Exposenews.id – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Ketua DPR RI Puan Maharani yang secara terbuka memohon maaf. Tak hanya sekadar permintaan maaf, pemimpin legislatif ini mengakui secara jujur bahwa kinerja lembaganya belum mencapai target optimal dalam mengemban amanah rakyat.
Momen Permintaan Maaf dan Janji Perbaikan
Dengan penuh rasa penyesalan, ketua umum partai penguasa ini menyatakan: “Atas nama seluruh keluarga besar DPR RI, kami dengan kerendahan hati memohon maaf atas segala kekurangan dalam menjalankan tugas perwakilan rakyat.” Lebih dari itu, ia bertekad memimpin proses pembenahan menyeluruh di lingkungan parlemen. Bahkan secara tegas ia menjanjikan peningkatan responsivitas terhadap suara masyarakat. “DPR RI berkomitmen untuk terus melakukan koreksi dan peningkatan dalam menyerap aspirasi masyarakat,” tegasnya dengan nada bulat.
Tak berhenti di situ, Puan pun menekankan komitmen parlemen untuk menciptakan iklim komunikasi yang lebih produktif. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa berkolaborasi membangun kemajuan negeri.
Duka Mendalam dan Harapan Ke Depan
Merespons peristiwa pilu tersebut, Puan menyampaikan harapan: “Kita harus senantiasa bersyukur dan berdoa bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.” Ia melanjutkan dengan doa: “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan kasih sayang dan petunjuk-Nya untuk bangsa kita.”
Dalam momentum yang sama, Puan menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden kekerasan yang menimpa para pengunjuk rasa. “Kami turut berduka atas peristiwa kekerasan yang dialami para peserta demonstrasi saat menyampaikan pendapat,” ungkapnya dengan nada haru.
Dukungan untuk Korban dan Pengawalan Proses Hukum
Berikutnya, mewakili segenap anggota dewan, Puan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan. “Semoga segala kebaikan almarhum diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” tambahnya.
Tak lupa, ia mendorong proses hukum yang transparan: “Kami meminta kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa ini, dan kami akan mengawal proses hukum hingga tuntas,” tegas Puan.
Penyelidikan dan Akuntabilitas Institusi
Sementara dari pihak kepolisian, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menjelaskan: “Tim masih melakukan investigasi mendalam mengenai pengemudi. Yang pasti tujuh anggota berada dalam satu kendaraan operasional.”
Secara terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf: “Atas nama institusi, kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi.” Ia menegaskan proses hukum akan dijalankan: “Evaluasi komprehensif terus kami lakukan untuk memastikan akuntabilitas hukum.”
Respons Tegas Pimpinan Tertinggi
Respons paling menentukan datang dari Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan: “Saya perintahkan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas insiden ini.” Lebih tegas lagi, ia menyatakan: “Setiap personel yang terbukti melanggar akan dikenai sanksi maksimal sesuai peraturan perundang-undangan.”
Presiden juga menyampaikan duka cita: “Atas nama pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan belasungkawa yang tulus.” Sebagai bentuk tanggung jawab negara, pemerintah akan memberikan perlindungan sosial bagi keluarga Affan: “Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga almarhum dan memberikan perhatian khusus kepada seluruh anggota keluarganya.”