Berita  

Polisi Gerebek Tambang Ilegal di Kuansing, 4 Rakit Tambang Emas Dibakar!

PEKANBARU, Exposenews.id – Polda Riau baru saja menggempur tambang emas ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada Kamis (31/7/2025). Mereka sengaja menggelar operasi ini jelang event besar Pacu Jalur untuk membersihkan wilayah dari aktivitas perusak lingkungan.

Dibakar Sampai Habis!
Wakil Kepala Polda Riau, Brigjen Adrianto Jossy Kusumo, memimpin langsung operasi ini. Pasukannya menemukan empat rakit tambang emas ilegal yang bersembunyi di kebun sawit Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah. Sayangnya, para penambang kabur begitu mendengar kedatangan polisi.

“Kami tidak main-main! Empat rakit ilegal ini langsung kami bakar sampai habis,” tegas Jossy saat berbicara dengan wartawan.

Polisi Sita Alat-Alat Ilegal
Polisi tidak hanya menemukan rakit, tetapi juga menyita berbagai peralatan tambang ilegal, termasuk:
✔ 1 unit mesin pompa
✔ Selang panjang
✔ Tampi dulang emas
✔ Drum plastik
✔ Karpet cacing

Satreskrim Polres Kuansing mengamankan semua barang bukti ini untuk penyelidikan lebih lanjut.

Operasi Kilat, Tapi Pelaku Kabur!
Jossy menjelaskan bahwa timnya langsung bergerak cepat ke lokasi setelah apel pasukan. Namun, para penambang sudah kabur lebih dulu.

“Begitu dapat laporan, kami langsung bergerak. Sayang, pelaku sudah pada minggat,” ujarnya.

Beberapa petinggi Polda Riau turut serta dalam operasi ini, seperti:
✔ Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Ade Kuncoro Ridwan
✔ Dansat Brimob, Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa
✔ Kabid Propam, Kombes Harissandi
✔ Dirsamapta, Kombes Syahrial M Said
✔ Serta jajaran Polres Kuansing

Green Policing: Polisi Bela Lingkungan!
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa operasi ini bagian dari pendekatan Green Policing—kebijakan polisi yang pro-lingkungan.

“Kami tidak akan toleransi tambang ilegal! Mereka merusak alam dan harus kami tindak tegas,” tegas Herry.

Gubernur Riau: “Sungai Harus Kami Lindungi!”
Gubernur Riau, Abdul Wahid, ikut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal tidak boleh lagi mendapat ruang, apalagi di sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Saya, Kapolda, Bupati, Danrem, dan Kajati sepakat—tidak ada kompromi untuk perusak lingkungan!” tegas Wahid.

Ia juga menyebut Pemprov Riau sedang menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai solusi legal bagi penambang.

“Kami tidak mau hanya menertibkan, tetapi juga memberikan alternatif ekonomi yang aman dan produktif,” tambahnya.

Aksi Nyata atau Sekadar Pencitraan?
Meski publik mengapresiasi operasi ini, mereka masih menunggu tindak lanjut. Akankah polisi mengejar pelaku yang kabur? Atau ini hanya aksi simbolis jelang Pacu Jalur?

Satu pesan yang jelas: Tambang Ilegal = Dibakar!

Jadi, bagi yang masih nekat menambang ilegal, siap-siap berurusan dengan polisi!