Exposenews.id – Raul Jimenez langsung mencuri perhatian dunia ketika Timnas Meksiko membantai Afrika Selatan 2-0 dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 Grup A, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Semua mata tertuju padanya. Bukan hanya karena golnya, melainkan karena cerita luar biasa di balik selebrasi penuh haru yang ia tunjukkan.
Penyerang veteran berusia 35 tahun itu mencetak gol kedua El Tri pada menit ke-67. Gol tercipta dengan indah. Sebuah sundulan keras yang tak bisa dihentikan kiper lawan, setelah Jimeny menerima umpan silang matang yang dikirimkan dari sisi kanan. Penonton langsung meledak!
Selepas mencetak gol, Jimenez tak bisa menahan emosinya. Air matanya nyaris tumpah. Ia berlari kencang menuju tribun yang dipenuhi pendukung Meksiko, lalu mengakhiri selebrasinya dengan membentuk simbol hati menggunakan kedua tangannya, persis seperti yang kerap ia tunjukkan semasa kecil. Isyarat itu ia tujukan kepada ayahnya yang kini telah tiada. Atmosfer Stadion Azteca pun berubah menjadi haru sekaligus meriah.
Berkat kemenangan ini, Meksiko untuk sementara memuncaki klasemen Grup A. Hasil positif ini langsung membuka langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan percaya diri membubung tinggi.
Sejarah Manis yang Tertunda Lama
Bagi Jimenez, gol ke gawang Afrika Selatan bukan sekadar angka di papan skor. Nilai historisnya luar biasa. Penampilan tersebut tercatat sebagai laga ke-127 Jimenez bersama Timnas Meksiko. Luar biasa, bukan?
Setelah mencetak gol, koleksinya kini bertambah menjadi 46 gol di level internasional. Jumlah ini langsung menyamai rekor legenda Jared Borgetti, sosok yang kokoh di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Meksiko. Pencapaian ini disambut gemuruh meriah dari ribuan pasang mata yang menyaksikan.
Pertandingan melawan Afrika Selatan juga menghadirkan momen spesial lain yang tak terlupakan. Setelah enam kali hanya menjadi penghangat bangku cadangan pada edisi Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022, akhirnya Jimenez dipercaya turun sebagai starter. Debut sebagai pemain inti di pentas dunia ia raih hari itu.
Yang lebih mengharukan, ini adalah gol pertama Raul Jimenez sepanjang kariernya di Piala Dunia. Sebuah pencapaian yang baru datang saat usianya telah menginjak 35 tahun. Pelan tapi pasti, ia membuktikan bahwa perjuangan tak pernah mengenal kata terlambat.
Mewakili Masa Kelam yang Pernah Menghantui
Momen penuh air mata Jimenez tidak bisa dilepaskan dari perjalanan berat yang pernah ia alami beberapa tahun terakhir. Badai datang silih berganti.
Pada 2020 lalu, dunia sepak bola sempat terhenyak. Karier Jimenez nyaris kandas setelah ia mengalami cedera tengkorak parah saat membela Wolverhampton Wanderers di Liga Inggris. Benturan keras dengan lawan membuat kepalanya retak. Operasi besar pun ia jalani. Banyak pihak meragukan apakah ia masih bisa bermain lagi. Namun Jimenez membungkam keraguan itu dengan kerja keras tanpa kenal lelah.
Selain badai di lapangan, duka pribadi juga menghantam hidupnya. Pada Maret 2026, sang ayah tercinta meninggal dunia. Kehilangan paling besar dalam hidupnya terjadi hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia bergulir. Dunianya sempat terasa gelap.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pujian, Pelatih Mozambik Serius Prediksi Garuda Lolos ke Piala Dunia 2030
Karena alasan itulah, gol sundulan ke gawang Afrika Selatan menjadi momen yang begitu sarat makna. Ia tak sekadar mencetak angka. Jimenez dengan sengaja mempersembahkan gol tersebut untuk mendiang ayahnya. “Ini untukmu, Ayah,” begitu bisiknya dalam hati ketika bola meluncur deras ke jala lawan.
Tak lama setelah mencetak gol, pelatih langsung menarik Jimenez keluar lapangan. Keputusan ini disambut tepuk tangan meriah yang menggema di seluruh penjuru Stadion Azteca. Suporter berdiri memberi hormat. Mereka memberikan penghormatan tertinggi kepada sang veteran yang telah bangkit dari kubang duka dan cedera parah. Air mata haru pun tak terbendung, baik oleh Jimenez maupun oleh para penggemar yang menyaksikan.
Gol ini bukan sekadar torehan sejarah. Ini adalah bukti nyata bahwa Raul Jimenez telah “berbaikan” dengan masa lalunya yang kelam. Ia berdiri tegak, meski pernah nyaris tumbang.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





