JAKARTA, Exposenews.id – Kabar gembira menyapa warga Ibu Kota! PT LRT Jakarta resmi mengumumkan bahwa proyek ambisius jalur Kelapa Gading-Manggarai telah mencapai status 100 persen rampung. Proyek strategis ini membentang sepanjang 12,2 kilometer dan menghadirkan 11 stasiun baru yang siap menghubungkan kawasan utara hingga selatan Jakarta. Setelah melalui proses pembangunan yang panjang dan penuh tantangan, akhirnya moda transportasi modern ini siap memberikan warna baru bagi mobilitas warga.
Uji Coba Bersama 15 Golongan, Gratis!
Sang Pemimpin DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja melakukan peninjauan langsung kesiapan akhir LRT pada Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan rasa optimisnya terhadap performa kereta ringan ini. “Kami sudah mengajak 15 golongan masyarakat dalam uji coba hari ini, dan mereka akan menikmati layanan gratis,” ujar Pramono dengan penuh antusias. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem berjalan mulus sebelum beroperasi penuh. Tidak hanya itu, kebijakan serupa akan diterapkan pada tahap awal operasional demi memberikan kesempatan kepada publik merasakan langsung kemudahan transportasi publik yang satu ini.
Menanti Lampu Hijau dari Pemerintah Pusat
Meski pembangunan fisik telah dinyatakan usai, operasional LRT Jakarta masih harus menunggu proses pengujian dan sertifikasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Pramono menjelaskan bahwa pihaknya berkomunikasi secara intensif dengan kementerian terkait untuk memastikan seluruh aspek keamanan dan kelayakan operasional terpenuhi. “Kami menargetkan uji kelayakan dapat segera dilaksanakan, sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Pada tahap awal, diprediksi LRT Jakarta mampu mengangkut sekitar 60.000 hingga 80.000 penumpang setiap harinya. Angka ini menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap minat publik terhadap transportasi publik berbasis rel. Pramono berharap kehadiran LRT akan memperkuat integrasi antar moda dan menjadi primadona baru bagi warga yang ingin menghindari kemacetan di Ibu Kota.
Hanya Rp 5.000! Tarif Khusus Hingga Oktober
Salah satu daya tarik utama yang membuat publik penasaran adalah soal tarif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa pada masa awal operasional, tarif LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai masih menggunakan skema tarif flat sebesar Rp 5.000. Kebijakan ini berlaku hingga Oktober 2026 sebagai bagian dari masa transisi.
“Sementara waktu, hingga Oktober nanti, penumpang hanya perlu membayar Rp5.000 per perjalanan. Ini adalah komitmen kami untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum,” jelas Pramono. Lebih lanjut, pihaknya menyebut bahwa pembahasan mengenai tarif baru akan dilakukan pada bulan Oktober. Saat itu, Pemprov akan mengevaluasi dan menentukan besaran tarif yang lebih permanen, termasuk kemungkinan pemberlakuan tarif khusus bagi pengguna setia LRT.
Kado Istimewa dan Layanan Cuma-Cuma?
Pramono juga menyiratkan adanya kejutan menarik bagi masyarakat. “Bisa jadi nanti kami memberikan kado istimewa, mungkin potongan harga atau program spesial lainnya,” ungkapnya dengan nada penuh misteri. Namun, ia menegaskan bahwa semua keputusan akan diambil setelah melalui kajian mendalam.
Yang lebih membahagiakan adalah tetap diberlakukannya layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat, seperti pelajar, lansia, dan difabel. Kebijakan ini bertujuan mendukung inklusivitas dan aksesibilitas transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Agenda Resmi: Ditunggu Peresmian Presiden
Sejumlah pihak berharap peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai dapat segera dilaksanakan. Rencananya, Presiden RI Prabowo Subianto akan secara resmi meresmikan jalur ini pada Rabu (26/8/2026). Namun, jadwal tersebut masih bersifat tentatif dan mengikuti kesiapan serta agenda Presiden yang kini tengah fokus menangani berbagai bencana alam, seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan di Kalimantan.
“Kami sangat menghargai perhatian Bapak Presiden. Peresmian akan dilakukan begitu beliau memiliki waktu luang, mungkin pagi, sore, atau hari lain yang disesuaikan,” jelas Pramono. Kehadiran Presiden diharapkan menjadi simbol dukungan penuh pemerintah pusat terhadap pengembangan transportasi publik berbasis ramah lingkungan.
LRT Kelapa Gading-Manggarai: Jembatan Baru Konektivitas Jakarta
Dengan panjang lintasan 12,2 kilometer dan 11 stasiun yang tersebar, jalur ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung baru mobilitas warga Jakarta. Kehadirannya tidak hanya mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar koridor yang dilalui. “Kami meyakini LRT ini akan menjadi bagian penting dari ekosistem transportasi Jakarta yang terintegrasi,” tutup Pramono.
Dengan seluruh proses pembangunan yang telah usai, dan hanya tinggal menunggu waktu untuk resmi dioperasikan, LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai siap menyapa warga dengan segudang manfaat. Kini, semua mata tertuju pada proses uji coba dan peresmian yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Jadi, sudah siapkah Anda untuk mencoba pengalaman baru naik LRT Jakarta?
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




