Exposenews.id – Laga panas yang seharusnya jadi ajang pembinaan bakat muda berubah drastis menjadi arena pertarungan! Ya, aksi kekerasan yang memalukan mewarnai pertandingan antara Bhayangkara FC vs Dewa United U20 dalam lanjutan kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U20.
Pertandingan yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (19/4/2026) itu sendiri berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Dewa United. Namun, sayangnya, hasil akhir ini benar-benar terlupakan setelah drama kericuhan yang melibatkan pemain dari kedua kubu pecah usai peluit panjang dibunyikan.
Kronologi Kekacauan: Dari Spontanitas hingga Tendangan Kungfu Mematikan
Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula huru-hara ini terjadi? Menurut pantauan di lapangan, kronologi keributan bermula tepat setelah pertandingan usai. Saat itu, situasi di pinggir lapangan mulai memanas ketika para pemain dari kedua tim saling berkonfrontasi dan adu mulut.
Namun, suasana yang semestinya bisa diredam justru semakin tidak kondusif setelah seorang pemain Bhayangkara FC U20 yang diduga bernama Fadly Alberto Hengga tiba-tiba bertindak di luar nalar. Alih-alih melerai, dia malah melepaskan tendangan kungfu akrobatik kepada seorang pemain Dewa United U20! Tendangan ini pun langsung menjadi pemicu utama kericuhan massal.
Tak berhenti di situ, kericuhan pun meluas seketika setelah sejumlah pemain Bhayangkara FC lainnya ikut serta dalam aksi kekerasan. Nama-nama seperti Ahmad Catur Prasetyo dan Aqilah Lissunah pun turut disebut-sebut terlibat dalam insiden memalukan ini.
Firman Utina Kecam Pedas: Pelatih Kok Jadi Preman?
Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata keributan ini tidak hanya melibatkan para pemain! Staf kepelatihan pun ikut terseret dalam amuk massa di lapangan. Sorotan paling tajam pun tertuju pada sosok mantan kiper Persipura Jayapura, Ferdiansyah, yang saat ini menjabat sebagai pelatih kiper Bhayangkara FC U20.
Berdasarkan foto-foto yang beredar liar di media sosial, Ferdiansyah diduga kuat ikut melakukan aksi kekerasan hingga masuk ke area bangku cadangan Dewa United U20. Waduh, ini sudah keterlaluan!
Akibat tindakannya ini, Firman Utina pun langsung naik pitam. Lewat unggahan Instagram Story miliknya, figur terkenal di dunia sepak bola nasional ini mengunggah foto Ferdiansyah saat tengah beradu fisik dengan staf pelatih Dewa United U20. Tak cukup dengan foto, Firman pun menyelipkan sindiran pedas yang langsung menyasar status kepelatihan Ferdiansyah.
“Kamu itu pelatih, BUKAN PREMAN! Makanya, ikut kursus jangan tidur supaya bisa belajar bersama-sama. Ini bukan zamannya lo main dulu, nanti kita bakal ketemu ya coach,” tulis Firman dengan nada sarkastis yang menusuk kalbu. Serangan Firman ini pun sontak menjadi perbincangan hangat netizen!
Pihak Dewa United Buka Suara: Pemain Jadi Korban Tendangan Brutal
Sementara itu, bagaimana respons dari kubu yang dirugikan? Pihak Dewa United pun langsung bergerak cepat. Mereka mengonfirmasi bahwa pemain muda bernama Rakha Nurkholis menjadi korban kekerasan paling parah dalam insiden ini. Rakha bahkan harus mendapatkan perawatan intensif akibat memar dan luka-luka di sekujur tubuh dan wajahnya.
Yang lebih tragis, Rakha merupakan pemain yang menjadi sasaran langsung tendangan kungfu dari pemain Bhayangkara FC yang diduga sebagai Fadly Alberto Hengga. Dukungan penuh pun langsung mengalir deras dari manajemen Dewa United.
Melalui akun Instagram resmi @dufc.development, mereka menuliskan pesan emosional, “Apakah ini pertandingan sepak bola yang sesungguhnya? Terima kasih atas segala usahamu, Anak Dewa. Cepat sembuh, Rakha!” Seruan ini sekaligus menjadi protes keras terhadap kerasnya pertandingan yang tidak mencerminkan nilai-nilai olahraga.
Sanksi Berat Menanti! Ketua BTN dan Komdis PSSI Sudah Gerak Cepat
Insiden yang sangat memalukan ini ternyata sudah sampai ke meja hijau otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, pun langsung bereaksi keras saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2026).
“Saya sedang memastikan kronologinya secara detail, kenapa sampai terjadi keributan seperti ini. Yang jelas, apa pun alasannya, tidak dibenarkan melakukan keributan di dalam lapangan,” tegas Sumardji dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Sumardji juga menegaskan bahwa para pemain yang terbukti terlibat dalam kericuhan ini terancam sanksi berat yang akan segera dijatuhkan. “Mekanismenya jelas, kami akan menunggu keputusan resmi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi akan menyusul,” pungkasnya.
Kini, publik pun menanti dengan siapa sanksi tegas akan dijatuhkan. Apakah hanya pemain, atau staf pelatih seperti Ferdiansyah juga akan ikut diganjar hukuman? Satu hal yang pasti, aksi kekerasan dalam sepak bola muda ini tidak akan ditoleransi.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
