BEKASI, Exposenews.id – Suasana dini hari yang sunyi di kawasan industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, tiba-tiba berubah mencekam pada Selasa (18/8/2026). Kobaran api raksasa dengan cepat melahap puluhan unit bus milik PO Sinar Jaya yang terparkir rapat di gudang penyimpanan kawasan Jarakosta. Total, tidak tanggung-tanggung, sekitar 50 kendaraan besar itu hangus terbakar menjadi rangka besi hitam pekat, menyisakan pemandangan memilukan yang langsung menggemparkan warga sekitar.
Fakta Mengejutkan dari Damkar – Ternyata Ini Bukan Bus Operasional!
Komandan Regu (Danru) Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Bohir, dengan tegas mengungkapkan fakta mengejutkan di tengah kepulan asap yang masih tersisa. Menurutnya, seluruh bus yang menjadi korban sijago merah tersebut ternyata sudah tidak layak operasi dan hanya disimpan sebagai unit bekas di lokasi kejadian. “Kurang lebih 50 unit yang terbakar. Itu mobil-mobil sudah enggak layak pakai, intinya sudah enggak beroperasi lagi,” ujar Bohir saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa.
Lebih lanjut, Bohir menjelaskan bahwa puluhan unit bus mati tersebut sengaja dikonsentrasikan di satu titik penyimpanan dengan jarak antarbus yang sangat berdekatan. Kondisi ini tentu saja menjadi pemicu utama mengapa api dengan begitu cepat merambat dari satu bodi kendaraan ke kendaraan lainnya, layaknya rantai pembakaran yang sulit diputus. “Mobil-mobil di situ jarak parkirnya rapat. Ada yang setengah meter, bahkan enggak sampai setengah meter,” katanya menggambarkan situasi yang sangat riskan terhadap bahaya kebakaran massal.
Detik-Detik Mencekam – Ledakan Keras dan Api Sudah Membesar Saat Sekuriti Melintas
Kronologi kejadian berawal dari seorang sekuriti yang tengah melaksanakan tugas patroli rutin di sekitar area gudang pada dini hari. Saat itu, petugas keamanan tersebut sontak dikejutkan oleh kepulan asap tebal dan semburan api yang sudah membesar tanpa kendali. Bahkan, sebelum sempat memberikan laporan, beberapa ledakan keras terdengar bergemuruh memecah keheningan malam, menandakan betapa dahsyatnya kekuatan api yang sedang membakar puluhan kendaraan bermesin diesel itu. “Kalau kronologinya, informasi dari sekuriti yang sedang patroli, apinya sudah besar. Terdengar juga bunyi ledakan, infonya seperti itu,” ujar Bohir menirukan laporan awal yang diterima pihaknya.
Hingga saat ini, tim penyelidik masih bekerja keras untuk mengungkap penyebab pasti dari musibah besar ini. Belum ada titik terang apakah api berasal dari korsleting listrik, percikan api dari kendaraan lain, atau bahkan unsur kelalaian manusia. Petugas pemadam pun masih terus menunggu keterangan resmi dan data pendukung dari pihak manajemen yang bertanggung jawab atas pengelolaan lokasi penyimpanan bus tersebut, guna memastikan akar masalah tidak terlewatkan.
Perjuangan Panjang 5 Jam Melawan Api – 8 Damkar Dikerahkan, Tapi Sempat Terhambat Air dan Macet!
Proses pemadaman sendiri baru bisa dimulai secara intensif sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, setelah laporan kebakaran diterima oleh posko terdekat. Tanpa membuang waktu, puluhan petugas langsung dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api merembet ke area industri padat aktivitas lainnya. Namun, perjuangan memadamkan api tidak berlangsung sebentar. Butuh waktu sekitar empat hingga lima jam penuh perjuangan bagi petugas untuk akhirnya bisa mengendalikan kobaran api yang terus membesar. “Tadi sekitar jam 07.15 kita sudah selesai pemadaman,” ujar Bohir dengan napas lega usai pertempuran panjang melawan si jago merah.
Menghadapi kejadian luar biasa ini, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi tidak tinggal diam. Mereka langsung mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran canggih yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan berat. Tidak hanya itu, sekitar 40 personel terbaik pun diterjunkan ke garis depan untuk memastikan proses pendinginan berjalan maksimal dan tidak ada titik api yang tersembunyi.
Meski demikian, petugas di lapangan sempat kewalahan menghadapi dua kendala utama. Pertama, sumber air untuk menyemprotkan ke titik api ternyata berada cukup jauh dari lokasi kejadian, sehingga mereka harus menarik selang panjang dan menggunakan suplai air secara bergiliran. Kedua, ketika waktu mulai memasuki pagi hari, akses jalan menuju kawasan industri MM2100 mulai tersendat kemacetan parah akibat padatnya kendaraan pekerja dan logistik. Hal ini jelas menyulitkan mobilitas unit pemadam tambahan yang hendak masuk ke area terdampak.
Namun, di tengah berbagai kesulitan dan kepanikan yang menyelimuti, ada satu kabar baik yang patut disyukuri. Bohir dengan pasti memastikan bahwa peristiwa mengerikan ini sama sekali tidak memakan korban jiwa. Lokasi penyimpanan bus tersebut memang sengaja dikosongkan dari aktivitas operasional dan tidak digunakan sebagai tempat istirahat pekerja. Dengan demikian, nyawa manusia dapat terselamatkan, meskipun puluhan aset perusahaan ludes terbakar. “Enggak ada korban jiwa, karena lokasi itu memang dikosongkan. Paling ada sekuriti yang berjaga,” ujarnya melegakan publik yang khawatir.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, nilai kerugian material akibat kebakaran hebat ini masih dalam proses penghitungan dan belum dapat dipastikan secara resmi. Tim dari pihak kepolisian dan asuransi masih terus melakukan pendataan menyeluruh terhadap setiap unit bus yang terbakar. Mereka juga masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak pengelola gudang dan pemilik perusahaan otobus untuk mengetahui besaran kerugian secara pasti serta langkah pemulihan selanjutnya. Kejadian ini tentu menjadi pengingat keras bagi seluruh pemilik armada agar selalu memperhatikan aspek keselamatan dan tata letak penyimpanan kendaraan, terutama untuk unit-unit yang sudah tidak laik jalan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




