Exposenews.id – Siapa bilang pemain Indonesia cuma jadi penonton di liga asing? Eits, tunggu dulu! Kini, penggawa Timnas Indonesia, Sandy Walsh, sukses mencatatkan namanya sebagai anak bangsa pertama yang mengangkat trofi Liga Thailand. Bagaimana tidak? Ia baru saja mengantar Buriram United jadi juara kompetisi paling bergengsi di Negeri Gajah Putih tersebut. Selain itu, gelar ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa pemain Tanah Air sulit bersaing di level Asia Tenggara. Bahkan, keberhasilan ini terjadi pada musim 2025-2026 – tepat saat semua mata tertuju pada performa apiknya di pos bek kiri.
Bek Timnas Baliho Persib? Bukan! Kali Ini Sandy Walsh Bikin Heboh Negeri Gajah Putih
Pertandingan pamungkas yang digelar di Stadion Chang Arena pada Minggu (10/5/2026) malam WIB itu berlangsung sengit. Buriram United harus berbagi poin dengan Lamphun Warrior setelah skor akhir 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Awalnya, Robert Zulj sempat membawa tuan rumah unggul lebih dulu pada menit ke-79 melalui serangan terencana. Namun, baru enam menit masa injury time berjalan, Suriyachai dari kubu lawan sukses menyamakan kedudukan. Meski demikian, hasil imbang ini tetap cukup bagi Buriram United untuk mengunci puncak klasemen.
Berkat tambahan satu poin tersebut, Buriram United mengakhiri kompetisi dengan koleksi 70 poin. Sebagai gambaran, rekor mereka sangat impresif: 22 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 4 kekalahan sepanjang musim. Yang lebih mengejutkan lagi, keunggulan mereka atas pesaing terdekat, Port FC, mencapai sepuluh poin! Dengan kata lain, dominasi Thunder Castle – julukan Buriram – tak terbantahkan sejak pekan-pekan awal. Tidak heran jika Sandy Walsh ikut menikmati pesta juara ini.
Rating Mentereng di Tengah Hujan Tekelan, Peluang Treble Winner Masih Terbuka Lebar
Pelatih Mark Jackson dengan percaya diri memasang Sandy Walsh sebagai bek kiri sejak menit pertama. Sayangnya, ia hanya bermain 62 menit sebelum digantikan oleh Sasalak Haiprakhon. Tapi jangan salah, penampilannya tetap patut diacungi jempol! Menurut data dari Fotmob, Sandy mencatatkan 42 kali sentuhan bola serta akurasi umpan mencapai 84 persen. Selain itu, ia sempat melepaskan satu tembakan meski belum mengarah ke gawang. Di sisi pertahanan, ancaman lawan relatif minim, sehingga Sandy hanya perlu melakukan dua kali tekel – namun dengan tingkat kemenangan duel 100 persen! Hasilnya, rating 7,0 dari Fotmob pun ia raih, menempatkannya sebagai pemain terbaik keempat setelah Robert Zulj (8,4), Shinnapat Leeaoh (7,8), dan Myeong-Seok (7,2).
Dari Surabaya ke Singgasana Thailand, Inilah Bukti Nyata Pemain Indonesia Bisa Bersaing di Asia Tenggara
Inilah momen bersejarah yang dinanti para pecinta sepak bola Indonesia! Untuk pertama kalinya, seorang pemain WNI resmi menjadi juara Liga Thailand. Bahkan, keberhasilan ini langsung melekatkan status Sandy Walsh sebagai pemain asal Surabaya paling sukses yang pernah berkarier di kompetisi Gajah Putih. Sejak awal musim, ia sudah tampil dalam 20 laga Liga Thailand, dengan torehan 2 gol dan 2 assist. Tak hanya itu, total menit bermain yang ia kumpulkan mencapai 1.178 menit – sebuah angka fantastis untuk pemain debutan di klub raksasa Thailand tersebut.
Tapi stop dulu! Perjalanan Sandy dan Buriram United belum berakhir. Bahkan, mereka masih berpeluang meraih dua gelar tambahan musim ini: ASEAN Club Championship dan Piala FA Thailand. Mau tahu jadwalnya? Pada Rabu (13/5/2026) mendatang, Buriram United akan menjamu Johor Darul Takzim. Dengan agregat sementara 3-1, peluang lolos ke final ASEAN Club Championship terbuka lebar. Sementara itu, di Piala FA Thailand, mereka akan bertemu Ayutthaya United pada Minggu (17/5/2026). Jadi, jangan heran jika Sandy Walsh bisa membawa pulang lebih dari satu trofi musim ini!
Diakhiri dengan rasa bangga, gelar juara Liga Thailand ini telah dipersembahkan untuk para pendukung setia Timnas Indonesia. Oleh karena itu, nama Sandy Walsh sekarang dikenang sebagai pelopor yang berhasil menembus dominasi pemain lokal Thailand. Meskipun beberapa rekor individu hanya dicatatkan oleh statistik, fakta bahwa ia menjadi WNI pertama yang juara tidak terbantahkan. Kesimpulannya, prestasi ini bukan sekadar kemenangan klub, tapi juga kemenangan sepak bola Indonesia di mata Asia Tenggara.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
