Exposenews.id – Bayangkan, mega bintang sepak bola dunia, Lionel Messi, kini harus berurusan dengan meja hijau di Amerika Serikat. Apa pasal? Publik sontak digemparkan setelah sang idola gagal menunjukkan aksinya dalam laga uji coba timnas Argentina melawan Venezuela pada Oktober 2025 lalu. Akibat keputusan itu, pihak penyelenggara langsung naik pitam dan melayangkan gugatan keras!
Hebohnya lagi, bukan cuma satu atau dua tuntutan. Perusahaan penyelenggara acara asal Miami, yaitu Grup Musik VID, mengajukan sepuluh gugatan sekaligus ke pengadilan Florida Selatan, Amerika Serikat. Mereka tidak main-main! Selain menyeret Messi ke meja hijau, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan agen pihak ketiga bernama Julian Marcos Kapelan pun ikut digugat dalam kasus yang sama.
Isi Gugatan: Messi Dituding Mengelabui Penyelenggara
Menukil laporan dari The Athletic, pihak VID dengan tegas menuduh Messi terlibat dalam skema yang cukup licik. Mereka menyebutnya sebagai “tindakan untuk mendorong perusahaan menandatangani kontrak dengan AFA di bawah dalih palsu.” Waduh, serius banget ini! Tidak berhenti di situ, La Pulga juga dituduh melakukan kesalahan penyajian informasi karena kelalaiannya, plus mengganggu kontrak yang sudah disepakati bersama. Jadi, bukan sekadar absen, tapi ada unsur “tipu-tipu” manis di dalamnya menurut kacamata penyelenggara.
Messi Nongol di Stadion Tapi Ogah Main, Penonton Hanya 15 Ribu!
Nah, ini bagian yang paling bikin geregetan. Laga uji coba antara Argentina kontra Venezuela digelar megah di Hard Rock Stadium pada 10 Oktober 2025. Waktunya pas banget dengan kalender FIFA Matchday. Namun, kecewa berat! Messi ternyata tidak masuk dalam skuad Albiceleste pada pertandingan tersebut.
Pihak VID mengaku baru tahu kalau Messi batal tampil sehari sebelum pertandingan bergulir. Yang lebih menyakitkan, mereka tidak mendapat pemberitahuan resmi sama sekali dari AFA sebelumnya. Ironisnya, Messi justru terlihat hadir di stadion bersama keluarga tercinta. Dia duduk manis di tribun, tetapi enggan turun ke lapangan. Parahnya lagi, kehadiran di tribun itu tetap difasilitasi oleh pihak penyelenggara, lengkap dengan segala kenyamanan. Namun, tanpa aksi si mega bintang di lapangan, publik pun kecewa berat!
Puncak kemarahan VID datang dari fakta bahwa absennya Messi berdampak langsung terhadap jumlah penonton. Stadion yang besar itu hanya terisi sekitar 15.000 orang, atau cuma 23 persen dari total kapasitas! Bayangkan, padahal dalam perjanjian kontrak, sudah disebutkan dengan jelas bahwa Messi wajib tampil minimal 30 menit di setiap pertandingan, kecuali jika mengalami cedera parah atau sakit keras. Kehadiran Messi jelas dinilai sebagai elemen utama yang menentukan nilai komersial laga tersebut. Tanpanya, laga seperti kehilangan magnet utama.
Sengketa Kontrak Memanas, Kerugian Tembus Jutaan Dolar
Panasnya kasus ini makin menjadi-jadi karena VID juga menuding AFA melakukan pelanggaran kontrak yang serius. Salah satunya adalah tidak membayarkan kompensasi sebesar 25 persen dari nilai kesepakatan akibat absennya Messi. Tahu berapa uang yang sudah dikeluarkan VID? Perusahaan tersebut mengungkapkan dengan gamblang bahwa mereka telah membayar sekitar 7 juta dolar AS untuk mendapatkan hak eksklusif menyelenggarakan dua pertandingan uji coba Argentina di Amerika Serikat.
Selain laga lawan Venezuela yang berujung petaka, sebenarnya ada pertandingan lain antara Timnas Argentina kontra Puerto Rico yang juga masuk dalam kesepakatan. Nah, yang bikin VID makin gemas, dalam laga melawan Puerto Rico itu, Messi justru tampil perkasa dan mencatatkan dua assist saat Argentina menang telak 6-0. Jadi, mengapa dia tidak bisa melakukan hal serupa saat melawan Venezuela? Pertanyaan ini terus menghantui pihak penyelenggara.
Kerugian yang dialami VID tidak berhenti di angka 7 juta dolar. Mereka mengklaim juga mengalami kerugian lebih dari 1,3 juta dolar AS setelah pertandingan yang semula dijadwalkan megah di Chicago harus dipindahkan paksa ke Fort Lauderdale. Alasan pemindahan tersebut adalah faktor keamanan. Namun, bagi VID, ini adalah pukulan telak yang meruntuhkan pendapatan mereka.
Agen Messi Juga Kena Batunya, Lisensi Kedaluwarsa?
Bukan cuma Messi dan AFA yang disorot, agen pihak ketiga bernama Julian Marcos Kapelan pun ikut diseret ke pusaran masalah ini. VID menuduh Kapelan melakukan penipuan dan terlibat aktif dalam negosiasi antara VID dan AFA. Tuduhan yang lebih serius adalah bahwa lisensi agen pertandingan FIFA milik Kapelan disebut-sebut telah kedaluwarsa saat dia melakukan negosiasi. Artinya, dia mungkin tidak memiliki wewenang resmi untuk menjadi perantara dalam kesepakatan sebesar itu. Ini tentu menjadi bumerang yang mematikan bagi pihak AFA dan Messi sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, suasana masih mencekam. Pihak Messi, AFA, maupun Julian Marcos Kapelan belum memberikan tanggapan resmi sedikit pun terkait gugatan tersebut. Publik dan penggemar sepak bola di seluruh dunia kini menahan napas, menanti bagaimana kuda-kuda hukum ini akan berakhir. Apakah Messi akan dihukum berat? Atau justru gugatan ini akan buyar di tengah jalan? Satu yang pasti, kasus “mangkir” ini telah mencoreng sedikit reputasi sang maestro, dan konsekuensinya bisa sangat mahal, baik dari segi finansial maupun nama baik.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
