BENGKULU, Exposenews.id – Merespons insiden dengan cepat, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, secara mengejutkan mengumumkan penghentian sementara semua kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong. Tanpa menunggu lama, beliau langsung menyatakan bahwa keputusan darurat ini secara khusus pihaknya prioritaskan untuk keselamatan ratusan anak-anak. Lebih lanjut, Helmi menegaskan, “Kami terpaksa menghentikan operasi MBG di Lebong untuk sementara. Saat ini, fokus kami adalah memproses pemulihan para siswa dengan maksimal dan secara aktif mengawasi penyelidikan yang sedang berjalan oleh pihak berwenang,” ujar Gubernur Helmi Hasan usai menghadiri peringatan ulang tahun Partai Amanat Nasional (PAN) di Bengkulu, Sabtu (30/8/2025).
Peringatan Keras untuk Pengelola: Taati SOP Tanpa Kompromi!
Tak hanya berhenti di situ, sang Gubernur juga melayangkan peringatan keras kepada seluruh pengelola program untuk masa depan. Dengan nada tegas, Helmi menekankan bahwa para pengelola MBG harus benar-benar menaati Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan tanpa sedikitpun kelonggaran. “Ke depan, saya akan pastikan sendiri bahwa setiap pengelola MBG menjalankan tugasnya dengan taat mutlak pada semua standar yang berlaku. Kami tidak akan mentolerir adanya penyelewengan lagi,” tegas dia dengan serius.
Pesan untuk Kader: Turun ke Jalan dan Bantu Rakyat Langsung!
Pada kesempatan yang sama, Helmi juga menyisipkan pesan politik yang kuat kepada segenap kader partainya. Ia kemudian menyerukan dengan lantang bahwa semua kader PAN harus memiliki kepekaan tinggi dan turun langsung menyentuh persoalan riil yang dihadapi rakyat. “Saya instruksikan di sini, semua kader harus bergerak, melakukan pendekatan door to door, mengadvokasi masalah warga, dan benar-benar membantu rakyat menyelesaikan kesusahannya,” serunya dengan penuh semangat membara.
PAN Rayakan Ulang Tahun dengan Aksi Nyata dan Berbagi
Di sisi lain, acara ulang tahun PAN sendiri justru diisi dengan berbagai aksi sosial yang kongkrit dan langsung meringankan beban masyarakat. Panitia penyelenggara dengan cermat merangkai peringatan tersebut melalui serangkaian kegiatan amal yang melibatkan banyak pihak. Ragam kegiatannya pun sangat variatif, mulai dari donor darah yang disemangati oleh puluhan relawan, pembagian 400 paket sembako untuk keluarga yang kurang mampu, hingga pemberian santunan yang berhasil menghangatkan hati ratusan anak yatim.
Akibat Tragis: Menu Bergizi Berubah Jadi Malapetaka Massal
Lalu, apa pemicu utama dari keputusan keras Gubernur ini? Ternyata, akar masalahnya berawal dari sebuah insiden tragis yang suksis mengguncang dunia pendidikan Bengkulu. Tepat pada hari Rabu (27/8/2025) lalu, sebanyak 456 siswa di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dilaporkan mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan. Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi sumber nutrisi dan kebahagiaan itu, justru berbalik menjadi malapetaka yang meresahkan.
Kapolda Turun Tangan: Pastikan Pemulihan Korban Jadi Prioritas Utama
Merespon kejadian dengan sigap, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, langsung memimpin sendiri penanganannya dan melakukan kunjungan khusus ke lokasi kejadian di Kabupaten Lebong. Dia sendiri mendatangi dan menyapa satu per satu siswa serta keluarga korban untuk memberikan kepastian dan dukungan moral. Dalam keterangan resminya, Kapolda menekankan bahwa fokus utama seluruh jajarannya saat ini adalah memulihkan kesehatan semua korban. “Prioritas nomor satu kami adalah menangani semua pasien anak-anak tersebut. Alhamdulillah, perkembangan mereka cukup positif dan sudah 50 persen pasien diperbolehkan pulang oleh dokter,” ujar Kapolda dalam video rilis yang diterima, Kamis (28/7/2025).
Penyelidikan Menyeluruh Dimulai: Telusuri dari Dapur Hingga ke Meja Makan
Selanjutnya, proses hukum pun segera diluncurkan secara komprehensif dan transparan. Ia menambahkan bahwa setelah memastikan kondisi korban stabil, Polda beserta seluruh jajarannya, termasuk Polres Lebong, akan mengerahkan semua sumber dayanya untuk melakukan investigasi mendalam. Probesinya akan menjalar dari hulu ke hilir, mulai dari proses pengadaan di dapur produksi, cara memasak, hingga metode distribusi makanan ke setiap sekolah. “Secara paralel, investigasi sudah kami jalankan. Akan tetapi, sejauh ini kami masih menunggu hasil final dari uji sampel BPOM sebelum bisa memberikan pernyataan lebih detail,” katanya dengan penuh kehati-hatian.
Proses Hukum Bergulir: Polisi Kumpulkan Keterangan dari Berbagai Pihak
Meski masih menunggu hasil lab, Kapolda memastikan bahwa proses penyelidikan pidana telah bergulir tanpa delay. Kapolda menegaskan kembali bahwa sejauh ini Polres Lebong telah secara aktif mendatangi, meminta, dan mengumpulkan keterangan dari banyak pihak terkait untuk mengungkap celah kegagalan dalam program tersebut. “Tim penyidik kami sudah bergerak cepat ke lapangan. Nanti pada waktunya, ketika seluruh proses telah tuntas dan menemui titik terang, kami akan sampaikan semua temuan itu kepada publik secara transparan,” pungkasnya penuh dengan keyakinan.
Pada intinya, seluruh elemen pemerintah baik dari pihak eksekutif maupun penegak hukum kini bergerak secara sinergis dan cepat untuk menangani krisis kesehatan ini. Mereka tidak hanya memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatan korban, tetapi juga berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas penyebabnya dan mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. Masyarakat luas pun kini menanti dengan harap akan keadilan dan kepastian bahwa program pemerintah haruslah hadir sebagai berkat, bukan malah membawa petaka yang menyedihkan.