Exposenews.id – Sebuah peristiwa tragis dan menggegerkan kembali mengguncang wilayah Ngawi, Jawa Timur. Pada Kamis pagi, (28/8/2025), kabar duka yang memilukan menyelimuti warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, setelah Andik Kristanto (39), seorang pemilik angkringan, harus meregang nyawa secara tragis akibat ditusuk oleh seorang orang tak dikenal. Lebih miris lagi, insiden keji ini justru terjadi pada momen yang sangat tenang, yaitu saat korban sedang bersantai menikmati secangkir kopi hangat di angkringan milik Andika Rangga Utama yang terletak di Pasar Ngale. Akibatnya, dunia maya dan warga setempat pun digemparkan oleh kabar nahas yang sangat memilukan ini.
Korban Dilarikan ke Rumah Sakit Namun Nyawa Tidak Tertolong
Selanjutnya, menurut informasi yang berhasil dihimpun dari para saksi, korban sempat dilarikan dengan cepat ke RS At Tin Husada Ngawi untuk mendapatkan pertolongan medis yang maksimal. Akan tetapi, sayangnya segala usaha dari tim medis tersebut tidak membuahkan hasil; nyawa Andik Kristanto dinyatakan tidak tertolong lagi dan ia pun meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif dalam waktu yang singkat. Alhasil, keluarga yang ditinggalkan pun harus merelakan kepergiannya untuk selama-lamanya dalam duka yang mendalam.
Saksi Kunci Ungkap Kronologi Kedatangan Pelaku yang Misterius
Sementara itu, Andika Rangga Utama (31), yang merupakan pemilik angkringan sekaligus saksi mata utama dalam peristiwa mengerikan ini, kemudian menuturkan kronologi detail kejadiannya dengan jelas. Menurutnya, drama berdarah ini sebenarnya sudah dimulai sejak seorang lelaki tak dikenal itu mendatangi lapaknya pada Rabu dini hari (28/8/2025) sekitar pukul 02.45 WIB. Saat itu, pelaku terlihat biasa saja dan langsung memesan secangkir kopi tanpa menunjukkan sikap yang mencurigakan.
Baca Juga: Jet Militer Polandia Jatuh Saat Latihan, Pilot Tewas
“Saya sempat iseng menanyakan asal-usulnya untuk sekadar berbasa-basi, dan dia hanya menjawab kalau tinggal di sekitar sini saja dengan singkat,” jelas Andika, menggambarkan betapa pelaku terlihat sangat biasa dan sama sekali tidak mencurigakan pada awalnya. Namun, siapa sangka bahwa kedatangan lelaki misterius itu justru akan membawa petaka yang sangat besar beberapa saat kemudian?
Momen Serangan Mendadak yang Memicu Kepanikan
Beberapa saat setelah kedatangan pelaku, tanpa diduga sama sekali, korban pun datang dan ikut memesan kopi di tempat itu seperti biasanya. Sebenarnya, kebiasaan korban untuk mampir ke angkringan tersebut setelah menutup lapak dagangannya sudah menjadi rutinitas mingguan yang biasa. Namun, pagi itu ternyata nasib berkata lain dan membawa malapetaka. Tiba-tiba, orang tak dikenal itu beranjak mendekati Andik Kristanto dan secara tiba-tiba serta tanpa alasan yang jelas menyabetkan senjata tajam ke arahnya dengan sangat kasar!
Spontan, Andika yang kaget dan panik lalu berusaha melawan dan mendorong pelaku dengan sekuat tenaga karena melihatnya terus berusaha menikam korban berulang kali tanpa henti. “Korban juga sempat melawan balik dengan mendorong pelaku sekuatnya, tapi sayangnya dia seperti kena tusukan tajam setidaknya dua kali di bagian vital,” lanjut Andika, menggambarkan kepanikan dan ketakutan yang terjadi di tempat itu secara detail.
Upaya Kabur dan Ciri-Ciri Pelaku yang Terekam
Akibatnya, Andika bersama korban yang sudah terluka parah pun memutuskan untuk kabur menyelamatkan diri dari kejaran pelaku yang masih membawa senjata tajam dan terlihat sangat agresif. Namun, sayangnya, karena lukanya yang cukup parah dan mengeluarkan banyak darah, korban sempat tersungkur jatuh di aspal jalan. Meski begitu, dengan sisa tenaga dan semangat hidup yang kuat, korban berhasil bangkit kembali dan terus berlari sekuat mungkin untuk menyambung nyawanya.
Tak lama setelah serangan itu, pelaku akhirnya kabur menggunakan sepeda motor dengan cepatnya. Sayangnya, dalam kondisi panik dan trauma yang mendalam, Andika mengaku tidak dapat mengingat wajah atau bahkan nomor polisi kendaraan yang digunakan dengan jelas. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, korban sempat berpesan singkat kepada Andika bahwa ia sama sekali tidak mengenal atau memiliki masalah dengan pelaku. Satu-satunya ciri yang berhasil diingat Andika hanyalah perawakan pelaku yang kurus dan motor yang dikendarainya, yaitu Kawasaki Ninja berwarna merah yang terlihat melesat cepat.
Kepala Dusun Saksikan Korban Sudah Tergeletak Lemas
Di sisi lain, Kepala Dusun Ngale, Bambang Sulistyo, juga ikut memberikan kesaksiannya yang lengkap mengenai peristiwa naas tersebut. Ia mengaku terbangun dari tidur lelapnya setelah Andika mengetuk pintu rumahnya dengan sangat panik untuk minta tolong. Begitu keluar, Bambang langsung menemukan korban sudah tergeletak lemas di tepi jalan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan penuh dengan darah.
Oleh karena itu, tanpa menunggu lama dan berpikir panjang, Bambang segera membawa korban dengan mobil pribadinya ke Puskesmas Gemarang untuk mendapatkan pertolongan pertama yang memadai. Akan tetapi, mengingat lukanya yang sangat serius dan dalam, korban akhirnya dirujuk ke RS At Tin Husada Ngawi agar bisa mendapatkan perawatan intensif yang lebih lengkap dan menyeluruh.
“Saya melihat langsung korban mengalami luka tusuk yang sangat dalam di bagian dada bawahnya. Saya pun langsung melarikannya ke puskesmas, lalu lanjut ke rumah sakit dengan harapan bisa tertolong. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong lagi,” ungkap Bambang dengan nada pilu dan penuh penyesalan.
Polisi Ngawi Turun Tangan dan Olah TKP untuk Usut Motif
Sampai saat ini, pihak kepolisian setempat masih belum memberikan keterangan resmi terkait kasus penusakan keji ini. Namun, Tim Satuan Reskrim Polres Ngawi dikabarkan sudah turun tangan langsung dan sedang melakukan olah TKP secara sangat menyeluruh dan detail untuk memburu pelaku serta mengungkap motif tersembunyi di balik pembunuhan keji yang memilukan ini. Masyarakat Ngawi pun berharap besar agar pelaku segera ditangkap dan diadili seberat-beratnya untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com