Liam Rosenior Sebut Pemain Chelsea Nol Profesionalisme Usai Dihajar Brighton

Exposenews.id – Liam Rosenior benar-benar kehilangan kesabaran! Selepas laga Brighton vs Chelsea pekan ke-34 Liga Inggris 2025-2026 yang berakhir dengan skor telak 3-0, dirinya meluapkan amarah dengan keras.

Padahal, pertandingan yang digelar di Stadion American Express pada Rabu (22/4/2026) dini hari WIB itu baru saja usai. Namun, kekalahan ini mencatatkan rekor buruk: The Blues kalah lima kali beruntun di Liga Inggris! Akibatnya, kubu Chelsea pun panas.

Yang lebih memalukan, gawang Robert Sanchez dibobol dengan mudah oleh tiga gol Brighton. Ferdi Kadioglu (3′), Jack Hinshelwood (56′), dan Danny Welbeck (90+1′) sukses menjebol pertahanan Chelsea tanpa perlawanan berarti. Lantas, bagaimana reaksi Rosenior?

“Jauh Sekali, Tidak Bisa Diterima!”

Rosenior pun sulit menerima kenyataan pahit ini. Padahal sebelumnya, dia sudah menegaskan perlunya perubahan besar dalam skuadnya. Namun, kenyataan di lapangan justru bertolak belakang.

“Jauh sekali. Jauh sekali dari ekspektasi! Tidak dapat diterima dalam setiap aspek permainan,” seru Rosenior dengan nada tinggi, seperti dikutip dari Sky Sports.

Lebih lanjut, dia mengaku jengah membela anak asuhnya. “Saya terus membela para pemain, tetapi penampilan malam ini tidak dapat dibenarkan sama sekali,” tegasnya.

“Cara kami kebobolan, duel-duel yang kami kalahkan, semuanya kacau. Sesuatu harus berubah secara drastis di sini, sekarang juga!” tambahnya dengan penuh penekanan.

Dia juga mulai muak dengan performa buruk pemain yang selama ini dia bela. Ironisnya, di laga penting ini mereka malah tampil sangat buruk.

“Mengapa? Kita perlu bercermin bersama. Saya perlu bercermin. Tapi saya tidak bisa terus-menerus keluar dan membela beberapa hal yang kita lihat,” ujarnya.

Meski mengakui hasil lawan Manchester United sebelumnya tidak sesuai harapan, Rosenior merasa tim sempat menunjukkan perbaikan. Namun, laga ini benar-benar menghancurkan semua harapan itu.

“Hanya 3-4 Pemain yang Bernyawa!”

Yang lebih menyakitkan hati Rosenior adalah minimnya semangat bermain. Dia menyebut hanya tiga sampai empat pemain yang tampil penuh gairah pada laga memalukan ini.

Padahal, kata dia, mereka semua membela klub sebesar Chelsea! Seharusnya, gengsi dan martabat klub dijunjung tinggi.

“Sikap dan semangat secara umum kurang, tekad hanya datang dari tiga atau empat dari sebelas pemain inti. Itu sama sekali tidak cukup untuk klub sebesar ini!” tegas Rosenior.

“Saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan yang sebenarnya. Itu adalah penampilan yang tidak dapat diterima di setiap level,” lanjutnya dengan nada kecewa.

Kekalahan telak di kandang Brighton sama sekali tidak dia inginkan. Karena itu, Rosenior berharap kejadian buruk ini tidak terulang lagi di laga berikutnya.

“Anda bisa bicara soal kurang percaya diri, atau hasil yang tidak sesuai harapan. Tapi itu bukan representasi dari apa pun yang ingin saya lihat, dan saya tidak akan pernah melihatnya lagi,” janjinya dengan tegas.

Sindiran Pedas: Profesionalisme Hilang?

Tak cukup sampai di situ, Rosenior malah mempertanyakan profesionalisme para pemain Chelsea yang dinilainya sangat buruk. Mantan pelatih Strasbourg itu bahkan mengklaim laga ini sebagai salah satu momen tersulit dalam kariernya.

“Penampilan dari segi profesionalisme sangat buruk. Ini benar-benar malam yang sangat sulit, malam tersulit—bukan hanya di klub sepak bola yang luar biasa ini—tetapi dalam karier saya,” tandasnya.

“Beberapa hal yang saya saksikan hari ini, saya tidak ingin pernah melihatnya lagi,” sambungnya dengan wajah muram.

Dengan nada sinis, Rosenior juga menyindir gairah pemain yang mulai pudar. Bahkan, dia menuduh mereka terkesan menyerah dengan keadaan!

“Anda harus bertanya pada para pemain. Jika Anda bermain di klub sepak bola elite ini, atau klub sepak bola mana pun, bahkan dituduh menyerah saja sudah tidak dapat diterima. Itu saja yang akan saya katakan,” sindir Rosenior tajam.

Padahal, hasil buruk ini dicatatkan oleh timnya sendiri. Ironisnya lagi, profesionalisme yang hilang itu terjadi di laga krusial. Akibatnya, Rosenior pun dibuat pusing tujuh keliling.

Bangkit! Semifinal Piala Fa Menantang

Meskipun gagal mengamankan poin di laga ini, Rosenior tidak mau larut dalam kesedihan. Dia menegaskan bahwa skuad asuhannya harus segera bangkit.

Apalagi, laga semifinal Piala FA melawan Leeds United sudah menanti akhir pekan nanti. Tidak ada waktu untuk bersedih!

“Saya merasa sakit hati, saya merasa mati rasa. Itu tidak mewakili saya. Itu sama sekali tidak mewakili klub sepak bola ini. Itu harus berubah, dimulai dengan semifinal Piala FA pada hari Minggu,” tutup Rosenior dengan penuh tekad.

Pertanyaannya sekarang: Mampukah Chelsea bangkit dari keterpurukan ini? Atau justru semakin terpuruk? Yang jelas, semua mata kini tertuju pada skuad asuhan Rosenior. Apalagi, sindiran pedas soal profesionalisme ini bisa menjadi bumerang jika tidak segera dibenahi.

Sementara itu, para penggemar Chelsea di media sosial pun ramai-ramai mengkritik habis-habisan performa tim kesayangan mereka. Banyak yang mempertanyakan mentalitas para pemain bintang yang digaji mahal tapi mainnya seperti tim kampung.

Yang tak kalah menarik, akankah Rosenior melakukan rotasi besar-besaran di laga semifinal nanti? Atau justru tetap mempertahankan pemain yang sama dengan harapan mereka bisa menebus kesalahan? Hanya waktu yang akan menjawab.

Namun yang pasti, tekanan besar kini berada di pundak Rosenior dan para pemain Chelsea. Jika gagal lagi di laga semifinal, bisa-bisa ini menjadi awal dari krisis panjang di Stamford Bridge. Dan itu adalah skenario yang tidak diinginkan siapa pun, terutama para pendukung setia The Blues.

Satu hal yang perlu digarisbawahi: Profesionalisme adalah harga mati di sepak bola modern. Ketika itu hilang, maka hancurlah segalanya. Rosenior sudah memperingatkan. Sekarang, giliran para pemain yang membuktikan apakah mereka layak mengenakan seragam kebesaran Chelsea atau tidak.

Kekalahan 0-3 dari Brighton bukanlah akhir segalanya. Namun jika sikap dan semangat tidak segera diperbaiki, maka musim ini bisa berakhir dengan bencana total. Semoga peringatan keras Rosenior menjadi cambuk bagi seluruh skuad untuk bangkit!

Yang jelas, laga melawan Leeds United nanti akan menjadi ujian sesungguhnya. Apakah Chelsea masih memiliki jiwa pejuang? Atau justru menyerah sebelum bertanding? Kita nantikan saja aksinya akhir pekan ini. Satu yang pasti, Rosenior tidak akan tinggal diam melihat timnya main asal-asalan lagi.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com