Berita  

Buruh Serbu DPR Tuntut Hapus Outsourcing & UMP Naik 10,5%, Ini Daftar Lengkapnya!

Sejumlah aparat kepolisian bersiaga di depan Gerbang Pancasila, menjelang aksi demo buruh

Exposenews.id – Ibu kota kembali menjadi pusat perhatian nasional ketika ribuan buruh dari seluruh wilayah Jabodetabek memadati Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025. Gelombang manusia yang membanjiri pusat pemerintahan ini menggelar aksi unjuk rasa secara serentak di dua lokasi vital: Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan. Suara gemuruh para demonstran menggema di sepanjang jalan protokol, mengiringi langkah ribuan pasang kaki yang berjalan menuju titik-titik unjuk rasa.

Asal Massa Demonstran
Massa aksi yang memadati ibu kota berasal dari berbagai daerah penyangga, terutama kawasan industri Karawang dan Bekasi yang dikenal sebagai jantung industri manufacturing Indonesia. Tak hanya itu, ribuan buruh juga datang dari wilayah Bogor yang dikenal dengan sektor pertanian dan manufakturnya, Depok dengan berbagai industri jasa dan perdagangan, Tangerang sebagai basis industri otomotif dan elektronik, serta berbagai titik di dalam wilayah DKI Jakarta sendiri. Mereka bergerak secara terorganisir menggunakan ratusan bus dan kendaraan lainnya sejak dini hari untuk menyampaikan sejumlah tuntutan yang telah dipersiapkan matang-matang.

Enam Tuntutan Utama
Para demonstran menyuarakan enam tuntutan utama yang menjadi agenda perjuangan mereka. Pertama, penghapusan sistem alih daya (outsourcing) yang dinilai sebagai penyebab utama upah rendah dan ketidakpastian kerja. Kedua, tuntutan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 sebesar 8,5-10,5% untuk mengejar ketertinggalan dari kenaikan harga kebutuhan pokok. Ketiga, penolakan terhadap praktik pemutusan hubungan kerja sepihak yang marak terjadi belakangan ini.

Keempat, pengusulan pembentukan satuan tugas khusus penanganan PHK yang independen dan berpihak pada pekerja. Kelima, reformasi sistem jaminan sosial yang komprehensif termasuk perlindungan kesehatan dan pensiun. Keenam, desakan untuk segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa menggunakan skema omnibus law yang dinilai merugikan hak-hak pekerja.

Pelopor Aksi Demo Buruh

Aksi nasional yang bersejarah ini diorganisir oleh koalisi berbagai organisasi pekerja terkemuka. Partai Buruh di bawah pimpinan karismatik Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), memimpin gerakan ini dengan penuh semangat. Tak kurang dari 50 serikat pekerja dari berbagai sektor industri bergabung dalam koalisi ini, menciptakan solidaritas yang kuat antar berbagai jenis pekerjaan dan profesi.

Penolakan KSPSI
Di sisi lain, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengambil sikap berbeda yang cukup mengejutkan banyak pihak. Pemimpin KSPSI, Jumhur Hidayat, dengan tegas menyatakan telah menginstruksikan tiga juta anggotanya untuk tidak berpartisipasi dalam unjuk rasa. KSPSI yang merupakan organisasi pekerja tertua dan terbesar di Indonesia ini memilih jalur dialog formal, mengingat sejarah panjang organisasi ini yang pernah menjadi satu-satunya serikat pekerja yang diakui pemerintah pada masa Orde Baru.

Antisipasi Kepolisian
Menghadapi aksi besar-besaran ini, kepolisian telah menyiapkan pengaturan lalu lintas khusus dan skenario pengamanan berlapis. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan bahwa pengaliran arus lalu lintas akan disesuaikan secara dinamis dengan situasi lapangan. “Kami telah menyiapkan 12 titik alternatif pengalihan lalu lintas dan mengerahkan 2.000 personel untuk mengamankan jalannya demonstrasi,” jelasnya di depan awak media.

Baca Juga: Demo DPR 25 Agustus Berakhir Ricuh! Polisi Amankan 15 Orang

Komarudin menambahkan bahwa pengalihan lalu lintas hanya akan dilakukan jika massa demonstran memenuhi badan jalan dan mengganggu arus kendaraan. “Prinsip kami adalah mengutamakan keamanan dan ketertiban selama unjuk rasa berlangsung, sambil tetap menghormati hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara demonstrasi untuk memastikan aksi berjalan damai dan tertib.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com