Exposenews.id – Dalam sebuah kejutan besar di bursa transfer, Manchester City secara dramatis mencuri pemain incaran Tottenham Hotspur, Iliman Ndiaye, dari bawah hidung mereka. Klub asuhan Pep Guardiola ini berhasil mencapai kesepakatan dengan Everton senilai 65 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,5 triliun untuk memboyong pemain berbakat asal Senegal tersebut. Bayangkan, The Cityzens bertindak begitu cepat dan tepat, bahkan ketika Tottenham sudah hampir menyelesaikan proses transfernya!
Man City Sikat Target Tottenham dengan Tawaran Menggiurkan
Man City secara agresif menyodorkan tawaran yang sulit ditolak oleh Everton. Dari total mahar 65 juta poundsterling, The Citizens mengamankan kesepakatan dengan pembayaran awal sebesar 60 juta poundsterling yang terjamin, ditambah bonus 5 juta poundsterling yang akan diberikan jika Ndiaye mencapai target performa tertentu. Langkah ini membuktikan betapa seriusnya Man City dalam memperkuat lini serang mereka musim ini, sekaligus menjadi pukulan telak bagi Tottenham yang sudah lebih dulu bernegosiasi.
Sungguh ironis, Tottenham sebenarnya telah mencapai kata sepakat dengan Everton pada Jumat malam lalu. Rencana awal memang begitu indah: Ndiaye akan pindah ke London Utara, sementara Richarlison akan kembali ke mantan klubnya melalui transfer terpisah. Namun, semua rencana indah itu hancur berantakan ketika negosiasi kontrak pribadi dengan Richarlison menemui jalan buntu. Pemain asal Brasil itu dengan tegas menolak persyaratan yang diajukan oleh Everton, meskipun klub yang bermarkas di Goodison Park itu telah menyodorkan tawaran transfer senilai 35 juta poundsterling (Rp840 miliar).
Gagal Reuni, Richarlison Meluapkan Kekecewaan di Instagram
Setelah kegagalan transfer tersebut, Richarlison meluapkan perasaannya melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya pada hari Senin. Dengan nada yang begitu tegas dan penuh perasaan, bomber Brasil ini menyatakan bahwa ia tidak akan pernah lagi membiarkan orang lain menentukan masa depannya. “Setelah semua yang telah saya alami dalam beberapa tahun terakhir, saya telah memutuskan bahwa tidak akan pernah lagi ada orang lain yang menentukan masa depan saya,” ujar Richarlison yang dikutip dari BBC Sport pada Selasa (1/9/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun dirinya sangat ingin kembali ke klub tercintanya, proses negosiasi hanya berlangsung sesuai keinginan orang-orang tertentu, dan hal itu tidak akan pernah terulang lagi. Namun, dengan profesionalisme tinggi, Richarlison tetap menegaskan bahwa dirinya masih terikat kontrak dengan Spurs dan akan tetap siap sedia memberikan yang terbaik untuk klub. Sikapnya ini tentu patut diapresiasi, meskipun hati kecilnya pasti kecewa dengan kegagalan transfer tersebut.
Menyusul kegagalan dramatis dalam mengamankan Ndiaye, Tottenham kini tidak tinggal diam. Klub asal London Utara itu dengan sigap beralih ke opsi lain dengan menjajaki kemungkinan mendatangkan winger andalan Chelsea, Mykhailo Mudryk. Menariknya, mereka mengincar pemain asal Ukraina itu dengan skema pinjaman selama satu musim penuh. Langkah ini diambil sebagai solusi cepat untuk menambal posisi sayap yang ditinggalkan Ndiaye, sekaligus menjadi bukti bahwa Tottenham tidak akan menyerah dalam memperkuat skuad mereka musim ini.
Gagal Dapatkan Gakpo, Man City Akhirnya Pilih Ndiaye
Di sisi lain, keberhasilan Man City merekrut Ndiaye sebenarnya merupakan opsi alternatif setelah upaya mereka untuk mendatangkan Cody Gakpo dari Liverpool gagal total. The Citizens sebelumnya telah menyiapkan tawaran fantastis senilai 80 juta poundsterling (Rp1,9 triliun) untuk memboyong penyerang asal Belanda tersebut. Namun, negosiasi tersebut kandas pada hari Senin ketika Liverpool menolak melepas Gakpo tanpa mendapatkan pengganti yang tepat.
Liverpool sendiri sebenarnya bersedia melepas Gakpo, namun dengan satu syarat mutlak: mereka harus bisa mendapatkan pengganti yang sepadan terlebih dahulu. Meskipun The Reds telah berhasil mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer mencapai 123 juta poundsterling (Rp2,9 triliun), manajemen Liverpool masih menginginkan tambahan pemain penyerang lain jika Gakpo benar-benar hengkang. Mereka sempat mengincar Yankuba Minteh dari Brighton serta Ismaila Sarr dari Crystal Palace, tetapi kedua transfer tersebut urung terjadi akibat kendala nilai transfer yang tidak sesuai dengan ekspektasi kedua klub.
Dengan batalnya transfer Gakpo ke Man City, Liverpool kini diperkirakan akan mempertahankan pemain asal Belanda itu, kecuali jika manajemen The Reds mampu menghidupkan kembali kesepakatan baru untuk pemain sayap sebelum tenggat waktu pada hari Selasa. Ini tentu menjadi kabar baik bagi Liverpool, karena mereka tetap bisa mengandalkan ketajaman Gakpo di lini depan musim ini. Sementara itu, Man City harus puas dengan Ndiaye yang tentu tidak kalah berkualitasnya.
Analisis: Siapa Pemenang Sebenarnya di Bursa Transfer Ini?
Kesuksesan Man City merekrut Ndiaye tentu akan memperkuat lini serang mereka yang sudah begitu menakutkan. Dengan tambahan pemain sekaliber Ndiaye, The Citizens semakin kokoh sebagai kandidat kuat juara Premier League musim ini. Sementara bagi Tottenham, kegagalan ini menjadi pukulan telak yang memaksa mereka harus segera mencari alternatif lain di sisa waktu bursa transfer yang semakin sempit.
Meski demikian, langkah Tottenham mendekati Mudryk menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah begitu saja. Bursa transfer memang selalu penuh kejutan, dan kita belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang jelas, persaingan di Premier League musim ini akan semakin seru dengan segala dinamika transfer yang terjadi. Para penggemar sepak bola tentu tidak sabar menantikan bagaimana para pemain baru ini akan tampil di klub barunya masing-masing.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





