Liverpool Kecewa dengan Cara Juventus Mendekati Alisson Becker

Exposenews.id Ternyata, Liverpool lagi naik pitam berat terhadap cara Juventus yang dianggap terlalu licik saat mendekati kiper andalan mereka, Alisson Becker. Ya, Si Nyonya Tua memang mati-matian ingin memboyong kiper asal Brasil itu di bursa transfer musim panas 2026 nanti. Namun, yang bikin Liverpool gondok bukanlah keinginan Juventus, melainkan cara pendekatan yang terkesan sembunyi-sembunyi dan nggak menghormati proses negosiasi resmi.

Juventus dan Kesepakatan Personal yang Bikin Gerah

Berdasarkan info terbaru yang bikin gempar, Alisson Becker kabarnya sudah mencapai kesepakatan personal dengan Juventus. Artinya, kiper jangkung itu sudah menganggukkan kepala buat hijrah ke Turin. Tapi nah, di sinilah letak masalahnya: Liverpool merasa Juventus main mata di belakang mereka. Mereka menganggap langkah Juventus nyelonong ke pemain tanpa pembicaraan resmi antarklub adalah tindakan yang nggak sportif dan bikin kesal.

Untuk yang belum tahu, Juventus benar-benar kepayang ingin mendapatkan Alisson karena kiper mereka sekarang, Michele Di Gregorio, kebanjiran kritik karena sering blunder. Kontrak Alisson di Anfield hanya tersisa semusim, tepatnya hingga musim panas 2027. Situasi ini langsung dimanfaatkan si Nyonya Tua untuk bergerak cepat. Mereka tahu bahwa ini peluang emas mendatangkan kiper top dengan harga yang mungkin lebih miring dari pasaran.

Petinggi Liverpool Naik Pitam Usai Dengar Permintaan Diskon

Kabarnya, Liverpool membanderol Alisson di kisaran 9-13 juta poundsterling, atau setara Rp209–302 miliar. Namun, manajemen Juventus langsung geleng-geleng kepala. Mereka keberatan dengan harga tersebut dan dengan muka tembok meminta memberi diskon besar-besaran. Alasannya? Karena kontrak Alisson cuma tinggal setahun. Bahkan, mereka sampai punya ide gila: meminta Liverpool membatalkan kontrak Alisson di tahun terakhirnya biar bisa direkrut secara gratis. Waduh, minta ampun, ya!

Begitu mendengar kelakuan Juventus yang satu itu, petinggi Liverpool langsung panas telinganya. Mereka melihat Juventus bukan lagi sebagai raksasa Italia, tapi lebih mirip tim yang kekurangan uang dan nekat pakai cara instan. Rasa kesal ini makin menjadi karena mereka merasa dianggap remeh. Manajemen The Reds menilai pendekatan semacam itu tidak mencerminkan profesionalisme klub besar.

Meskipun naik pitam, Liverpool tetap harus berpikir matang-matang sebelum melepas Alisson. Pasalnya, hingga saat ini The Reds belum punya pengganti yang benar-benar sepadan. Alisson bukan kiper biasa. Dia adalah jantung pertahanan dan ikon kemenangan Liverpool di era modern. Maka dari itu, keputusan menjualnya bukan sekadar urusan uang, tapi juga strategi jangka panjang yang harus dihitung dengan cermat.

Alisson: Legenda Hidup yang Sulit Tergantikan

Sejak bergabung dari AS Roma pada Juli 2018, Alisson sudah mencatatkan 137 kali clean sheet dari 332 pertandingan. Dia menjadi pahlawan di balik trofi Liga Champions, dua gelar Liga Inggris, Piala FA, dan EFL Cup. Di mata fans Liverpool, namanya sudah sejajar dengan para legenda. Bahkan di usia 33 tahun, performanya masih garang dan sulit digantikan. Jadi, kalau Juventus berpikir Liverpool bakal rela kasih diskon, oh jelas mereka salah besar.

Memang, Liverpool sudah memiliki Giorgi Mamardashvili sebagai calon suksesor. Sejak didatangkan dari Valencia di musim panas 2025, kiper Georgia itu berperan sebagai cadangan Alisson. Namun, saat diberikan kesempatan bermain, Mamardashvili malah terkena cedera hamstring. Akibatnya, Liverpool terpaksa menurunkan kiper ketiga mereka, Freddie Woodman. Ini jelas bukan situasi ideal buat tim sekelas Liverpool.

Woodman Unjuk Gigi dan Rumor Buruan Baru

Untungnya, Freddie Woodman sukses unjuk gigi saat dimainkan. Dalam laga derbi panas melawan Everton, Woodman tampil gemilang dan membawa Liverpool meraih kemenangan penting. Meski begitu, jangan buru-buru menyebut Woodman sebagai pewaris takhta. Mereka tetap butuh waktu dan pengalaman buat membangun kiper baru, sementara Alisson di usianya sekarang masih berada di level dunia.

Sambil terus mematangkan proses transfer Alisson ke Juventus, Mereka diam-diam juga dikabarkan tertarik pada kiper kedua Manchester City, James Trafford. Artinya, The Reds nggak mau cuma diam sambil meratapi kepergian Alisson. Mereka sudah mulai menyusun rencana darurat. Apakah Juventus akan sukses mendapatkan Alisson dengan harga miring atau malah keduluan strategi licik? Kita tunggu saja kelanjutan drama panas ini di bursa transfer musim panas 2026!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com