PARIS, Exposenews.id – Kabar menggemparkan mendadak meledak dari panggung sepak bola dunia saat tiga raksasa bisnis asal China secara mengejutkan langsung mengambil tindakan tegas memutus kerja sama komersial mereka dengan mega bintang tim nasional Prancis, Kylian Mbappe. Langkah drastis yang bikin publik syok ini meletus tepat usai rekaman video viral mendadak beredar luas dan menyulut kemarahan publik terkait perkataan sang pemain yang terang-terangan menyenggol nama tokoh pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong.
Berdasarkan laporan tepercaya dari CBC pada Rabu (28/10/2026), tiga raksasa industri yang kompak mendepak Mbappe tersebut meliputi perusahaan minuman raksasa Dongpeng, produsen olahan susu ternama Mengniu, serta pabrikan keju populer Milkground.
Selanjutnya, ketiga korporasi papan atas ini secara serentak merilis pengumuman resmi pembatalan kerja sama dengan kapten anyar timnas Prancis tersebut pada Selasa (27/10/2026) waktu setempat lewat narasi pernyataan yang bernada senada.
Bahkan, dalam siaran pers masing-masing, ketiga merek ternama tersebut secara lantang menumpahkan ketegasan mereka untuk menolak keras segala bentuk ucapan maupun tindakan yang tega melukai perasaan nasionalisme masyarakat China.
Meskipun para manajer perusahaan tidak membeberkan detailnya secara gamblang, pengumuman mengejutkan ini muncul secara mendadak pasca sebuah klip video potongan pendek yang menampilkan Mbappe saat sedang santai membahas meme dirinya beredar liar di platform media sosial X.
Lantas, dalam tayangan video yang viral itu, seorang pewawancara awalnya melontarkan pertanyaan kepada Mbappe mengenai meme favorit yang paling menghibur dirinya. Secara tak terduga, Mbappe lantas menjawab bahwa ia sangat menyukai video buatan penggemar tentang sosok pria yang ia sebut secara blak-blakan sebagai diktator China.
Tak lama kemudian, video tersebut langsung memamerkan sebuah gambar editan rekayasa digital yang dengan sengaja menempelkan wajah Mbappe pada poster tubuh Mao Zedong yang tengah mengenakan setelan pakaian biru khasnya.
Akibatnya, skandal panas ini langsung menjadi sorotan utama media internasional mengingat sosok Mbappe sejatinya menduduki posisi sebagai salah satu atlet global dengan nilai komersial tertinggi yang wajahnya membanjiri berbagai lini kampanye iklan besar di China.
3 Merek Raksasa China Kompak Akhiri Kerja Sama Fantastis Mbappe!
Padahal, selama bertahun-tahun, merek Dongpeng, Mengniu, hingga Milkground telah menggelontorkan dana investasi bernilai fantastis demi memanfaatkan nama besar serta kepopuleran Mbappe untuk mendongkrak penjualan produk mereka di pasar domestik China.
Malahan, dalam sebuah cuplikan iklan populer Dongpeng, Mbappe bahkan secara fasih mengucapkan slogan komersial menggunakan bahasa Mandarin. Sementara itu, di kampanye iklan Mengniu, ia bahkan disandingkan langsung bersama superstar Argentina, Lionel Messi.
Selain itu, visual paras Mbappe selama ini sangat akrab menghiasi kehidupan warga China karena gambarnya dipasang masif di berbagai sudut strategis, mulai dari dinding stasiun kereta bawah tanah hingga area dalam lift gedung bertingkat.
Oleh karena itu, tindakan cepat yang diambil oleh ketiga raksasa bisnis ini membuktikan secara nyata betapa tingginya risiko bisnis ketika skandal figur publik dapat secara instan menghancurkan hubungan komersial bernilai jutaan dolar dengan merek yang membesarkan namanya.
Walaupun demikian, para petinggi perusahaan memang tidak menyebutkan alasan penghentian kerja sama ini secara eksplisit akibat video tersebut. Namun, publik dapat melihat dengan sangat jelas keterkaitan pembatalan kontrak ini dari selisih waktu pengumuman yang muncul persis setelah video kontroversial tersebut mendadak viral.
Pemerintah China Ikut Buka Suara Tanggapi Skandal Mbappe!
Di sisi lain, kehebohan yang menyangkut nama mantan pemain PSG ini ternyata juga langsung memancing perhatian serius dan respons tegas dari pihak pemerintah pusat China.
Lantas, juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, secara terbuka memberikan teguran keras dengan menyatakan bahwa setiap perkataan atau perilaku yang menyinggung perasaan rakyat China pasti akan menghadapi gelombang penolakan masif dari seluruh elemen masyarakat.
“Bahkan, segala ucapan serta tindakan yang terbukti melukai perasaan rakyat China secara alami pasti bakal menuai penolakan bersama dari segenap lapisan masyarakat China,” tegas Guo saat menyampaikan konfirmasi resminya.
Tak cuma institusi pemerintah, platform media sosial populer RedNote pun tak mau ketinggalan untuk merilis pernyataan resmi guna menanggapi kekacauan yang menyeret nama sang pesepak bola.
Melalui keterangan tertulisnya, manajemen RedNote membeberkan bahwa kerja sama konten dengan Mbappe sebenarnya sudah resmi berakhir sejak 31 Desember 2024 lalu. Tak hanya itu, pihak platform juga menegaskan langkah mereka yang sedang bergerak cepat menghapus seluruh materi promosi yang masih menampilkan wajah Mbappe.
Alhasil, RedNote menegaskan sikap tidak toleran mereka terhadap aksi apa pun yang dianggap meremehkan kehormatan nasional. Bahkan, sejak hari Selasa, akun pribadi milik Mbappe di platform tersebut langsung dibatasi fiturnya sehingga para pengguna lain tidak lagi bisa menekan tombol pengikut baru.
Gelombang Seruan Boikot Mbappe Meledak dan Kuasai Media Sosial China!
Seketika itu juga, rentetan peristiwa ini langsung menyulut amarah luar biasa di kalangan netizen media sosial China. Ribuan pengguna internet berbondong-bondong melemparkan kritik pedas terhadap Mbappe, bahkan mengobarkan gerakan secara terbuka untuk memboikot sang pemain.
Dampaknya, deretan tagar populer seperti “Dongpeng mengakhiri kerja sama dengan Mbappe” serta “Sejumlah merek mengakhiri kerja sama dengan Mbappe” langsung meroket tajam menduduki tangga teratas topik paling hangat di platform Weibo.
Dan lagi, gerakan bertajuk “Penggemar sepak bola boikot Mbappe” juga terus bergulir menjadi perbincangan amat panas. Banyak warga net meluapkan amarah mendalam atas ujaran yang diucapkan Mbappe, sedangkan sebagian netizen lainnya secara tegas melarang pesepak bola itu untuk menginjakkan kaki di tanah China.
Padahal, di ranah komunitas pecinta bola online, publik sebenarnya sudah lama menjadikan sosok Mbappe sebagai bahan lelucon meme dengan menjulukinya sebagai diktator. Guyonan ini sejatinya lahir akibat persepsi fans yang menilai karakter sang pemain kerap bertindak egois dan merasa lebih berkuasa ketimbang rekan setim maupun klub yang menaunginya.
Lagipula, kreasi visual meme yang mengubah wajah Mbappe menjadi sesosok Mao Zedong atau pemimpin otoriter dunia lainnya memang telah lama beredar bebas dan menjadi konsumsi harian di jagat maya.
Namun, insiden teranyar ini justru bereskalasi menjadi bencana komersial yang sangat merugikan setelah deretan korporasi raksasa secara resmi mengambil tindakan tegas memutus semua sponsorship dengan bintang dunia tersebut.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




