JAKARTA, Exposenews.id – Siapa sangka, di tengah euforia kejayaannya yang mulai meroket, Marc Marquez justru masih dihantui oleh satu nama sirkuit yang bikin merinding! Pembalap Ducati Lenovo Team itu baru saja mencatatkan performa luar biasa di MotoGP Aragon dengan menyapu bersih kemenangan di sprint race dan balapan utama. Hasil gemilang ini pun secara dramatis memangkas jarak poinnya dengan Jorge Martin di puncak klasemen sementara MotoGP 2026.
Ya, kini The Baby Alien hanya tertinggal 19 poin saja dari Martin yang masih kokoh di posisi pertama. Bayangkan, sebelumnya jarak mereka sempat membengkak hingga 40 poin! Namun, dengan kegigihan khas Marquez, perlahan tapi pasti, ia mulai merapatkan barisan di perburuan gelar juara dunia.
Kilas Balik Pekan Sulit di Inggris
Namun, di balik kesuksesan di Aragon, Marquez masih menyimpan cerita pahit. Tepatnya, akhir pekan lalu di MotoGP Inggris, ia harus mengakui keunggulan para rivalnya. Bagaimana tidak, pada sprint race ia hanya sanggup finis di posisi kesembilan, sementara di balapan utama posisinya tak lebih baik, hanya mampu berada di urutan ketujuh. Hasil mengecewakan inilah yang sempat membuat selisih poin dengan Martin melebar jauh.
Bahu Cedera, Strategi Matang Disiapkan
Memasuki pertengahan musim, kondisi fisik Marquez jelas masih menjadi sorotan. Bahu kanannya yang cedera masih memerlukan perhatian ekstra. Karena itu, ia pun wajib menyusun strategi balapan dengan cermat di setiap seri yang dilalui. Di trek yang sesuai dengan gaya balapnya, terutama sirkuit dengan arah berlawanan jarum jam, Marquez mengaku akan tancap gas habis-habisan. Sebaliknya, di sirkuit yang dinilai kurang ramah, ia berusaha meminimalisir kehilangan poin sebisa mungkin.
Mandalika, Sirkuit yang Paling Ditakuti!
Nah, ketika pewawancara melontarkan pertanyaan tentang seri mana yang paling ia waspadai dalam perburuan gelar juara, jawaban Marquez sontak membuat publik Indonesia tersentak! Tanpa ragu, ia menyebut MotoGP Indonesia sebagai momok terbesarnya.
“Balapan satu per satu. Namun, melihat sejarah, Indonesia adalah yang terburuk bagi saya, karena setiap tahun saya selalu pulang dengan kenangan buruk dari sana,” ujar Marquez dengan nada serius saat diwawancarai Crash, Selasa (1/9/2026).
Pernyataan pedas ini langsung menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pecinta MotoGP Tanah Air. Bagaimana tidak, Mandalika yang megah dan eksotis ternyata menyimpan sisi kelam bagi pembalap bernomor 93 tersebut.
Meskipun mengakui kehororan Mandalika, Marquez tetap optimistis dengan sisa seri musim ini. Ia menilai sebagian besar sirkuit yang tersisa di kalender MotoGP 2026 masih cukup bersahabat dengan karakternya sebagai pembalap agresif.
“Di luar itu, saya merasa baik-baik saja dengan sirkuit lainnya. Jadi, saya jalani balapan satu per satu. Sekarang, prioritas saya adalah memulihkan kondisi usai balapan dan fokus penuh ke Misano,” tambahnya.
Catatan Hitam di Bumi Pertiwi
Pernyataan Marquez tentu bukan isapan jempol belaka. Mari kita telusuri kembali catatan kelamnya di Sirkuit Mandalika sejak pertama kali digelar pada 2022. Dijamin bikin merinding!
Tahun 2022 menjadi awal petaka. Alih-alih meraih podium, Marquez justru harus absen total dari balapan utama. Penyebabnya? Ia mengalami kecelakaan mengerikan saat sesi pemanasan yang berujung pada gegar otak. Bayangkan, harapan publik Indonesia untuk melihat aksi liarannya di lintasan langsung pupus seketika.
Memasuki 2023, nasib sial masih saja menghantuinya. Marquez lagi-lagi gagal finis setelah jatuh terpeleset di tikungan. Perlahan, Mandalika mulai menjelma menjadi kutukan nyata baginya.
Tahun 2024 pun tak membawa perubahan. Masalah teknis pada motornya memaksa ia harus rela tidak menyelesaikan balapan utama. Drama demi drama terus bergulir.
Terakhir, pada MotoGP Indonesia musim lalu, bencana paling parah justru menimpa. Marquez terlibat insiden sengit dengan Marco Bezzecchi yang mengakibatkan kecelakaan dahsyat. Akibatnya, ia menderita patah tulang bahu yang cukup kompleks. Cedera ini bahkan masih terasa hingga sekarang!
Optimisme Membara Demi Gelar Juara
Meski dihantui mimpi buruk Mandalika, semangat juara Marquez tak pernah padam. Kemenangan ganda di Aragon menjadi bukti bahwa ia masih menjadi salah satu pembalap paling ditakuti di grid. Ini adalah kemenangan seri ketiganya di MotoGP 2026, setelah sebelumnya ia juga mendominasi di Hungaria dan Jerman, serta memenangkan balapan utama di Ceko.
Berbicara peluang gelar, Marquez menegaskan bahwa dirinya harus memanfaatkan setiap kesempatan emas di sirkuit yang sesuai dengan gayanya.
“Seperti yang sudah saya katakan, jika kami masih ingin memiliki peluang untuk memperjuangkan gelar juara, di sirkuit yang bagus buat kami, kami tidak boleh kehilangan satu poin pun,” tegas Marquez penuh keyakinan.
“Itulah yang kami lakukan akhir pekan ini. Aragon adalah sirkuit yang bagus, kami meraih hasil terbaik. Bahkan Martin terlihat sedikit kesulitan di sini,” lanjutnya dengan senyum puas.
Persaingan Memanas Menuju Akhir Musim
Marquez pun memprediksi bahwa sisa musim ini akan berjalan semakin sengit. Ia meyakini bahwa Jorge Martin dan Marco Bezzecchi akan tampil sangat cepat di seri-seri akhir. Keduanya dinilai akan menjadi ancaman terbesar dalam perebutan gelar juara dunia.
“Saya percaya Martin dan Marco akan sangat cepat di bagian akhir musim ini. Kami harus tetap waspada dan tidak boleh lengah,” pungkas pembalap asal Spanyol itu.
Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana Marquez akan menghadapi mimpi buruknya di Mandalika. Akankah ia mampu mematahkan kutukan dan justru meraih kemenangan perdana di Indonesia? Ataukah Mandalika akan kembali menorehkan luka baru? Yang jelas, persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 dipastikan semakin panas dan tidak terduga!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





