Diego Simeone Gagal Tahan Air Mata Usai Atletico Madrid Dipermalukan di Final

Exposenews.id – Sungguh menyakitkan! Atletico Madrid terpaksa mengubur dalam-dalam mimpi mereka untuk meraih trofi perdana musim ini. Bagaimana tidak? Mereka baru saja menelan pil pahit kekalahan dari Real Sociedad pada partai puncak Copa Del Rey 2025-2026. Akibatnya, hasrat untuk mengangkat piala harus ditunda hingga waktu yang tak ditentukan.

Laga sengit antara Atletico Madrid kontra Real Sociedad yang berlangsung di Stadion La Cartuja, Sevilla, Minggu (19/4/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan skor dramatis 2-2, kemudian berlanjut ke babak adu penalti yang menegangkan. Namun, nahas! Los Colchoneros gagal total setelah kalah 3-4 dalam drama tendangan putih tersebut.

Seusai pertandingan, Diego Simeone langsung meluapkan kekecewaannya di hadapan awak media. Ia mengaku hancur karena perjuangan keras para pemainnya terasa sia-sia saat hasil akhir justru tidak berpihak kepada mereka. “Tidak banyak yang bisa saya katakan,” ujar Simeone dengan nada getir, dikutip langsung dari Into The Calderon.

Dengan berat hati, pelatih asal Argentina itu mengaku hanya bisa berusaha hadir untuk para pemainnya. “Mereka tahu betul bahwa mereka telah mengerahkan upaya luar biasa,” tegasnya. “Bahkan, kami menampilkan babak kedua yang sangat bagus dan permainan solid di masa perpanjangan waktu.” Sayangnya, semua kerja keras itu tak cukup untuk membawa pulang trofi.

Simeone pun dengan tegas menyatakan bahwa sejatinya timnya bisa mengakhiri laga lebih cepat. “Kami seharusnya tak perlu berlarut-larut hingga adu penalti,” sesalnya. Namun, kenyataan berkata lain. Keberuntungan seolah benar-benar berpaling dari kubu Atletico Madrid malam itu.

Simeone Soroti Performa Buruk Anak Asuhnya: Efektivitas Jadi Biang Kerok!

Masih dalam suasana kecewa, Diego Simeone lantas mengomentari secara blak-blakan penampilan tim asuhannya sepanjang laga. Ia tak bisa menutupi kenyataan bahwa para pemainnya sedang tidak dalam performa terbaik. Menurutnya, ada satu faktor krusial yang membedakan timnya dengan lawan.

“Pertama-tama, saya tetap ingin mengucapkan selamat kepada tim lawan,” buka Simeone dengan lapang dada. “Mereka sukses memainkan permainan yang tepat sesuai kebutuhan mereka.” Sementara itu, ia menyoroti tajam efektivitas para pemain Real Sociedad yang justru tidak dimiliki oleh skuat besutannya.

“Kami memulai laga dengan buruk,” akui pelatih berjuluk El Cholo itu. “Memang, kami sempat merespons setelah gol pertama masuk.” Akan tetapi, momentum itu tak bertahan lama. “Kami menyamakan kedudukan, namun kemudian kehilangan intensitas lagi.” Ia menambahkan, “Mereka bermain lebih intens meskipun sebenarnya tak menciptakan banyak peluang emas.”

“Gol kedua lawan tercipta,” lanjut Simeone menjelaskan runtutan kejadian. “Karena itu, saat jeda kami langsung membahas cara mengubah pendekatan permainan,” tegasnya. Dari sinilah, kekalahan itu terasa semakin perih karena peluang sebenarnya masih terbuka lebar.

Kelelahan Diklaim Jadi Kambing Hitam Usai Lawan Barcelona?

Meskipun hancur hati, Simeone tampak legawa menerima kenyataan pahit ini. Ia merasa bahwa faktor keberuntungan sedang benar-benar tidak memihak kepada kubu Atletico Madrid, terutama saat adu penalti berlangsung. “Kami sudah bermain baik, para pemain sudah memberikan segalanya,” ujarnya pasrah.

“Sayang sekali, adu penalti lebih berpihak kepada mereka,” keluh Simeone. “Kami tetap memberi selamat kepada para pemenang. Sejujurnya, tak banyak lagi yang bisa saya katakan,” pungkasnya dengan nada letih. Semua ucapan selamat disampaikan dengan rasa hormat yang mendalam, meski hati terasa tertusuk.

Lebih lanjut, Simeone mengungkapkan satu faktor lain yang menurutnya turut berperan: kelelahan. Ia menjelaskan bahwa para pemainnya masih kehabisan stamina usai menjalani laga ketat melawan Barcelona pada leg kedua perempat final Liga Champions, tengah pekan lalu. “Setelah bermain 90 menit penuh melawan Barça empat hari lalu, itu wajar jika tim mengalami penurunan performa di babak tambahan,” tuturnya.

“Meskipun begitu, saya rasa kami tetap bermain dengan baik,” tegas Simeone berusaha mencari sisi positif. “Terlepas dari 10 meni awal pertandingan yang buruk, saya menilai kami solid dan tim sudah memberikan segalanya,” tandasnya. Perjuangan maksimal itu dirasa sudah cukup untuk membuatnya sedikit tenang.

Fokus Patahkan Mental Pemain! Lupakan Arsenal Dulu!

Ketika awak media melontarkan pertanyaan tentang target berikutnya melawan Arsenal, Simeone langsung memotong dengan tegas. “Saya belum memikirkan Arsenal sama sekali!” serunya. Baginya, luka kekalahan di final ini jauh lebih menyakitkan dan butuh segera diobati.

“Ini benar-benar menyakitkan,” ulang Simeone sekali lagi untuk menekankan rasa kecewanya. “Kami butuh kemenangan, tapi kami gagal meraihnya.” Saat ini, fokus utamanya bukanlah menyusun taktik untuk Arsenal. Melainkan, ia masih berupaya keras mengembalikan mental para pemainnya yang hancur usai kalah di final Copa Del Rey.

“Saya belum memikirkan Arsenal,” tutup Simeone dengan nada bulat. “Kami semua telah memberikan yang terbaik di sini, dan itu sedikit memberi saya ketenangan pikiran,” akunya. Kini, seluruh penggemar Atletico Madrid hanya bisa berharap bahwa Simeone mampu segera membangkitkan skuatnya dari keterpurukan ini. Pasalnya, tantangan berat masih menanti di depan mata.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com