Exposenews.id – Kejadian memalukan baru saja menimpa seorang pejabat tinggi Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) yang secara mengejutkan dicekal masuk ke Kanada. Padahal, kedatangannya sangat krusial untuk menghadiri pertemuan FIFA yang membahas persiapan Piala Dunia 2026. Namun, alih-alih disambut, dia justru menghadapi kegagalan dramatis di gerbang imigrasi.
Pertemuan bergengsi itu sendiri berlangsung hanya enam minggu sebelum Piala Dunia 2026 resmi digelar. Turnamen akbar ini akan berlangsung di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bisa dibayangkan betapa krusialnya pertemuan tersebut bagi setiap peserta.
Hingga saat ini, Iran masih tercatat resmi sebagai peserta Piala Dunia. Meskipun begitu, isu panas terus berembus setelah salah satu sekutu dekat Donald Trump melontarkan desakan keras agar Iran segera digantikan oleh Italia. Namun, kini fokus bergeser pada insiden diplomatik yang jauh lebih pelik.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, terungkap fakta mengejutkan bahwa otoritas Kanada dengan tegas melarang para pejabat federasi sepak bola Iran memasuki wilayah mereka. Larangan ini secara langsung menggagalkan rencana mereka untuk hadir dalam pertemuan pra-Piala Dunia yang krusial tersebut.
Perilaku “Tak Terima” dari Petugas Imigrasi
Dalam pernyataan resmi yang penuh amarah, federasi sepak bola Iran mengklaim delegasi mereka mengalami penolakan pahit di Bandara Toronto Pearson. Bukan hanya delegasi biasa, rombongan tersebut dipimpin langsung oleh presiden federasi, Mehdi Taj, yang juga merupakan mantan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
FFIRI dengan lantang menyatakan bahwa delegasi mereka menjadi sasaran “perilaku yang tidak dapat diterima dari petugas imigrasi.” Bukan hanya tidak profesional, federasi Iran menilai tindakan pencekalan ini sebagai “penghinaan terhadap salah satu organ paling terhormat dari angkatan bersenjata bangsa Iran.” Kerentaan dan kekecewaan pun menguar dari pernyataan resmi federasi.
Pengakuan Mengejutkan dari Menlu Kanada: “Itu Tidak Disengaja!”
Tak lama setelah insiden memalukan ini mencuat, Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, memberikan respons yang tak kalah mengejutkan. Anand dengan berani mengakui bahwa penolakan terhadap pejabat Iran tersebut terjadi secara “tidak disengaja.”
“Ini bukan informasi pribadi saya, tetapi yang saya pahami adalah ada pencabutan izin. Itu tidak disengaja, tetapi saya serahkan kepada menteri untuk memberikan penjelasan,” ujar Anand dengan nada diplomatis yang terkesan menutupi rasa canggung.
Namun, klarifikasi kontradiktif justru datang dari kubu imigrasi. Sekretaris pers Menteri Imigrasi Lena Diab, yaitu Taous Ait, dengan tegas membantah nada “tidak sengaja” tersebut. Ait dengan lugas menyatakan bahwa anggota IRGC “tidak dapat diterima di Kanada dan tidak memiliki tempat di negara kita.”
Perlu diingat, Kanada telah secara resmi memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris sejak tahun 2024. Atas dasar itulah, Ait menegaskan bahwa pemerintahannya telah “mengambil tindakan tegas untuk meminta pertanggungjawaban IRGC.” Mereka juga berjanji akan terus melakukan hal yang sama sambil melindungi keselamatan warga Kanada dan menjunjung tinggi integritas sistem imigrasi. Kebijakan ini pun dijalankan tanpa kompromi.
Desakan Gila Iran Diganti Italia, FIFA Malah Bungkam?
Konflik berkepanjangan antara AS-Israel dengan Iran kini berbuntut panjang hingga ke lapangan hijau. Peluang Iran untuk tampil gemilang di Piala Dunia 2026 pun terancam batal total karena tekanan politik yang meningkat pesat.
Utusan khusus AS, Paolo Zampolli, bahkan dengan berani mengungkapkan bahwa dia telah mendesak Donald Trump dan pimpinan FIFA, Gianni Infantino, untuk segera mengganti Iran dengan Italia. “Saya menegaskan bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” kata Zampolli dengan penuh keyakinan kepada Financial Times.
Sebagai informasi penting, timnas Italia telah resmi tersingkir dari persaingan Piala Dunia 2026. Kegagalan pahit Azzurri terjadi setelah mereka dikalahkan oleh Bosnia and Herzegovina di babak playoff. Kekalahan ini jelas menjadi aib besar bagi sepak bola Italia. Oleh karena itu, kelolosan dadakan ke Piala Dunia 2026 disebut-sebut sebagai satu-satunya cara untuk menyelamatkan harga diri mereka yang hancur.
“Saya warga asli Italia, jadi akan menjadi mimpi basah yang menjadi kenyataan jika melihat Azzurri berlaga di turnamen yang diselenggarakan di AS. Dengan empat gelar juara, mereka memiliki rekam jejak yang cukup kuat untuk membenarkan keikutsertaan mereka,” tambah Zampolli membela diri.
Namun, semua spekulasi liar ini segera dipatahkan. Laporan terbaru dari BBC dengan tegas menyebutkan bahwa FIFA tidak berniat sedikit pun menggantikan Iran dengan Italia. Piala Dunai 2026 pun diprediksi akan tetap berjalan dengan skema peserta yang sudah ditetapkan, meskipun drama politik dan insiden penolakan pejabat ini masih menyisakan tanya besar.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
