JAYAPURA, Exposenews.id – Kabar besar datang dari tanah Papua. Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, baru saja menggelar pertemuan penting dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia atau KAI, Bobby Rasyidin. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak secara serius membahas rencana ambisius pembangunan jalur kereta api di Papua. Fokus utama mereka adalah trase yang nantinya akan menghubungkan Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Pertemuan ini pun langsung menuai perhatian luas dari masyarakat Papua.
Baca Juga: DPRD Kota Solo Ungkap Tunggakan Sewa Stadion Manahan oleh Persis Solo Capai Rp 2 M
Selanjutnya, Gubernur Fakhiri menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari pembahasan tahap awal. Pemerintah provinsi sedang berusaha menghadirkan transportasi darat modern di wilayah tersebut. Di sisi lain, upaya ini juga bertujuan untuk mewujudkan konektivitas antarwilayah yang selama ini masih terbatas. Oleh karena itu, kehadiran kereta api diharapkan mampu menjawab tantangan geografis yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik.
Kemudian, Fakhiri juga mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat sangat besar terhadap proyek ini. Menurutnya, kehadiran kereta api di wilayah timur Indonesia tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah pusat. Ia secara khusus menyebut nama Presiden Prabowo Subianto sebagai tokoh yang sangat peduli dengan pemerataan infrastruktur. Hal ini disampaikan Fakhiri saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Rabu, 15 April 2026.
Baca Juga: Dinkesda Brebes Catat 3.966 ODGJ, Sebanyak 33 Orang Masih Dipasung Keluarga
Setelah itu, Gubernur menegaskan bahwa kehadiran moda transportasi massal di Papua akan menjadi langkah penting. Langkah ini secara nyata akan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua. Ia pun menyampaikan harapan besarnya terhadap proyek tersebut. Menurutnya, proyek ini dapat menjadi awal dari pengembangan jaringan transportasi yang lebih luas. Dengan begitu, konektivitas antarwilayah akan meningkat drastis dan pembangunan di Papua pun akan berjalan lebih cepat.
Tidak hanya itu, Fakhiri juga menambahkan fungsi kereta api ke depan. Ia menjelaskan bahwa kereta api nantinya bukan hanya transportasi untuk masyarakat biasa. Pemerintah juga akan menjadikannya sebagai angkutan logistik dan sarana mobilisasi barang. Hal ini tentu akan sangat membantu para pelaku usaha di Papua. Distribusi bahan pokok dan hasil bumi pun diharapkan menjadi lebih efisien dan murah.
Survei Akhir Bulan, Tim Khusus Papua Terlibat Langsung
Berdasarkan rencana yang telah disepakati, tim ahli dari PT KAI akan segera bergerak. Mereka akan melakukan survei lokasi yang bakal dijadikan jalur rel kereta api. Kegiatan survei ini dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026. Yang menarik, survei tersebut juga akan melibatkan tim khusus yang berasal dari Papua sendiri. Hal ini dilakukan agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah setempat.
Baca Juga: Rencana E-Parking di Mie Gacoan Pekalongan Diprotes Puluhan Juru Parkir Lokal
Dirut PT KAI: Kereta Api Membangun Peradaban, Bukan Sekadar Rel
Sementara itu, suasana optimisme juga ditunjukkan oleh Direktur Utama PT KAI. Bobby Rasyidin dengan tegas menyatakan bahwa pembangunan kereta api di Papua memiliki makna yang lebih dalam. Menurutnya, proyek ini bukan hanya soal membangun transportasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun peradaban. Di samping itu, kehadiran kereta api bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi, Bobby pun memaparkan keyakinannya. Kehadiran kereta api, ujarnya, dapat membuka akses-akses baru ke berbagai wilayah terpencil. Distribusi barang dan jasa pun akan berjalan lebih lancar tanpa hambatan berarti. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi lokal akan terdorong secara signifikan. Pelaku UMKM, petani, dan nelayan di Papua dipastikan akan merasakan dampak positifnya.
Terakhir, Bobby Rasyidin menegaskan komitmen PT KAI. Pembangunan kereta api di Papua sejalan dengan visi dan harapan Presiden Prabowo Subianto. Presiden memang menginginkan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua. Bobby pun mengakhiri pernyataannya dengan nada penuh keyakinan. Nantinya, kehadiran kereta api merupakan implementasi nyata dari pemerataan untuk kesejahteraan. Inilah yang terus disampaikan dan diperjuangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
