PADANG, Exposenews.id – Pemerintah daerah dan pemerintah pusat secara luar biasa menggandeng tangan untuk membangkitkan kembali ajang balap sepeda internasional kebanggaan Sumatera Barat, yaitu Tour de Singkarak (TdS). Seperti yang kita tahu, event bergengsi ini sempat tertidur panjang sejak pandemi Covid-19 melanda dunia pada tahun 2020 lalu. Namun kini, sang raksasa mulai bangkit!
Vakum Karena Pandemi, Kini Siap Menggebrak!
Sport Event Tourism yang secara konsisten berlangsung sejak tahun 2009 ini ternyata merupakan program unggulan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Mereka berkolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Sumbar serta Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). Sangat menarik untuk diketahui, TdS telah tercatat dengan hormat dalam kalender bergengsi Union Cycliste Internationale (UCI) sejak tahun pertama pelaksanaannya. Wah, keren banget, kan?
Lalu, apa rahasia kesuksesan ajang ini? Ternyata, kesuksesan TdS tidak terlepas dari dukungan penuh Amaury Sport Organization (ASO). Siapa yang tak kenal ASO? Perusahaan raksasa inilah yang secara profesional mengelola ajang balap sepeda dunia paling megah, seperti Tour de France. Karena itu, wajar jika TdS memiliki kualitas dunia.
Tak hanya itu, kehadiran TdS sebelumnya juga secara efektif memicu pertumbuhan Sumbar sebagai destinasi utama pengembangan MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) di Indonesia. Sayangnya, ajang yang dengan bangga mengadopsi kemegahan Tour de France ini terpaksa berhenti total sejak tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.
Menteri Pariwisata Turun Tangan!
Kabar menggembirakan lainnya datang dari Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. Beliau beberapa bulan lalu sudah dengan sigap melakukan audiensi dengan penyelenggara TdS. Tujuannya jelas: untuk mempromosikan wisata Indonesia secara lebih masif. Pemerintah sangat berharap, kehadiran kembali Tour de Singkarak nantinya mampu merealisasikan misi pariwisata berkelanjutan dari Kemenparekraf. Program ini secara holistik mencakup pengembangan kuliner, bahari, wellness tourism, dan juga eco tourism. Jadi, tidak sekadar balapan semata!
Bencana Sempat Memundarkan Jadwal
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, dengan terus terang menjelaskan situasi pasca-pandemi. “Sejak pandemi, penggunaan anggaran memang menjadi lebih selektif karena prioritas kami saat itu adalah pemulihan ekonomi. Sementara itu, TdS membutuhkan biaya besar karena harus mengikuti standar ketat atlet sepeda kelas dunia,” ujar Lila dengan nada bersemangat saat ditemui Rabu (29/4/2026).
Lila kemudian menambahkan fakta menarik lainnya. Rencana penjajakan kembali TdS sebenarnya sudah ada sejak tahun 2025 untuk pelaksanaan tahun 2026. Namun, siapa sangka, bencana alam yang melanda Sumbar secara tiba-tiba memaksa pelaksanaan tersebut terpaksa diundur kembali. Padahal, tidak kurang dari sembilan kabupaten dan kota di Sumbar dengan sukarela telah mengalokasikan anggaran untuk memeriahkan event tersebut tahun ini.
“Sebenarnya, anggaran dan rute dari start hingga finis sudah kami siapkan dengan matang. Namun, berdasarkan kesepakatan bersama para kepala daerah, kami tunda dulu ke tahun depan, yaitu 2027,” tuturnya bijak.
Menatap TdS 2027 dengan Wajah Baru
Menatap masa depan, Lila mengaku optimistis. Pihaknya kini sedang gencar mengirimkan data ruas jalan yang akan digunakan. Meskipun sempat ada kerusakan akibat bencana pada November 2025, perbaikan terus dipersiapkan secara maksimal.
Yang paling seru, TdS mendatang akan tampil dengan wajah baru yang super segar! Konsep fun bike akan diutamakan, dipadukan dengan pengenalan pariwisata dan budaya lokal yang kental. “Untuk atlet tetap ada, tapi jumlahnya mungkin tidak sebanyak dulu. Kami ingin branding-nya lebih kuat ke arah pariwisata dan kebudayaan,” jelas Lila dengan penuh keyakinan. Pelaksanaannya pun direncanakan pada pertengahan tahun untuk menghindari kendala geografis di akhir tahun. Strategi yang cerdas!
Semangat Kolaboratif Pusat dan Daerah Membara!
Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, dengan tegas menegaskan bahwa TdS tetap menjadi ikon pariwisata Sumbar yang sudah dikenal luas hingga mancanegara. Menindaklanjuti kunjungan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ke Sumbar, pihaknya kini sedang giat melakukan inventarisasi kerusakan infrastruktur pasca-bencana.
“Setelah melakukan koordinasi intensif, Ibu Menteri memastikan kesiapan fisik maupun non-fisik. Untuk infrastruktur, koordinasi terus kami lakukan dengan kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian PU,” ujar Hariyanto dengan lantang di sela kunjungannya di Masjid Raya Sumbar.
Langkah proaktif ini bertujuan agar aspek atraksi, amenitas, dan aksesibilitas (3A) dapat terpenuhi dengan baik sebagai syarat utama destinasi wisata layak kunjung. Hariyanto pun dengan optimis menilai bencana bukanlah menjadi penghalang, melainkan justru sebagai pemicu semangat agar Sumbar tetap eksis di peta pariwisata nasional. Hebat!
Senada dengan semangat itu, anggota DPD RI asal Sumbar, Irman Gusman, juga menekankan pentingnya rebranding TdS agar lebih bernilai jual. “Berdasarkan pembahasan serius dengan Bapenda Sumbar, sektor pariwisata akan menjadi leading sector pemulihan ekonomi Sumbar pasca-bencana,” katanya dengan penuh haru.
Kota Padang Sudah Siap Menyambut!
Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan antusias menyambut kembalinya TdS. Menurutnya, Kota Padang terus melakukan pembenahan infrastruktur secara besar-besaran melalui dana transfer daerah dan anggaran R3T untuk Sumbar sebesar Rp18 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp3 triliun dialokasikan khusus untuk Kota Padang.
“TdS memiliki multiplier effect yang luar biasa bagi Padang sebagai gerbang masuk wisatawan ke Sumbar. Sebagai hub, inilah keunggulan kami,” kata Fadly dengan percaya diri.
Optimisme ini pun didukung oleh data nyata. Kunjungan wisatawan ke Kota Padang pada triwulan pertama 2026 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Sebagai contoh, di objek wisata Pantai Air Manis, jumlah kunjungan mencapai 180 ribu wisatawan! Angka ini meningkat drastis jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya sebanyak 120 ribu kunjungan. Selamat datang kembali, Tour de Singkarak. Sumbar siap bersinar lagi!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
