Beranda / Berita / Sengketa Lahan TPU Kalideres: Warga Geram Dicap “Liar” Padahal Punya KTP dan Hak Pilih

Sengketa Lahan TPU Kalideres: Warga Geram Dicap “Liar” Padahal Punya KTP dan Hak Pilih

Jakarta, Exposenews.id – Rencana Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat untuk membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di kawasan Pegadungan dan Kamal, Kalideres, justru malah memantik polemik sengit. Alih-alih mendapat restu, pemerintah justru menyulut amarah warga. Dalam undangan sosialisasi, pemerintah secara terang-terangan menyematkan label “penghuni liar” kepada mereka. Kontan saja, gelombang penolakan langsung menyergap.

Sengketa Lahan TPU Kalideres: Warga Geram Dicap "Liar" Padahal Punya KTP dan Hak Pilih

Sosialisasi Awal yang Justru Memantik Api

Di sisi lain, Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat, Dirja Kusumah, berusaha meredam panasnya situasi. Dirja menegaskan bahwa rencana ini masih berada dalam tahap paling awal, yaitu sosialisasi. “Saat ini kami masih fokus pada tahap sosialisasi. Untuk lokasinya, nanti akan berada tepat di sebelah TPU Tegal Alur. Bahkan, akses masuknya akan menggunakan jalan yang sama,” jelas Dirja saat dikonfirmasi pada Senin (24/11/2025).

Lebih lanjut, Dirja membeberkan alasan sosialisasi ini digelar. Menurutnya, lahan seluas kurang lebih 65 hektar yang merupakan aset Pemda DKI Jakarta ini saat ini masih dipenuhi banyak bangunan semi permanen. “Kami harus menyosialisasikan rencana pembangunan TPU ini terlebih dahulu kepada warga-warga yang tinggal di sana,” tambahnya.

Stigma “Liar” yang Menghunjam ke Hati Warga

Namun demikian, gelombang penolakan warga tidak bisa dihindari. Undangan sosialisasi itu sendiri justru menjadi bumerang karena dinilai sangat menyinggung harga diri dan status kependudukan mereka.

Budi (46), seorang warga yang telah menghuni lokasi selama 25 tahun, dengan tegas membantah keras stigma “liar” tersebut. Ia mengklaim keberadaan warga justru diakui secara administratif. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan KTP dan partisipasi aktif mereka dalam setiap Pemilu.

“Tentu saja kami menolak disebut liar. Kami bahkan punya hak pilih, mulai dari memilih anggota DPR RI, Gubernur, sampai Presiden. KTP kami juga sama, tidak ada bedanya,” protes Budi dengan nada kesal.

Sebagai bukti nyata, ia pun menunjuk papan nomor rumah resmi dari RT dan RW yang terpampang jelas di rumahnya. “Lihat ini, ada nomor rumahnya. Artinya kami terdata dengan baik, tidak liar, bukan?” tegasnya.

Bukan hanya Budi, Lusi (42), warga lainnya, juga mengungkapkan rasa sakit hatinya. Ia merasa sangat tersinggung saat menerima undangan dari kelurahan yang secara eksplisit mencantumkan frasa “penghuni dan bangunan liar”.

“Kami kemarin dapat undangan dari pihak kelurahan. Di dalamnya tertulis jelas ‘penghuni dan bangunan liar’. Itu yang saya tangkap. Sadis, bukan?” keluh Lusi dengan suara lirih.

Data Ditolak, Proses Relokasi Mandek di Tempat

Akibatnya, polemik ini langsung berimbas pada proses pendataan. Sebagai bentuk protes, warga secara sepakat memutuskan untuk menunda penyerahan data kependudukan mereka.

Budi menerangkan bahwa bagi mereka, menyerahkan data sama saja dengan menyetujui untuk pindah. Padahal, belum ada kesepakatan resmi apa pun mengenai relokasi. “Untuk sementara, kami tunda dulu penyerahan data warga. Sebelum ada kejelasan yang pasti, kami memilih untuk menunda,” ungkap Budi.

Warga pun menegaskan bahwa sebenarnya mereka mendukung pembangunan TPU. Namun, mereka memberikan satu syarat mutlak: meminta kepastian tertulis yang menjamin hak-hak mereka sebelum proses penggusuran dilakukan.

“Sebagai warga negara, intinya kami siap mengikuti peraturan pemerintah. Tapi, apakah peraturan itu benar-benar berpihak kepada rakyat? Karena masih banyak nuansa yang tidak jelas, kami terpaksa menolak, atau setidaknya menunda,” papar Budi.

Sayangnya, mekanisme sosialisasi yang dijalankan pemerintah dinilai sama sekali tidak transparan. Proses ini juga terkesan sangat terburu-buru. Oleh karena itu, warga hanya menuntut satu hal yang sangat sederhana: sebuah perjanjian tertulis yang secara hukum mampu menjamin hak-hak mereka sebelum eksekusi lahan benar-benar dilaksanakan.

Dukungan Bersyarat dan Misteri Kepemilikan Lahan

Meskipun demikian, di balik penolakan mereka, warga sebenarnya memahami betul masalah yang dihadapi kota. Mereka menyadari bahwa keterbatasan lahan makam di Jakarta Barat merupakan persoalan serius.

“Kami juga mendukung setiap warga masyarakat yang ketika sudah meninggal perlu diurus dengan layak melalui pembangunan TPU. Ya, kami sepakat dan mendukung penuh program itu,” jelas Budi dengan bijak.

Akan tetapi, Budi kembali menegaskan dengan tegas bahwa alasan tersebut tidak boleh serta-merta dijadikan pembenaran untuk mengabaikan nasib warga yang masih hidup. “Tapi alangkah baiknya jika warga yang masih bernyawa juga diurus dan diperhatikan dengan serius. Harapan kami sederhana, kami hanya meminta solusi terbaik. Jangan hanya sekadar wacana belaka,” lanjutnya penuh harap.

Di sisi lain, Lusi memberikan sudut pandang lain. Ia mempertanyakan urgensi penggusuran ini. Pasalnya, lahan TPU Tegal Alur yang letaknya hanya sekitar 300 meter dari permukiman mereka masih terlihat sangat luas.

“Kalau dibilang genting, kayaknya tidak. TPU Tegal Alur saja masih sangat luas. Mendingan ditata ulang dan diperbaiki lahannya jika ingin cepat, tidak usah buru-buru menggusur warga,” usul Lusi dengan logika yang masuk akal.

Sebagai bom waktu terakhir, Budi menyoroti adanya dualisme kepemilikan lahan yang sangat mencolok. Masalah ini belum jelas penyelesaiannya. Di satu sisi, Pemda dengan yakin mengklaim lahan seluas 65 hektar sebagai aset mereka yang diserahkan oleh PT Duti Pertiwi.

Namun, di lokasi, warga dengan mudah menemukan plang yang menunjukkan bahwa lahan tersebut masih atas nama RH Soedirdjo dengan luas mencapai 300 hektar. “Jadi, sebenarnya ini tanah punya siapa? Masih ada dualisme yang belum jelas,” tanya Budi dengan nada curiga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, benar saja terdapat dua plang kepemilikan yang saling bertolak belakang di area depan perkampungan. Satu plang berisi klaim individu atas nama RH Soedirdjo yang didasarkan pada HGU No.1/Kamal.

Sementara itu, plang satunya lagi yang berwarna hijau dengan tegas menyatakan bahwa area tersebut merupakan aset resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Tanah Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Cq. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota,” begitulah bunyi tulisan pada plang hijau tersebut.

Kontradiksi inilah yang akhirnya menambah rumit dan memanaskan situasi. Misteri ini meninggalkan tanda tanya besar: mana klaim yang benar dan bagaimana nasib ratusan keluarga yang terjebak di tengah konflik ini?

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tag:
slot88 slot777 slotgacor slot gacor slot gacor slot online slot88 slot gacor slot online RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Eksplorasi Algoritma Interaktif Wild West Gold Kajian Statistik Mahjong Ways 2 dari PG Transformasi Teknologi Sweet Bonanza dari Pragmatic Play Studi Probabilistik Gates of Olympus Menguraikan Karakteristik Pengembangan Sistem Interaktif Starlight Princess dari Pragmatic Analisis Distribusi Simbol Lucky Neko dari PG Fenomena Digital Wild Bounty Showdown Memperlihatkan Perubahan Pemodelan Data Mahjong Wins 3 Membantu Menggambarkan Evaluasi Mekanisme Sugar Rush 1000 dari Pragmatic Inovasi Visual dan Mekanisme Interaktif Fortune Mouse Pendekatan Bayesian pada Permainan Baccarat Online Membuka Kajian Markov pada Mahjong Ways Menggambarkan Perubahan Model Monte Carlo untuk Sweet Bonanza x1000 Arsitektur Data Adaptif pada Starlight Princess Mengungkap Studi Volatilitas Gates of Olympus Menjelaskan Hubungan Machine Learning pada Ekosistem PG Soft Mendorong Perkembangan Teknologi Permainan Digital Mengubah Pengalaman Analisis Temporal Lucky Neko Menunjukkan Bagaimana Data Eksperimen Statistik Mahjong Ways 2 Menghadirkan Kerangka Integrasi Artificial Intelligence dan Analitik Data pada Perkembangan Kasino Online Mengubah Lanskap Platform Hiburan Interaktif Global Melalui Teknologi Modern Cyber Risk Analytics Membantu Platform Game Digital Memetakan Risiko Siber dan Gangguan Teknologi Inovasi Neural Computing Membuka Potensi Baru Game Modern Melalui Pemrosesan Informasi Cerdas Identitas Visual Mahjong Emas Memberi Nuansa Segar dalam Tren Hiburan Digital Indonesia Transformasi Ekosistem Digital Mendorong Kasino Online Melaju ke Era Platform Inovatif Modern Platform Digital Adaptif Mendukung Perencanaan Jangka Panjang Melalui Analisis Berbasis Data Akurat Eksperimen Kecerdasan Komputasional Mahjong Wins Membangun Interpretasi Edukatif Melalui Validasi Analitik Prediksi dan Observasi Berkelanjutan Mengukur Efisiensi Sistem Mahjong Wins Secara Presisi Analisis Scatter PG Soft dan Arus Dana Asing Tidak Membentuk Pola Tetap Kasino Online Memicu Transformasi Komunitas Digital Dalam Interaksi Hiburan Modern Masa Kini Kajian Perilaku Pemain pada Wild West Gold Analisis Ritme Permainan Mahjong Ways 2 Eksplorasi Fitur Multiplier pada Sweet Bonanza Studi Statistik Wild Bounty Showdown Transformasi Pengalaman Bermain Lucky Neko Evaluasi Mekanisme Permainan Gates of Olympus Perkembangan Mahjong Wins 3 dari PG Kajian Interaksi Pemain pada Starlight Princess Analisis Fitur Bonus pada Fortune Mouse Dinamika Permainan Sugar Rush dari Pragmatic daya tarik wild bandito mekanik multiplier wild bandito infrastruktur game digital wild bandito estetika dia de los muertos wild bandito algoritma rng wild bandito grafis real time wild bandito analisis rtp wild bandito inovasi cloud server game fitur freespin wild bandito optimalisasi game mobile wild bandito Wild West Gold dari Pragmatic Play Jadi Sorotan Mahjong Ways 2 Hadirkan Nuansa Puzzle Reel Bertema Asia Sweet Bonanza dari Pragmatic Play Perlihatkan Evolusi Game Reel Starlight Princess Menawarkan Pengalaman Game Reel Fantasi Gates of Olympus Menggabungkan Game Reel Bertema Mitologi Yunani Mahjong Wins 3 dari PG Soft Membawa Game Reel Lucky Neko Tampilkan Game Reel Bertema Kucing Keberuntungan Sugar Rush 1000 Mengembangkan Game Reel Bertema Permen Wild Bounty Showdown Hadir sebagai Game Reel Bertema Barat Baccarat Online Makin Populer sebagai Game Kartu Digital Blackjack Online Menjadi Pilihan Game Kartu Digital bagi Pengguna Mahjong Ways dari PG Soft Memperkuat Tren Game Reel Dragon Hatch dari PG Soft Menghadirkan Game Reel Bertema Naga Fortune Tiger Memperkenalkan Game Reel Bertema Keberuntungan Asia Treasures of Aztec Mengusung Game Reel Bertema Peradaban Aztec The Dog House dari Pragmatic Play Menawarkan Game Reel Big Bass Splash Membawa Game Reel Bertema Memancing Rise of Apollo Menghadirkan Game Reel Bertema Dewa Yunani Koi Kingdom dari PG Soft Memadukan Game Reel Bertema Ikan Koi Transformasi Game Reel Digital 2026 Terlihat dari Mahjong Ways Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft