SOLO, Exposenews.id – Sebuah drama menegangkan terjadi di Solo Safari pada Selasa sore (18/8/2026)! Seekor orang utan jantan bernama Didi berhasil meloloskan diri dari exhibit yang super ketat! Kejadian ini sontak membuat heboh warga sekitar Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Siapa sangka, Didi yang terkenal cerdas ini berhasil menaklukkan sistem pengamanan berlapis yang seharusnya sulit ditembus. General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, mengungkapkan bahwa Didi memiliki rasa penasaran yang luar biasa tinggi. Karakter inilah yang mendorongnya untuk nekat melarikan diri dari area yang dijaga super ketat tersebut!
Rahasia Kaburnya Didi: Bisa Meniru Manusia 90 Persen!
Miyana menjelaskan detail mengejutkan tentang bagaimana Didi bisa kabur. “Kalau detailnya ini memang kami tadi sudah ketahuan bahwa dia itu memanjat sama melepas elektrik pengaman di situlah intinya,” ujar Miyana dengan nada masih terkejut, Selasa (18/8/2026).
Fakta mencengangkan lainnya terungkap! Kemampuan luar biasa orang utan yang bisa menirukan manusia hingga 90 persen ternyata menjadi senjata rahasia Didi. “Karena dia pengamanan kami itu kan berlapis. Dan karena orang utan itu 90 persen bisa menirukan orang. Jadi dia itu sangat curios (penasaran) sekali untuk lihat dan menjalankan ini,” ungkapnya.
Bayangkan! Didi mengamati dengan cermat bagaimana petugas membuka sistem keamanan, lalu dengan cerdik menirukannya. Dia memanjat dengan lincah dan melepaskan kawat listrik pengaman yang seharusnya menjadi benteng terakhir!
Didi Hilang dari Exhibit Pukul 15.10 WIB!
Ternyata, Didi bukan sembarang orang utan. Dia adalah jantan dewasa yang ditempatkan di exhibit berbentuk mini island yang berada di tengah danau Solo Safari. Area ini memang didesain khusus dengan keamanan ekstra karena berada di tengah perairan.
Yang lebih mengejutkan, Didi ternyata masih memiliki anak berusia sekitar dua tahun! “Memang dia kayak inilah. Jantan lebih, lebih oke. Anaknya masih dua tahunan, dia baru ini, masih punya baby kok, masih menyusui itu mamanya,” jelas Miyana.
Kepanikan mulai terjadi ketika petugas Solo Safari menyadari bahwa Didi sudah tidak berada di exhibit sekitar pukul 15.10 WIB. Langsung saja, tim internal yang memiliki kompetensi khusus dalam menangani satwa dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
30 Menit Mencekam, Didi Berpetualang di Pemukiman Warga!
Drama ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit yang menegangkan. Didi berhasil menjelajahi area di luar kandang sebelum akhirnya diamankan pada pukul 16.40 WIB.
“Setelah kondisi semuanya terkendali, kami melakukan evaluasi menyeluruh karena kurang lebih 16.40 satwa sudah berhasil di-rescue,” jelas Miyana.
“Jadi sebenarnya hanya karena kan kita ada proses mencari sebentar tadi, kurang lebihnya itu 30 menit dia di luar kandang itu,” tambahnya.
Walau hanya 30 menit, namun petualangan Didi berhasil membuat warga sekitar UNS ketar-ketir! Bagaimana tidak, orang utan sebesar itu bisa seenaknya jalan-jalan di pemukiman penduduk!
Manajemen Solo Safari Minta Maaf, Warga UNS Ketakutan!
Manajemen Solo Safari dengan rendah hati menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang berada di sekitar Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Miyana sepenuhnya memahami bahwa kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang luar biasa bagi warga.
Tak heran jika warga sekitar panik. Bayangan bertemu dengan orang utan liar di tengah pemukiman tentu sangat menakutkan, apalagi bagi mereka yang tidak terbiasa berinteraksi dengan satwa sebesar itu!
Pasar Semangka hingga Kos-Kosan, Didi Jelajahi Kawasan UNS!
Relawan SAR UNS, Galih Pambuko, memberikan kesaksian menegangkan tentang perjalanan Didi. Orang utan nakal ini pertama kali terlihat di kawasan Pasar Semangka! Dari sana, Didi bergerak menuju Rumah Makan Bengawan dengan santai.
Yang lebih mengkhawatirkan, Didi kemudian menyusuri tepian jalan dan berhenti di depan Mako SAR UNS! Beruntung sekali, orang utan itu tidak jadi masuk ke area kampus. “Tadi enggak masuk ke wilayah kampus ya. Jadi cuma di depan situ, di depan gerbang. Kemudian tadi sempat mau masuk ke sini tetapi enggak jadi. Kemudian geser ke arah utara yang di dekat kos-kosan,” kata Galih dengan lega.
Bayangkan jika Didi berhasil masuk ke kawasan kampus yang ramai mahasiswa! Bisa-bisa terjadi kepanikan massal yang lebih parah!
Dua Kali Tembakan Bius, Akhirnya Didi Berhasil Dilumpuhkan!
Didi terus bergerak ke kawasan kos-kosan, dan petugas Solo Safari harus segera bertindak. Mereka melakukan upaya penanganan dengan menggunakan obat bius. Namun, proses pelumpuhan tidak semudah yang dibayangkan!
Pada percobaan pertama, tembakan bius tidak langsung berhasil melumpuhkan Didi. Petugas harus kembali menembakkan obat bius untuk kedua kalinya! “Iya, pakai tembak, pakai bius. Tadi biusnya saya lihat dua, dua kali ditembak pakai bius,” terang Galih.
Akhirnya, setelah perjuangan yang melelahkan, petugas berhasil mengamankan Didi. Saat dilumpuhkan, orang utan itu berada di atas kendaraan roda tiga milik Solo Safari. Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar meskipun cukup menegangkan.
Didi Kembali ke Kandang, Evaluasi Menyeluruh Dilakukan!
Setelah berhasil diamankan, Didi segera dibawa kembali ke Solo Safari oleh petugas. Kejadian ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi manajemen Solo Safari untuk lebih meningkatkan sistem keamanan di masa mendatang.
Kisah kaburnya Didi ini mengingatkan kita semua bahwa satwa liar memiliki insting dan kecerdasan yang luar biasa. Terutama orang utan yang memang terkenal dengan kemampuannya meniru manusia. Kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Bagi warga UNS dan sekitarnya, tentu ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Didi si orang utan petualang kini sudah kembali ke rumahnya di Solo Safari, dan semoga tidak terpikir untuk kabur lagi!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




