Exposenews.id – Wah, pecinta sepak bola pasti terkejut! Penjualan tiket Piala Dunia 2026 memang sedang melesat bak roket, terutama di pasar penjualan ulang (resale) resmi milik FIFA. Bayangkan saja, pada Kamis (23/4/2026) lalu, satu lembar tiket laga puncak final Piala Dunia 2026 berhasil dijual dengan harga mencapai 2,3 juta dolar AS! Jika dirupiahkan dengan kurs Rp17.252 per dolar AS, nilainya tembus sekitar Rp39,7 miliar per tiket. Gila banget, kan?
Yang lebih bikin melongo, ada empat tiket kategori 1 yang dipasarkan masing-masing seharga 2.299.998 dolar AS. Coba hitung sendiri: total nilai keempat tiket tersebut mencapai 9,2 juta dolar AS, atau setara dengan Rp158,7 miliar! Tiket-tiket premium ini punya posisi istimewa di tribun bawah Stadion MetLife, New Jersey, tepat di lokasi pertandingan final yang akan digelar pada 19 Juli mendatang. Jadi, siapa pun yang membeli tiket ini tidak hanya menyaksikan sejarah, tapi juga duduk di kursi terbaik sepanjang turnamen.
FIFA Cuannya Gila-gilaan! Tanpa Atur Harga, Mereka Raup Puluhan Miliar dari Satu Tiket!
Nah, ini dia bagian paling menariknya. FIFA ternyata tidak ikut campur mengatur harga jual di platform resale mereka. Namun, jangan salah sangka dulu! Organisasi sepak bola dunia itu tetap meraup keuntungan super besar dari biaya transaksi. Mereka dengan cerdik mengenakan biaya 15 persen kepada pembeli dan 15 persen lagi kepada penjual. Dengan skema seperti ini, dari satu tiket final yang terjual saja, FIFA mampu mengantongi sekitar 690.000 dolar AS. Konversinya ke rupiah? Rp11,9 miliar! Satu tiket, cuannya nyaris Rp12 miliar. Fantastis, bukan?
FIFA pun buka suara soal model bisnis ini. Seperti dikutip dari Associated Press, FIFA mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka telah menerapkan model penjualan tiket dan pasar sekunder yang mencerminkan praktik umum dalam acara olahraga besar. Mereka juga menegaskan bahwa biaya fasilitas penjualan kembali tiket tersebut sejalan dengan standar industri olahraga dan hiburan di Amerika Utara. FIFA bahkan menyebut pendekatan penetapan harga tiket variabel mereka sejalan dengan tren industri di berbagai sektor olahraga dan hiburan. Menurut mereka, penyesuaian harga dilakukan untuk mengoptimalkan penjualan dan kehadiran penonton, serta memastikan nilai pasar yang adil untuk acara-acara akbar macam Piala Dunia.
Namun, publik tetap saja geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, harga tiket final terus meroket di setiap fase penjualan. Pada tahap awal, tiket kategori tertentu masih dijual hingga 6.730 dolar AS (sekitar Rp116,1 juta). Kemudian, harga itu naik menjadi 11.000 dolar AS (sekitar Rp189,7 juta). Kini, di platform resale, tiket termal malah sudah menyentuh 10.923 dolar AS atau sekitar Rp188,4 juta per lembar. Tak heran jika sorotan tajam mulai berdatangan dari berbagai kalangan.
Bukan Cuma Tiket, Ongkos Perjalanan Jutaan Rupiah Bikin Kantong Bolong!
Yang lebih menyebalkan, mahalnya tiket final saja ternyata tidak cukup. Biaya perjalanan menuju stadion pun ikut-ikutan bikin geleng kepala. Sebagai contoh, tiket kereta pulang-pergi dari New York ke Stadion MetLife dijual seharga 150 dolar AS, atau sekitar Rp2,6 juta. Bandingkan dengan tarif normal yang hanya 12,90 dolar AS! Artinya, ada lonjakan harga lebih dari sepuluh kali lipat hanya karena momen final Piala Dunia. Sungguh sebuah skema yang membuat para suporter biasa gigit jari.
Karena kebijakan ini dianggap keterlaluan, organisasi suporter Eropa, Football Supporters Europe, sudah mengambil langkah tegas. Mereka mengajukan gugatan resmi ke Komisi Eropa terkait prosedur pembelian tiket yang dinilai tidak transparan dan sangat memberatkan para penggemar sejati. Pihak suporter merasa bahwa FIFA lebih mengedepankan cuan dibandingkan kenyamanan dan aksesibilitas penonton setia.
Target Gila: 11 Miliar Dolar AS! Apakah FIFA Bakal Tembus?
Sementara itu, FIFA sudah menyiapkan sekitar tujuh juta tiket untuk turnamen raksasa yang bakal digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Presiden FIFA, Gianni Infantino, dengan percaya diri menyebut bahwa lebih dari lima juta tiket sudah terjual sejauh ini. Target mereka? Melampaui rekor 3,5 juta tiket pada edisi 1994, dan yang lebih ambisius lagi, memproyeksikan pendapatan total mencapai 11 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, angkanya sekitar Rp189,7 triliun! Fantastis, absurd, dan mungkin belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah olahraga dunia.
Dengan segala kontroversi dan keuntungan selangit ini, satu hal yang pasti: Piala Dunia 2026 bukan hanya ajang pertandingan sepak bola terakbar di dunia, tetapi juga pesta cuan paling gila yang pernah digelar FIFA. Yang rugi? Tentu para suporter biasa yang hanya ingin menyaksikan idola mereka bertarung di lapangan hijau.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
