Exposenews.id, Minut – Penolakan oleh warga dan perangkat desa terhadap Kumtua Desa Lilang yang baru dilantik masih saja terus dilakukan. Bahkan sejumlah perangkat desa melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes mereka.
Ini terlihat ketika Exposenews.id mengunjungi kantor Desa Lilang, Rabu (24/5/2023). Kondisinya sangat sepi padahal saat itu masih jam pelayanan kepada publik.
Dibeberkan Sekdes Lilang, Jein Pangkerego, selain aksi mogok kerja para perangkat desa, ada 300 lebih warga yang memberi tanda tangan untuk penolakan tersebut. Menurutnya, penolakan oleh warga saat ini sudah diserahkan ke DPRD Minut, dengan meminta posisi Kumtua lama harus dikembalikan.
“Ada 300 lebih warga yang bertanda tangan menolak Kumtua baru dan meminta kembalikan pejabat yang lama, dan ini sudah diserahkan ke DPRD Minut. Bahkan kemarin juga kami segel kantor desa, tapi sudah di buka Pak Camat,” ungkap Pangkerego.
Menariknya, warga juga menyoroti pernyataan Camat Kema, Daniel Komenaung yang mengatakan Kumtua sebelumnya, Indra Rondonuwu sudah tidak mau menjabat Kumtua. Mereka mengklaim perkataan camat tidak sesuai fakta.
“Ini pembohongan terhadap warga, sudah tanya ke Pak Indra, Pak Indra tidak pernah membahas masalah itu dengan pimpinannya,” Kata beberapa warga.
Sebelumnya, upaya konfirmasi seorang wartawan melalui pesan WA, Camat Kema hanya menjawab ASN siap ditugaskan dimana saja.
“Kalo mau jawaban coba tanya ke Indra,” kutipan pesan WA.
Terpisah, Indra Rondonuwu berkata, selaku ASN saya siap ditugaskan di mana saja. Apapun keputusan bupati Minut, harus diterima. Bahkan ia tetap meminta masyarakat untuk terus menerima dan mendukung keputusan Bupati.
“Saya sebagai ASN siap ditugaskan di mana saja, juga memohon kepada masyarakat dan perangkat desa Lilang untuk mendukung pejabat yang baru,” tutur Indra.
Mengenai penolakan jabatan seperti yang dikatakan camat Kema, Indra menjelaskan agar itu tidak perlu dipermasalahkan walaupun tidak pernah membahas urusan pelantikan.
“Hingga pelantikan tidak pernah membahas soal jabatan dengan pimpinan,” tandas Rondonuwu.
(**/Eba)