelakan diri absen dari turnamen antarklub Eropa selama dua musim secara beruntun. Catatan memalukan ini sekaligus memecahkan rekor buruk yang sebelumnya bertahan selama 34 tahun lamanya. Terakhir kali nasib serupa menghampiri klub berjuluk I Biancocelesti itu terjadi pada periode awal 1992-1993.
Rekor Kelam yang Akhirnya Terulang Lagi
Menurut laporan yang dirilis Football Italia dan dikutip dari Calcio e Finanza pada Kamis (14/5/2026), para pengamat sepak bola Italia pun sontak menggarisbawahi fakta mencengangkan ini. Mereka menemukan bahwa periode mengerikan terakhir ketika Lazio gagal tampil di panggung Eropa dua musim berturut-turut terjadi pada rentang waktu 1978-1979 hingga 1992-1993.
Baca Juga: AFC Jatuhkan Sanksi Finansial ke Vietnam Pasca Pertandingan Kontra Malaysia
Bayangkan, butuh waktu lebih dari tiga dekade bagi Lazio untuk kembali merasakan pahitnya situasi seperti ini. Kondisi memprihatinkan saat ini juga mencatatkan babak baru yang kelam selama era kepemimpinan Claudio Lotito. Sejak sang presiden mengambil alih kendali klub pada musim panas 2004, Lazio sebelumnya tidak pernah sekalipun mengalami kegagalan beruntun seperti sekarang.
Dulu Konsisten, Sekarang Jatuh Banget!
Sebelum dua musim terakhir yang menyedihkan ini, Lazio sebenarnya pernah menunjukkan performa yang cukup stabil di level Eropa, lho. Tim ibu kota Italia itu bahkan berhasil tampil delapan musim berturut-turut di berbagai kompetisi antarklub UEFA selama kepemimpinan Lotito.
Coba bayangkan, dalam periode kejayaan itu, Lazio dua kali merasakan atmosfer panas Liga Champions UEFA. Bahkan, pada kedua kesempatan tersebut, mereka mampu melaju hingga babak 16 besar sebelum akhirnya dihentikan oleh raksasa Jerman, Bayern Muenchen. Sayangnya, semua pencapaian manis itu kini hanya tinggal kenangan.
Baca Juga: Atlanta Buktikan Diri Layak Jadi Ikon Baru Sepak Bola Amerika Jelang Piala Dunia 2026
Secara keseluruhan, selama lebih dari tiga dekade terakhir, Lazio sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di kancah Eropa. Dalam 34 tahun tersebut, klub kebanggaan masyarakat Roma itu tercatat sudah delapan kali merasakan pentas Liga Champions. Wah, lumayan impresif juga, ya!
Musim 2024-2025 lalu, mereka juga sempat membuat kejutan dengan melaju hingga perempat final Liga Europa UEFA. Sayangnya, konsistensi itu gagal mereka pertahankan hingga musim ini. Pencapaian terbaik dalam sejarah klub justru terjadi pada tahun 1999, ketika Lazio berhasil keluar sebagai juara UEFA Cup Winners’ Cup sekaligus mengangkat trofi Piala Super UEFA. Sungguh masa keemasan yang kini terasa begitu jauh.
Nasib Klub Jadi Bahan Gosip Panas
Kegagalan total untuk tampil di kompetisi Eropa ini tentu membuat Lazio kini memasuki periode yang sangat krusial menjelang musim baru. Situasi di dalam tubuh klub disebut-sebut masih dipenuhi oleh berbagai ketidakpastian yang mencekik.
Baca Juga: Tolak Isu Lelah, Florentino Perez Malah Ancam Batalkan Langganan Media yang Memusuhinya
Salah satu isu paling panas yang terus menjadi perbincangan adalah masa depan pelatih kepala, Maurizio Sarri. Banyak pihak mempertanyakan apakah arsitek taktik asal Italia itu masih akan dipercaya untuk melanjutkan proyek kepelatihannya di tengah badai kegagalan ini.
Selain itu, kabar hengkangnya beberapa pemain inti juga terus dikaitkan dengan kemungkinan perpindahan pada bursa transfer musim panas mendatang. Hubungan yang kurang harmonis antara skuad dengan kelompok suporter paling fanatik klub juga dikabarkan belum sepenuhnya membaik. Semua elemen ini menciptakan badai sempurna yang siap menghantam Lazio.
Pertanyaannya kini, mampukah Lazio bangkit dari keterpurukan ini? Atau justru akan terbenam lebih dalam dalam catatan kelam sejarah mereka? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, para tifosi Lazio harus menyiapkan hati yang tebal menghadapi musim-musim sulit ke depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





