PALEMBANG, Exposenews.id – Musim kemarau kali ini benar-benar terasa menyengat di Palembang. Namun, panas yang menyengat ternyata bukan satu-satunya hal yang meresahkan. Dinas Kesehatan Kota Palembang baru-baru ini mengeluarkan data yang cukup mengejutkan: kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak drastis sepanjang tahun 2026. Bahkan, hingga bulan Juli, angka kasus yang berhasil ditangani sudah menembus puluhan ribu dan menyerang berbagai kelompok usia tanpa pandang bulat.
Bayangkan, dalam kurun waktu tujuh bulan saja, hampir seratus ribu warga Palembang harus berobat karena masalah pernapasan. Angka ini jelas menjadi alarm keras bagi kita semua, mengingat ISPA adalah penyakit yang sangat mudah menular dan bisa mengancam siapa saja, baik itu anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.
Kepala Dinkes Angkat Bicara: 94.964 Kasus dalam 7 Bulan!
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina, mengungkapkan dengan nada serius bahwa akumulasi kasus ISPA selama periode Januari hingga Juli 2026 memang mencapai angka yang sangat signifikan. Dalam keterangannya di Palembang pada Kamis (13/8/2026), beliau memaparkan bahwa total kasus yang tercatat dan telah ditangani oleh jajaran kesehatan setempat adalah sebanyak 94.964 kasus. “Selama periode Januari-Juli 2026 tercatat sebanyak 94.964 kasus ISPA yang kami tangani,” ungkap Fenty Aprina kepada awak media.
Meski angka yang dipaparkan terbilang sangat tinggi dan tentu saja meresahkan, pihak Dinas Kesehatan memastikan bahwa ada secercah kabar baik di tengah lonjakan ini. Menurut Fenty, hingga saat ini tidak ada laporan kematian yang disebabkan oleh penyakit ISPA di wilayah Palembang. “Alhamdulillah, di Palembang tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut,” ujarnya dengan lega. Hal ini tentu menjadi catatan penting bahwa penanganan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Palembang berjalan relatif baik, meski kasus yang masuk terus menggunung.
Waspada! ISPA Tak Kenal Usia, Anak-Anak hingga Lansia Jadi Sasaran
Tapi, sebenarnya apa sih penyakit ISPA ini dan mengapa ia begitu cepat menyebar? Mungkin di antara kita masih ada yang belum paham betul. ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, yaitu kondisi infeksi yang menyerang secara mendadak pada saluran pernapasan bagian atas. Organ-organ yang biasanya terdampak antara lain adalah hidung, sinus, faring, dan juga laring. Meskipun tergolong sebagai penyakit umum yang sering kita jumpai sehari-hari, kita tidak boleh menganggapnya sepele. Mengapa? Karena sifatnya yang sangat mudah menular, terutama ketika kualitas lingkungan sedang dalam kondisi kurang baik.
Fenty Aprina menegaskan bahwa ISPA tidak mengenal usia maupun status sosial. “ISPA menjangkit masyarakat semua kelompok usia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia,” jelasnya. Siapa pun yang terpapar bisa langsung merasakan gejalanya. Namun, yang paling rentan dan berisiko tinggi biasanya adalah anak-anak yang sistem imunnya masih belum sempurna, serta lansia yang daya tahan tubuhnya mulai menurun. Oleh karena itu, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan, terutama untuk melindungi kedua kelompok rentan ini.
Kenapa Musim Kemarau Jadi Momok? Debu dan Udara Kering Jadi Biang Kerok!
Lalu, apa yang membuat kasus ISPA tiba-tiba melonjak tinggi saat musim kemarau? Pertanyaan ini pasti terbersit di pikiran kita. Fenty Aprina menjelaskan bahwa musim kemarau menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus pernapasan ini. Pada musim kemarau, cuaca cenderung lebih panas dan kering, sehingga partikel-partikel debu di udara tidak hanya beterbangan lebih banyak, tetapi juga bertahan lebih lama di atmosfer. Debu-debu halus ini kemudian dengan mudah terhirup oleh manusia dan mengiritasi saluran pernapasan bagian atas.
“Penyakit ini sangat mudah menular dan bisa dialami oleh semua kalangan, khususnya para lansia dan anak-anak, apalagi saat musim kemarau karena banyak debu beterbangan yang memicu ISPA mudah menyebar luas,” jelas Fenty dengan tegas. Selain debu, polusi dari asap kendaraan yang semakin padat serta kurangnya curah hujan untuk membersihkan udara secara alami, turut memperparah kondisi tersebut. Akibatnya, saluran pernapasan kita menjadi lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi.
Melihat kondisi yang cukup mengkhawatirkan ini, Dinas Kesehatan Kota Palembang tidak tinggal diam. Mereka bergerak cepat dan terus menggencarkan berbagai upaya edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Fenty menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus melakukan sosialisasi massal mengenai betapa pentingnya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat atau yang lebih akrab kita sebut dengan PHBS. “Sebagai upaya pencegahan, saat ini pihaknya menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta selalu menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih,” ujar Fenty.
Edukasi ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga mengajak masyarakat untuk langsung melakukan aksi nyata. Menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin menyapu halaman, tidak membuang sampah sembarangan, serta meminimalisir aktivitas yang bisa menimbulkan debu, adalah langkah-langkah kecil yang dampaknya sangat besar untuk kesehatan bersama. Udara yang bersih tentu akan menurunkan risiko masuknya partikel berbahaya ke dalam tubuh kita.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, ada satu langkah sederhana namun sangat efektif yang terus digaungkan oleh Dinkes Palembang, yaitu penggunaan masker. Saat ini, masker bukan lagi sekadar aksesori atau alat pelindung saat pandemi, tetapi sudah menjadi kebutuhan saat musim kemarau. Penggunaan masker terbukti ampuh untuk memfilter udara yang kita hirup agar terhindar dari debu dan polutan berbahaya.
“Masyarakat juga kami minta menggunakan masker sebagai cara yang efektif agar terhindar dari penyebaran ISPA, terutama saat musim kemarau,” imbau Fenty. Ajakan ini menjadi krusial karena langkah pencegahan mandiri seperti memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area yang padat dan berdebu, bisa secara signifikan menurunkan angka penularan.
Dengan segala upaya yang telah dan terus dilakukan, kesadaran kolektif masyarakat Palembang sangat diharapkan. Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama. Bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, melainkan tugas kita bersama untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Mari kita terapkan PHBS, kenakan masker saat bepergian, dan selalu jaga kebersihan lingkungan. Dengan begitu, lonjakan kasus ISPA yang memprihatinkan ini bisa segera kita tekan bersama.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




