Andrada Tak Kuasa Kendalikan Emosi, Tinju Lawan di Injury Time, Sanksi Panjang Menanti

Exposenews.id – Kiper Real Zaragoza, Esteban Andrada, secara brutal melayangkan tinju keras ke rahang bek Huesca, Jorge Pulido. Insiden sadis ini terjadi di laga panas La Liga 2 atau Segunda Division yang digelar di Stadion El Alcoraz, Minggu (26/4/2026) malam WIB. Akibat ulah nekat Andrada, keributan massal langsung pecah di lapangan! Wasit pun tak punya pilihan selain mengeluarkan tiga kartu merah sekaligus di laga yang akhirnya dimenangkan Huesca dengan skor tipis 0-1.

Sebelum aksi tinjunya viral, Andrada sebenarnya sudah bermain ugal-ugalan. Ia lebih dulu menerima kartu kuning kedua setelah dengan kasar mendorong Pulido hingga terjungkal ke tanah. Tak berhenti di situ, kiper asal Argentina itu kemudian berlari kencang mendekati korban dan tanpa ampun melancarkan pukulan tinju keras yang tepat menghantam rahang sang bek.

Baca Juga: Skandal Liga Italia: Eks Wasit Rocchi Dituduh Manipulasi Penunjukan Wasit demi Inter Milan

Rekan setim Andrada, Dani Tasende, ikut terkena imbas kartu merah wasit. Sementara itu, kiper Huesca, Dani Jimenez, juga tak mau kalah brutal. Ia membalas dengan tinju ke arah Andrada dan langsung mendapat kartu merah. Huesca pun harus kehilangan kiper utamanya di laga krusial tersebut!

Sanksi Berat Mengintai: Hingga 12 Laga Penjara Lapangan!

Berdasarkan regulasi ketat Federasi Sepak Bola Spanyol, siapapun pemain yang nekat melancarkan pukulan di lapangan hijau bisa dihukum mati! Ancaman hukumannya mencapai 12 laga. Andrada dan Jimenez kini sama-sama menghadapi ancaman sanksi berat tersebut. Jika hukuman maksimal dijatuhkan, karir mereka musim ini bisa langsung tamat!

Klub Langsung Jauhkan Diri: Zaragoza Kecam Keras Aksi Bejat Andrada!

Tak butuh waktu lama bagi manajemen Real Zaragoza untuk merespon aksi memalukan ini. Klub langsung merilis pernyataan resmi yang mengutuk habis-habisan tindakan pemainnya. Dalam pernyataan yang dikutip dari Mundo Deportivo, pihak klub menegaskan: “Kejadian ini SAMA SEKALI tidak merepresentasikan nilai-nilai luhur Real Zaragoza. Sepanjang sejarah, klub kami dikenal dengan keberanian, kemuliaan, dan rasa hormat terhadap lawan. Dengan tegas kami mengecam keras apa yang terjadi hari ini! Tindakan ini secara tidak bisa diterima telah mencoreng pertandingan sepak bola yang sangat penting bagi daerah kami.”

Bukan cuma kecaman, Zaragoza juga bergerak cepat. Mereka mengumumkan akan segera mengambil tindakan disipliner internal terhadap Andrada. “Mengenai pemain kami, Esteban Andrada, klub akan segera menganalisis kejadian secara mendalam dan menjatuhkan sanksi yang setimpal,” lanjut pernyataan resmi klub.

Andrada Merem Melek: Minta Maaf Sambil Pasrah Dihukum!

Menyadari kesalahannya sudah kelewat batas, Andrada pun keluar dari persembunyian. Dengan nada menyesal, ia meminta maaf secara terbuka. “Saya sangat menyesal atas apa yang terjadi semalam. Ini BUKAN citra yang baik untuk klub, untuk para suporter, dan untuk seorang profesional seperti saya,” tuturnya berlinang air mata (simbolis). “Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Jorge Pulido. Kita sama-sama pemain, dan saya benar-benar kehilangan kendali pada saat itu. Inilah konsekuensi dari emosi saya yang tak terkendali.”

Yang mengejutkan, Andrada tak lari dari tanggung jawab. Ia justru dengan tegas menyatakan siap digantung. “Saya siap menghadapi hukuman berat dari La Liga. Jika nanti diminta memberikan klarifikasi, saya akan datang dan menjelaskan semuanya dengan jujur. Saya terima konsekuensi apapun,” ujarnya dengan nada pasrah.

Bencana untuk Zaragoza: Kiper Utama Absen, Ancaman Degradasi Mengintai!

Nah, inilah dampak paling mengerikan bagi Zaragoza. Saat ini mereka sedang berjuang mati-matian menghindari jeratan degradasi. Kehilangan Andrada hingga 12 laga ke depan adalah pukulan telak yang bisa membuat tim ini terperosok lebih dalam!

Perlu diketahui, laga melawan Huesca kemarin adalah duel langsung enam poin di papan bawah klasemen Segunda Division. Kekalahan 0-1 akibat insiden kartu merah ini memperburuk posisi Zaragoza yang kini semakin terperosok di zona merah. Bisa dibilang, tinju Andrada tak hanya melukai rahang Pulido, tapi juga BUNUH peluang Zaragoza untuk selamat dari degradasi! Akankah klub segera mencari kiper baru? Atau Andrada akan dikontrak lebih dulu? Kita tunggu drama berikutnya!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com