Pandemi Menggoncang, Pertanian Sulut Masih Kokoh Menopang Ekonomi Daerah

banner 120x600

Oleh: Ronald Ginting

Exposenews.id, Manado – Di tengah pandemi covid yang mengguncang berbagai sektor, namun sektor pertanian Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Ini diakui oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado, Donny Muksydayan Saragih saat pelaksanaaan Coffee Morning dengan media massa, kemarin.

“Sektor pertanian bangsa Indonesia masih tumbuh positif. Apalagi di Sulut yang selama ini mengandalkan pertanian. perikanan dan pariwisata, terlihat jelas bahwa pertanian kokoh meskipun digoncang pandemi covid,” tegas Donny.

Donny bilang ekonomi Sulut pertumbuhannya juga cukup baik, karena berada di atas nasional. Dan ini pastinya didukung oleh pertanian.

“Buktinya saja tidak banyak komoditas dari daerah lain masuk ke Sulut, karena di sini sudah cukup kuat. Bahkan Sulut dapat dikatakan sebagai daerah penyumbang komoditi bagi industri nasional,” ungkapnya.

Dia juga menyambut baik rencana Bandara Sam Ratulangi dijadikan hub internasional, karena efek dominonya bakal terasa di semua sektor.

“Makanya kini kami fokus mengembangkan UMKM di tingkat petani dan peternak,” sebut pria asal Batak tersebut.

Senada dengan Donny, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novli Wowiling berujar ketahanan pangan di Sulut yang baik membuat masyarakat mampu kuat menghadapi pandemi covid. Produksi yang dikelola pihaknya juga bertumbuh positif.

“NTP kita yang di atas 100, menunjukkan daya beli semakin meningkat. Ini juga tak lepas dari peran petani, dan media,” imbuh Wowilingm

Menurutnya Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw sudah mengarahkan masyarakat guna meningkatkan sektor pertanian ini. Selain itu keduanya mengusulkan kegiatan bersama dengan petani supaya lebih termotivasi dalam bekerja.

“Ada satu program Mari jo bakobong yang mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk lebih aware terhadap pertanian. Ke depan kami pun akan lebih dekat lagi dengan para petani,” jelasnya.

Dia juga mengapresiasi peran serta wali kota dan bupati yang mengingatkan masyarakat di wilayah masing-masing untuk mengelola pertanian ini dengan baik.

“Bila dikelola dengan baik maka hasilnya akan baik juga,” tukasnya.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber, Kepala BALITPALMA Ismail Maskromo, Kepala BPTP Steivie Karouw, Kadis Perkebunan Prov Sulut, Refly Ngantung, dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Edwin Kindangen. (RTG)