Joy Tulung Angkat Bicara Soal Polemik Pemilihan Ketua ISEI Manado

Ilustrasi ISEI Manado

Exposenews.id, MANADO – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Manado terpilih Joy Tulung angkat bicara soal polemik Pemilihan Ketua ISEI Manado kemarin. Joy mengatakan pemilihan dipercepat menjadi Februari meskipun waktu kepengurusan berakhir Juli 2025 disebabkan bakal digelarnya sidang pleno.

“Sebenarnya kepengurusan berakhir Juli 2025 tapi karena ada sidang pleno maka kita untuk memperkuat pengurusan kita percepat pemilihannya. Memang di AD ART tidak mengatur mempercepat , tapi di dalamnya cuma mengatur maksimal 3 bulan sebelum berakhir kepengurusan sudah bikin rapat anggota. Asumsinya 4 atau 5 bulan sebelum berarti sudah bisa dibuat pemilihan,” ujar Joy saat dimintakan tanggapannya ini.

Menurut Joy, pemilihan ini sudah dikonsultasikan ke pengurus pusat bidang 1 organisasi. Kebetulan Joy adalah pengurus pusat.

“13 Januari kita kirim surat ke PP ISEI dan mereka menjawab silakan dilaksanakan. 14 Januari kita bikin panitia. Untuk proses itu saya sendiri tidak bisa masuk grup panitia yang dikoordinir Ketua Prof Joyce dan Sekretaris doktor Een,” ujarnya.

Joy membenarkan undangan hanya disebarkan di WA Group karena anggota dan pengurus ada di dalam situ. Selain itu disebarkan ke fakultas ekonomi di kampus lainnya.

Untuk pendaftaran, Joy bilang panitia telah mengumumkan di grup pada 17 Januari 2025 bahwa pendaftaran bakal calon berakhir hingga 31 Januari 2025. Menurutnya, mendaftar sebagai calon Ketua ISEI Manado tidak ribet, hanya diminta kartu anggota, isi formulir dan harus melunasi iuran.

“Kurang lebih 15 menit waktunya,” paparnya.

Joy juga menepis soal tidak mengizinkan interupsi saat pemilihan. Dia bilang yang ada malah mereka baru mau bicara pas sudah diketuk.

Ketika ditanyakan bagaimana sikapnya bila Pengurus Pusat ISEI akan menunda atau bahkan menganulir penetapan pemilihan Ketua ISEI Manado, dia yakin tidak akan sampai terjadi. Pasalnya pengurus pusat sudah mengirimkan ucapan selamat dan dia sudah diminta untuk membentuk kepengurusan baru.

“PP ISEI juga meminta berita acara yang akan dikirimkan panitia. Saya diminta usulan pengurus baru dan permohonan pelantikan,” sebutnya lagi.

Dia turut menyampaikan soal kehadiran mahasiswa saat kegiatan pemilihan karena adanya diskusi ilmiah sebelum pemilihan. Tapi dia tidak tahu apakah mahasiswa masih ada di dalam ruangan saat proses pemilihan berlangsung.

“Saya enggak tahu apa mereka masih ada atau enggak karena saya kan posisi duduknya menghadap ke depan,” kata dia lagi.

“Untuk anggota yang dinyatakan aktif itu bagi mereka yang sudah bayar iuran, jika belum berarti tidak aktif. Tapi kalau mereka sudah bayar maka dinyatakan aktif kembali,” sebutnya menanggapi pertanyaan soal mengapa ada istilah anggota aktif atau tidak aktif.

(RTG)