Exposenews.id – Setelah heboh isu tunggakan gaji yang menimpa skuad PSBS Biak di Super League 2025-2026, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir langsung angkat bicara. Dengan penuh ketegasan, ia memberikan respons yang cukup mengejutkan sekaligus menenangkan publik sepak bola Tanah Air.
Baca Juga: Declan Rice Angkat Bicara Usai Arsenal ke Semifinal: Tim Bahagia, Bukan Frustrasi!
Pertama-tama, Erick Thohir langsung meluruskan bahwa persoalan klasik seperti ini sebenarnya tidak perlu berlarut-larut. Menurutnya, sistem sepak bola nasional kita saat ini sudah jauh lebih maju dan terstruktur. “Sebenarnya kalau isu di persepakbolaan itu, penyelenggara liga sudah memiliki mekanismenya. PSSI juga sudah mempunyai payung hukum melalui NDRC (National Dispute Resolution Chamber),” ujar Erick Thohir dengan nada percaya diri di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Oleh karena itu, ia menambahkan bahwa regulasi yang berlaku saat ini sudah sangat jelas dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Regulasi itu, lanjutnya, dirancang khusus untuk menangani segala bentuk sengketa panas yang mungkin terjadi antara pemain dan klub. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk panik.
Peran Liga dan Sistem Pengawasan Klub: Dana Mengalir Deras, Pengawasan Makin Kencang!
Selanjutnya, Erick Thohir menjelaskan sebuah fakta penting yang mungkin belum diketahui banyak orang. Operator kompetisi kita, I.League, ternyata tidak pernah tidur. Mereka sudah menerapkan sistem pengawasan yang super ketat melalui mekanisme lisensi klub. Dengan sistem ini, setiap klub yang ingin berlaga wajib memenuhi segudang persyaratan. Salah satu syarat yang paling krusial adalah kondisi keuangan yang sehat dan transparan. Bahkan, Erick menegaskan bahwa proses verifikasi ini dilakukan secara berkala, bukan hanya di awal musim.
Baca Juga: Raphinha Meluapkan Kekesalan usai Barca Tersingkir: Sindir Suporter dan Kritik Wasit
Tak hanya itu, Erick pun mengungkapkan sebuah terobosan baru yang sangat menarik perhatian. “Dan sepengetahuan saya, ada mekanisme liga yang juga mengunci pendapatan klub. Karena sebelumnya liga memberikan pendapatan kepada masing-masing klub itu hanya sekitar Rp5 miliar, sementara tahun ini sudah meningkat menjadi sekitar Rp17 miliar,” ungkapnya. Dengan kata lain, ada lonjakan dana yang sangat signifikan. Erick berharap, peningkatan distribusi dana jumbo ini mampu menjadi solusi jangka panjang.
Klub-klub, termasuk PSBS Biak, diharapkan bisa lebih leluasa mengatur keuangan. Akibatnya, kewajiban membayar gaji pemain pun tidak akan lagi tertunda. Selain itu, NDRC juga berdiri kokoh sebagai lembaga penyelesaian sengketa yang netral dan profesional. Erick menilai, perlindungan terhadap para pemain saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan era-era sebelumnya. Dulu pemain sering menjadi korban kelicikan manajemen klub, tapi sekarang tidak lagi.
Kasus PSBS Biak dan Harapan Penyelesaian: Jangan Resah, Serahkan ke Ahli!
Untuk penanganan kasus PSBS Biak secara lebih teknis, Erick langsung memberi arahan tegas. Ia menyarankan agar semua pihak tidak saling menyalahkan di media sosial. Proses yang benar harus segera dijalankan oleh otoritas yang berwenang. “Nanti mungkin mekanismenya silakan ditanyakan langsung ke pihak liga dan juga ke NDRC,” kata Erick dengan santai namun penuh kewenangan. Dengan pernyataan ini, ia secara tidak langsung meminta publik untuk bersabar. Semua sudah ada jalurnya, dan jalur itu sudah teruji.
Sementara itu, kasus ini sendiri awalnya mencuat setelah Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dengan berani membuka suara. Mereka mengungkap adanya dugaan tunggakan gaji yang cukup parah di PSBS Biak. Berdasarkan investigasi internal APPI, keterlambatan pembayaran gaji ini sudah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut. Bayangkan, tiga bulan para pemain berjuang di lapangan tanpa menerima hak mereka secara penuh. Hal ini tentu sangat memprihatinkan.
Sebagai penutup, APPI pun menyampaikan harapan besarnya. “Kami berharap seluruh kewajiban klub terhadap para pemain dapat segera diselesaikan demi menjaga iklim sepak bola Indonesia yang sehat dan profesional,” tulis APPI dalam pernyataan resminya. Kini, semua mata tertuju pada I.League dan NDRC. Mampukah mereka menuntaskan kasus ini dengan cepat? Publik pun menanti aksi nyata, bukan sekadar janji manis. Semoga keadilan segera ditegakkan untuk para pemain PSBS Biak!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
