BATANG, Exposenews.id — Aparat kepolisian dari jajaran Polresta Batang baru saja mengukir prestasi gemilang dengan bergerak cepat menciduk tiga orang tersangka utama yang diduga kuat mendalangi aksi penganiayaan kejam terhadap staf ofisial serta perusakan armada bus yang membawa rombongan skuad muda Persib Bandung U-18 saat mereka tengah beristirahat santai di kawasan rest area 360B Jalur Tol Batang, Jawa Tengah.
Nah, jajaran tim penyidik kepolisian akhirnya membongkar secara gamblang identitas ketiga sosok pria nekat yang kini resmi menyandang status sebagai tersangka tersebut, yakni masing-masing pria yang berinisial BPA, lalu pemuda berinisial HH, serta satu rekan mereka yang berinisial MF atau yang lebih dikenal luas dengan julukan T.
Selanjutnya, jajaran petugas kepolisian berhasil meringkus para pelaku kerusuhan tersebut di beberapa lokasi pelarian yang berbeda-beda setelah jajaran kepolisian secara maraton menggelar rangkaian proses penyelidikan yang sangat intensif, mulai dari memeriksa banyak saksi kunci di tempat kejadian perkara, menelusuri secara cermat setiap jengkal rekaman kamera pengawas (CCTV), hingga mengumpulkan berbagai alat bukti petunjuk yang sangat akurat.
Sementara itu, Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menegaskan bahwa tersangka berinisial BPA menjadi sosok pelaku pertama yang berhasil masuk ke dalam jaring penangkapan petugas, di mana proses pembekukan ini berlangsung sangat cepat yaitu hanya berselang beberapa jam saja pasca-insiden kerusuhan maut tersebut meletus pada Minggu malam (11/10/2026).
Di samping itu, keberhasilan operasi perburuan terhadap sosok BPA ini dapat terwujud nyata berkat terjalinnya kolaborasi dan sinergi yang luar biasa mantap antara tim penyidik Polresta Batang bersama jajaran petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polindat Cikampek yang langsung menyisir jalur pelarian pelaku di jalan tol.
Alhasil, para petugas kepolisian akhirnya berhasil menyergap dan mengamankan sosok tersangka BPA tanpa adanya perlawanan yang berarti saat pria tersebut bersembunyi di sekitar wilayah Pondok Gede, Kota Bekasi.
“Langkah cepat kami beberapa jam setelah kejadian berdarah itu membuahkan hasil manis karena sosok tersangka BPA berhasil kami amankan berkat kerja sama yang sangat solid dengan rekan-rekan petugas PJR Polindat Cikampek,” tegas Kombes Pol Warsono dengan mantap saat memimpin konferensi pers resmi di Markas Polresta Batang pada Senin (19/10/2026).
Aksi Nekat Pelaku dan Jejak Kelam Penggunaan Narkoba
Kemudian, saat jajaran petugas kepolisian meringkus dan menggeledah tersangka BPA di lokasi penyergapan, tim penyidik juga menemukan fakta yang cukup mengejutkan berupa sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya keterlibatan amat erat pelaku dalam aktivitas penyalahgunaan barang haram narkotika.
Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan dan tes laboratorium medis terhadap sampel urine milik tersangka BPA, tim medis mengonfirmasi secara valid bahwa tubuh pria tersebut terbukti positif mengonsumsi zat berbahaya berupa sabu-sabu dan ganja.
Oleh karena itu, Kombes Pol Warsono langsung menginstruksikan anak buahnya untuk menindaklanjuti temuan penyalahgunaan narkoba tersebut secara tegas dan profesional sesuai dengan koridor serta prosedur hukum yang berlaku di negara Indonesia.
Lalu, berbekal informasi berharga dari hasil pemeriksaan intensif terhadap tersangka BPA, tim penyidik Polresta Batang langsung melakukan pengembangan kasus secara masif hingga berhasil mengendus keberadaan dua tersangka lain yang ikut bertanggung jawab dalam aksi anarkis tersebut.
Lebih lanjut, Warsono membeberkan kronologi penangkapan selanjutnya di mana jajaran tim buru sergap berhasil membekuk tersangka berinisial HH di wilayah Bogor pada hari Kamis (15/10/2026).
Pada hari yang sama pula, tim petugas lapangan bergerak sangat cepat menyergap tersangka MF alias T saat pelaku sedang bersembunyi di area pemukiman wilayah Jakarta Barat.
Maka dari itu, melalui serangkaian penyergapan cepat dan terukur tersebut, jajaran Polresta Batang kini telah resmi menetapkan dan memproses tiga orang pria tersebut sebagai tersangka utama dalam perkara penganiayaan berat terhadap staf ofisial serta perusakan armada bus milik rombongan Persib Bandung U-18.
“Sebab itulah, sampai saat ini kami terus mendalami peran serta kontribusi spesifik dari setiap tersangka berdasarkan semua alat bukti valid yang telah berhasil dikumpulkan oleh tim penyidik di lapangan,” tambah Kombes Pol Warsono menjelaskan perkembangan terbaru penanganan kasus tersebut.
Deretan Barang Bukti Utama yang Disita Polisi
Di samping menggelandang para tersangka ke markas polisi, jajaran tim penyidik Polresta Batang juga turut menyita dan mengamankan sederet barang bukti fisik yang menjadi saksi bisu kebiasaan brutal para pelaku saat melancarkan penyerangan.
Adapun deretan barang bukti yang berhasil disita petugas meliputi beberapa bongkahan batu berukuran besar yang diduga kuat menjadi alat untuk melempar bus, serpihan pecahan kaca yang berserakan di jalanan, satu unit armada bus Persib Bandung U-18 yang mengalami kerusakan fisik parah, rekaman CCTV di sekitar lokasi rest area, hingga sejumlah pakaian serta dokumen penting terkait Persib Bandung, di mana polisi juga menyita berbagai benda pendukung lain yang punya keterkaitan erat dengan perkara ini.
“Tentu saja seluruh barang bukti fisik yang sudah berhasil diamankan ini akan langsung kami jadikan amunisi utama untuk memperkokoh proses pembuktian dalam tahap penyidikan dan persidangan nanti,” tutur Kombes Pol Warsono memaparkan strategi hukum penyidik.
Sebagai informasi pendukung, aksi pemukulan brutal terhadap staf ofisial dan perusakan bus Persib Bandung U-18 ini sebenarnya pecah di kawasan rest area 360B Tol Batang, yang berlokasi di Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, pada Minggu malam (11/10/2026) lalu.
Awal mula insiden mencekam ini berhembus ketika kerumunan suporter rombongan Persija Jakarta mendadak melihat keberadaan seorang staf ofisial dari Persib Bandung U-18 yang tengah melintas sambil santai mengenakan kaus atribut kebanggaan bertuliskan Persib Bandung.
Padahal, kala itu rombongan masa depan skuad Maung Bandung U-18 tersebut sebenarnya hanya sedang menempuh perjalanan pulang kembali menuju kota Bandung seusai mereka merampungkan pertandingan penting di kawasan Surakarta.
Aksi Pelemparan Batu dan Detik-detik Kerusuhan Mencekam
Namun sayangnya, pada saat yang bersamaan, beberapa armada bus yang membawa ratusan suporter Persija Jakarta juga kebetulan sedang menepi dan beristirahat di lokasi rest area yang sama dalam perjalanan pulang mereka dari Yogyakarta menuju Jakarta.
Akibatnya, hawa panas perselisihan langsung membakar suasana hingga memicu adu mulut dan berujung pada aksi penganiayaan fisik secara brutal, di mana seorang staf ofisial Persib berinisial PP mendadak menjadi sasaran amuk massa serta mendapat pukulan keras dari beberapa suporter termasuk tersangka HH.
Lantaran mendapat serangan bertubi-tubi itu, korban PP menderita luka robek parah di bagian dalam hidungnya, memar serta pembengkakan hebat pada area wajah, hingga benjolan di beberapa bagian kepalanya, sehingga korban langsung menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Batang.
Tak berhenti di situ, di tengah riuk-pikuk kerusuhan yang kian membara tersebut, puluhan suporter juga langsung mengepung dan mengintimidasi armada bus yang membawa rombongan pemain Persib Bandung U-18, hingga ketika pengemudi bus berusaha menyelamatkan diri dengan menjalankan armada secara mundur, para pelaku nekat melemparkan batu-batu besar ke arah bus sampai menghancurkan kaca bagian belakang.
Selain mengakibatkan kaca bagian belakang hancur berantakan, lemparan batu dan benturan keras dari amukan massa tersebut juga mengakibatkan bagian bodi sebelah kanan bus Persib Bandung U-18 mengalami penyok parah.
Akhirnya, berkat kesigapan jajaran aparat kepolisian dalam menyikapi laporan kejadian ini, tim Polresta Batang sukses menuntaskan perburuan dengan membekuk tiga tersangka utama yang kini harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan keji mereka di hadapan hukum.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




