BATAM, Exposenews.id — Tim Satreskrim Polresta Barelang berhasil membongkar praktik percaloan yang selama ini meresahkan calon penumpang di kawasan ASDP Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau. Yang lebih mengejutkan, jaringan ini ternyata melibatkan seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seorang petugas kapal Ro-ro, serta seorang calo tiket profesional. Ketiganya kini mendekam di sel tahanan setelah aksi mereka terendus polisi.
Ketiga pelaku tersebut terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum setelah laporan korban berinisial E (23) dan suaminya S (44) masuk ke meja hijau. Pasangan ini menjadi korban praktik curang saat mereka bersiap menyeberang menuju Kuala Tungkal pada Sabtu (14/3/2026) lalu.
“Kami langsung bergerak cepat mengamankan para pelaku calo di pelabuhan ini setelah menerima laporan korban yang tertipu saat hendak mudik ke Sumatera melalui penyebrangan Roro di ASDP Punggur,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricilia Ohei saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (17/3/2026).
Tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MY (47), AM (43), dan RY (33). Saat mengulik kronologi kejadian, terungkap bahwa peristiwa ini bermula ketika korban menghubungi MY pada Jumat (13/3/2026) malam untuk menanyakan ketersediaan tiket penyeberangan. MY dengan lihai memainkan perannya, meyakinkan korban bahwa ia bisa mengurus semuanya asalkan mereka datang langsung ke pelabuhan keesokan harinya.
Kolaborasi Internal: Ternyata Ada “Orang Dalam” yang Bermain
Begitu tiba di pelabuhan, MY langsung menemui korban dan memainkan peran utamanya. Ia mematok harga tinggi, meminta uang sebesar Rp 500.000 per orang. Melihat korban keberatan, terjadilah tawar-menawar ala pasar. Akhirnya, mereka sepakat di angka Rp 400.000 per orang—angka yang masih jauh di atas harga resmi tiket.
Saat kapal KMP Sembilang mulai merapat dan bersandar, MY bertindak bak bodyguard. Ia mengarahkan korban untuk segera mendekati kapal dan menyuruh mereka masuk terlebih dahulu tanpa perlu mengantre atau menunjukkan tiket.
“Setelah tiba di atas kapal, pelaku yang telah menerima uang dari korban sama sekali tidak memberikan tiket resi atau tiket resmi. Ia dengan tega memilih meninggalkan korban begitu saja. Korban berhasil naik ke atas kapal dan melewati pemeriksaan karena dikawal langsung oleh pelaku,” jelas Nona dengan nada geram.
Nah, inilah bagian paling mencengangkan dari kasus ini. Berdasarkan pendalaman penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa MY tidak bekerja sendirian. Ia memiliki koneksi internal di pelabuhan. MY menjalin kerja sama rapi dengan AM yang merupakan petugas BUMN di bagian pengecekan tiket. Kolaborasi ini semakin sempurna dengan adanya RY yang bertugas di bagian pintu masuk kapal. Dengan kerja sama segitiga ini, korban yang tidak memegang tiket resmi bisa melenggang masuk dengan mulus tanpa melalui prosedur pemeriksaan yang semestinya.
Barang Bukti dan Ancaman Hukuman: Denda Jutaan Mengintai Para Pelaku
Saat melakukan penggeledahan dan pengungkapan kasus, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya tiga unit telepon genggam berbagai merek yang diduga kuat digunakan para pelaku untuk berkomunikasi dan melancarkan aksinya. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 900.000 yang diduga kuat merupakan hasil kejahatan dari praktik penipuan tiket tersebut.
“Atas perbuatannya yang merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik institusi, para tersangka kami jerat dengan Pasal 494 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penipuan. Dalam ketentuan tersebut, pelaku dapat dikenakan pidana denda kategori II dengan nilai maksimal Rp 10 juta,” tegas Nona mengakhiri penjelasannya.
Praktik percaloan yang melibatkan oknum pegawai BUMN dan petugas kapal ini menjadi perhatian serius kepolisian, apalagi momentumnya terjadi menjelang arus mudik Lebaran. Kepolisian bertekad memberantas praktik-praktik semacam ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut di wilayah Kepulauan Riau. Jangan sampai niat baik mudik malah berubah menjadi petaka karena ulah oknum tak bertanggung jawab!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
