Exposenews.id – Suasana meriah mendadak menyelimuti pelataran luas Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Majalengka pada Minggu (13/9/2026). Ratusan pengayuh kendaraan roda tiga berkumpul dengan penuh antusias untuk menyaksikan momen bersejarah penyerahan bantuan 300 unit becak listrik modern yang disalurkan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Acara penyerahan armada transportasi ramah lingkungan ini dipimpin secara penuh oleh sosok terpandang yang menjabat sebagai Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S Deyang, di mana beliau turun langsung ke lapangan demi memastikan seluruh unit kendaraan sampai secara tepat sasaran ke tangan para penerima manfaat.
Saat menyampaikan pidato di hadapan ratusan pasang mata yang hadir, Nanik langsung mengutarakan pesan bernada tegas namun penuh kepedulian agar seluruh penarik armada memanfaatkan kendaraan listrik ini demi mengais rezeki sehari-hari dan pantang keras untuk memperjualbelikannya kepada pihak mana pun. Beliau mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dari total 12.000 unit armada yang sudah tersebar luas di pelbagai daerah, tim penyalur sempat menemukan satu kejadian kelam di mana oknum penarik di wilayah Cirebon nekat menjual unit bantuan gratis tersebut. Oleh karena itu, Nanik menyampaikan harapan teramat besar agar peristiwa tidak bertanggung jawab semacam itu tidak sampai terulang kembali di tengah masyarakat Majalengka.
Demi membendung potensi kecurangan serta mengamankan keutuhan program sosial ini, pihak penyelenggara mengambil langkah legal formal dengan mewajibkan seluruh penerima bantuan menandatangani dokumen hukum berwujud surat perjanjian resmi yang dibubuhi materai sah. Proses penandatanganan berkas hukum ini berlangsung secara mengikat antara para pengayuh jalanan tersebut dengan pengurus Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).
Melalui lembaran klausul resmi dalam surat perjanjian tersebut, pihak YGSN secara tegas memberlakukan aturan hukum yang melarang keras setiap penerima untuk memperjualbelikan, menyewakan, ataupun memindahtangankan hak milik becak listrik tersebut kepada pihak ketiga dengan alasan apa pun.
Solusi Nyata Bagi Pengayuh Lansia di Jalanan
Lebih lanjut, Nanik membeberkan fakta menyentuh mengenai latar belakang di balik penyaluran bantuan ini, yang mana program mulia tersebut difokuskan secara khusus untuk merangkul para penarik jalanan yang sudah memasuki usia senja namun masih harus berjuang keras menafkahi keluarga. Beliau mengaku sangat prihatin saat menjumpai realita di lapangan di mana para lansia berusia 74 tahun, 75 tahun, bahkan ada yang sudah menyentuh usia renta 80 tahun masih dipaksa keadaan untuk terus memeras keringat di jalan raya demi mencari piring nasi. Kondisi fisik para sesepuh ini tentu sangat memprihatinkan karena mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk mengayuh beban berat sembari bersaing ketat dengan laju transportasi berbasis aplikasi daring yang serba cepat dan modern.
Berawal dari keprihatinan mendalam atas perjuangan keras para sesepuh itulah, pihak Istana merancang bantuan teknologi becak listrik ini sebagai solusi konkret untuk memangkas habis beban fisik yang selama ini menghimpit pundak para pengayuh lansia.
Selain demi meringankan beban tenaga pengayuh, Presiden Prabowo menyimpan cita-cita besar agar seluruh penarik roda tiga di wilayah Indonesia bisa sepenuhnya meninggalkan cara manual mengontel pedal dan secepatnya beralih mengoperasikan kendaraan modern berbasis tenaga listrik.
Target Raksasa dan Kolaborasi Bersama PT Pindad
Jika menelisik rekam jejaknya secara mendalam, program kemanusiaan untuk memodernisasi sarana transportasi rakyat kecil ini sebetulnya sudah mulai dirintis oleh Prabowo sejak bulan Juni 2023 silam—jauh sebelum beliau resmi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia. Pada fase awal pengadaan tersebut, pihak prakarsa memesan sebanyak 1.000 unit kendaraan, namun pihak pabrikan pada masa itu baru sanggup merealisasikan sekitar 450 unit saja karena kendala kapasitas. Seiring berkembangnya kebutuhan lapangan, proses manufaktur armada yang awalnya ditangani oleh PT LEN akhirnya resmi dialihkan penggarapannya ke tangan BUMN industri pertahanan terkemuka tanah air, yakni PT Pindad.
Hingga menginjak kuartal ketiga tahun ini, pihak penyalur berhasil mendistribusikan lebih dari 12.000 unit becak listrik ke pelbagai sudut wilayah di tanah air. Bahkan, pemerintah menetapkan target fantastis pada tahun 2026 ini dengan memproyeksikan total pengadaan hingga mencapai 70.000 unit armada, di mana dari angka raksasa tersebut, pabrik PT Pindad sudah berhasil menuntaskan pembuatan 1.500 unit armada siap pakai.
Di samping menjamin kemudahan mobilitas harian, Nanik menekankan bahwa pemberian bantuan armada ini bermaksud agar para pengayuh jalanan memiliki aset produksi sendiri tanpa perlu terbebani oleh sistem sewa harian yang menindas. Beliau lantas mencontohkan penderitaan para tukang becak di Kota Bandung yang hingga kini masih harus menyisihkan uang sewa sebesar Rp10.000 setiap harinya kepada juragan pemilik becak. Alhasil, apabila dalam sehari mereka tidak berhasil membawa pulang sepeser pun uang tarikan penumpang, para pengayuh tersebut justru harus menanggung kerugian finansial yang kian menambah beban hidup.
Melalui kepemilikan aset mandiri ini, Presiden Prabowo sangat berharap para pekerja lansia dapat mendongkrak efisiensi serta produktivitas harian mereka saat bekerja, yang pada akhirnya sanggup menaikkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga di rumah secara signifikan.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah Majalengka
Hadir secara langsung di lokasi acara penyerahan, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan apresiasi yang teramat tinggi terhadap peluncuran bantuan becak listrik bernilai strategis ini. Menurut penilaian Eman, inovasi teknologi ini sangat efektif dalam meringankan beban stamina para pengayuh berumur 50 tahun ke atas tanpa membuat mereka kehilangan mata pencaharian utama sebagai penarik becak.
Dalam kata sambutannya di depan media, Bupati Eman mengutarakan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian besar Presiden Prabowo terhadap nasib rakyat kecil di daerahnya. Beliau menilai bantuan armada canggih ini sanggup menjaga kelangsungan roda ekonomi warga bawah sehingga mereka tetap dapat mengais rezeki tanpa harus menguras kekuatan fisik secara berlebihan.
Menutup pembicaraannya, Eman mengimbau secara tegas kepada seluruh penerima agar senantiasa menjaga kepercayaan ini dengan memanfaatkan becak listrik sebaik mungkin demi menopang ekonomi keluarga. Beliau optimistis bahwa jika para pengayuh mengelola amanah ini secara jujur dan bertanggung jawab, pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah di Majalengka pasti akan melonjak pesat sehingga cita-cita mewujudkan kesejahteraan bersama dapat segera terealisasi.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





