Exposenews.id – Kabar guncangan hebat mendadak merobek ketenangan panggung sepak bola Inggris setelah Manchester City dikabarkan menghadapi ancaman pemotongan poin dalam skala yang sangat raksasa akibat terjerat pusaran skandal aturan keuangan Premier League.
Bahkan, skenario hukuman mengerikan ini berpotensi besar melempar klub berjuluk The Citizens tersebut keluar dari panggung utama dan mendepak mereka ke Divisi Championship alias kasta kedua Liga Inggris.
Lantaran itu, laporan investigasi mendalam dari Daily Mail membeberkan fakta bahwa sejumlah pihak tepercaya yang memantau perkembangan kasus ini meyakini kalau Manchester City bakal menerima sanksi pengurangan poin dalam jumlah yang sangat signifikan, plus sanksi denda finansial yang super jumbo.
Sebab, panel independen sebelumnya telah resmi memvonis bersalah klub asuhan Enzo Maresca tersebut atas akumulasi 114 pelanggaran aturan keuangan liga yang sangat masif.
Terlebih lagi, pusaran kasus finansial ini ternyata mengusut rekam jejak rentang waktu yang sangat panjang selama sembilan tahun, yakni membentang dari periode 2009 hingga 2018.
Dalam dakwaannya, otoritas Premier League menuduh manajemen Manchester City sengaja melakukan penggelembungan angka pendapatan klub lewat rekayasa kesepakatan sponsor yang nilainya dinilai sama sekali nggak mencerminkan nilai transaksi nyata di lapangan.
Namun, pihak manajemen City secara konsisten terus menyuarakan bantahan keras atas tuduhan miring tersebut dan langsung resmi mengajukan langkah banding demi membatalkan vonis dari panel independen.
Akibatnya, berjalannya proses hukum di tingkat banding ini bikin kepastian mengenai wujud maupun besaran sanksi yang bakal mereka terima masih harus tertunda cukup lama.
Oleh karena itu, para penggemar sepak bola tampaknya harus bersabar karena putusan akhir dari persidangan ini diperkirakan baru bakal ketok palu pada awal tahun 2027 mendatang, sesuai dengan alur tenggat regulasi resmi Premier League.
Ancaman Hukuman Tambahan Siap Mengintai Manchester City
Di sisi lain, bocoran laporan tersebut makin menegaskan bahwasanya Manchester City berpotensi kuat mengantongi hukuman potong poin ekstra yang secara instan akan mendepak mereka dari gemerlap Premier League menuju jurang Divisi Championship.
Selain itu, klub bertabur bintang ini juga dilaporkan menghadapi kemungkinan pengurangan poin susulan yang bakal memaksa mereka mengendap dan tertahan jauh lebih lama di kasta kedua kompetisi sepak bola Inggris.
Meskipun begitu, pihak English Football League (EFL) selaku pengelola resmi liga di bawah Premier League sebenarnya secara regulasi nggak memiliki kewajiban mutlak untuk langsung menerapkan hukuman tambahan tersebut kepada klub anggotanya.
Kendati demikian, narasumber tepercaya yang tertera di dalam laporan itu menilai kalau EFL kemungkinan besar bakal tetap patuh dan mengekor pada sanksi tersebut apabila keputusan resmi telah dijatuhkan.
Malahan, beragam spekulasi panas mengenai sanksi berat lainnya juga terus bergulir di media, mulai dari vonis larangan belanja pemain pada bursa transfer hingga ancaman pencabutan deretan gelar juara yang berhasil diraih Manchester City sepanjang era pelanggaran tersebut.
Namun, sampai detik ini memang belum ada kepastian resmi terkait bentuk sanksi mana yang benar-benar bakal dijatuhkan, sehingga seluruh pelaksanaan hukuman dipastikan tidak akan berlaku sebelum babak banding rampung tuntas.
Sementara itu, mantan benteng pertahanan Arsenal, Martin Keown, membeberkan bahwa dirinya justru mengantongi deretan informasi yang sangat bertolak belakang mengenai kepastian nasib hukuman bagi Manchester City.
“Aku sendiri sempat dengar rumor kalau kasus ini sebenarnya bakal kelar cuma dalam beberapa pekan ke depan dan hukumannya nggak bakal separah yang kita bayangkan selama ini. Bisa jadi mereka cuma kena denda uang dalam jumlah besar, habis itu kita semua bisa balik lagi fokus ngomongin taktik sepak bola,” ujar Keown saat berbicara di stasiun radio talkSPORT pada hari Senin.
Performa Manchester City Masih Sangat Perkasa di Lapangan Hijau
Padahal, di tengah ketidakpastian skandal finansial yang terus menggantung panas ini, para pemain Manchester City terbukti tetap sanggup menjaga fokus penuh mereka pada performa di atas lapangan hijau.
Bahkan, berdasarkan rincian data dalam laporan tersebut, tim asuhan Maresca ini malah berhasil melahap awal musim Premier League 2026-2027 dengan catatan rekor yang luar biasa memukau.
Buktinya, City tercatat belum tersentuh satu pun kekalahan dan sukses menyapu bersih kemenangan di tujuh laga pembuka liga, termasuk saat mereka menumbangkan perlawanan sengit Ipswich Town lewat skor ketat 3-2 pada hari Sabtu kemarin.
Pada bentrokan panas tersebut, Phil Foden tampil ciamik mencetak satu gol, sedangkan Erling Haaland membuktikan ketajamannya dengan memborong dua gol kemenangan buat mengamankan poin penuh klub asal Manchester tersebut.
Hasil manis ini secara otomatis mengukuhkan posisi City di tahta tertinggi puncak klasemen sementara, sekaligus memimpin keunggulan tiga angka di atas sang juara bertahan, Arsenal.
Meskipun demikian, serangkaian jadwal laga yang amat padat dan berat dipastikan sudah siap menyambut langkah City dalam rentang beberapa pekan mendatang.
Makanya, salah satu pertarungan paling mendebarkan yang amat dinantikan publik adalah laga super panas melawan Arsenal yang dibesut Mikel Arteta pada akhir November nanti, sebuah duel yang diprediksi bakal menjadi penentu utama dalam perburuan gelar juara Premier League musim 2026-2027.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





