Exposenews.id, MANADO – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Manado baru menetapkan Joy Tulung melanjutkan kembali kepemimpinan sebagai Ketua ISEI Manado. Namun, ketetapan itu malah menjadi polemik di internal ISEI Manado. Sejumlah anggota organisasi yang di dalamnya banyak kalangan akademisi ini menilai proses pemilihan dan penetapan Joy Tulung tidak sesuai prosedur yang ada.
Salah satu anggota ISEI Manado Jantje Uhing SE. MSi menuturkan masa jabatan Joy Tulung sebagai Ketua ISEI Manado pada dasarnya berakhir Juni 2025. Namun dia heran mengapa dipaksakan untuk dilakukan pemilihan Ketua ISEI Manado di Februari ini.
“Apalagi tidak disampaikan alasan kepada seluruh anggota kenapa harus dipercepat pemilihannya. Terus tiba-tiba sudah ada saja nama ketua panitia pemilihan dan itu hanya disampaikan di WA Group,” ujar Jantje kepada Exposenews.id, hari ini.
Dikatakan Jantje bahwa panitia juga hanya memberikan waktu pendaftaran 4 hari kerja yang di mana waktu-waktu itu diselingi libur nasional dan cuti bersama. Persoalan itu yang memantik beberapa anggota mengusulkan agar menunda pemilihan tersebut.
“ISEI itu seyogyanya selalu menjaga marwah karena ISEI adalah organisasi profesi yang mengutamakan adab dan etika. Siapapun yang terpilih kami dukung tapi menurut kami proses pemilihan kemarin tidak sesuai AD ART. ISEI di dalamnya pakar-pakar ekonomi tapi kok bisa pelaksanaan pemilihan Ketua ISEI Manado jadi begini,” tambahnya lagi.
Dia mengaku terpanggil secara pribadi untuk mengutarakan keberatan ini, dan tidak ada maksud dan unsur kepentingan apapun. Menurutnya selama puluhan tahun jadi anggota ISEI Manado, kenapa justru kali ini yang tidak sesuai marwahnya.
“Untuk itu cobalah kita kembali ke aturan AD ART, pemilihan siapapun dia yang terpilih saya dukung saya. Kita ikuti prosedur di mana mesti ada keterwakilan unsur akademisi, profesional, bahkan pemda,” sebut dia.
Dia heran saat pelaksanaan pemilihan, ketua panitia malah merangkap menjadi pimpinan sidang sehingga terjadi suatu perdebatan. Bahkan ada anggota yang interupsi malah tidak diberikan kesempatan.
“Salah satunya Ketua ISEI sebelum Joy Tulung yang tidak diberikan kesempatan padahal dia ingin menyampaikan pendapatnya. Seharusnya kan Ketua ISEI sekarang ini mesti dapat wejangan dari Ketua ISEI sebelumnya,” jelas Jantje.
“Ini bukan kepentingan pribadi tapi kami ingin ISEI mengikuti marwah sebenarnya,” katanya lagi.
Senada dengan Jantje, Anggota ISEI Manado lainnya, Hizkia Tasik SE., MA., Ph.D menegaskan siapapun yang dicalonkan dan dipilih dirinya tidak persoalkan, tapi prosedur pemilihan harus dilakukan dengan mekanisme yang benar. Menurut Hizkia, mekanisme pemilihan kemarin banyak kejanggalan dan harus diluruskan.
“Biasanya pemilihan dibentuk panitia yang salah satu tugasnya menyeleksi dokumen-dokumen calon, kemudian perlu ada tim formatur, bahkan pimpinan sidang. Nah ini anehnya ketua panitia langsung ambil alih sebagai peran formatur dan pimpinan sidang. Bahkan kemarin yg menentukan terpilih malah ketua panitia,” jelasnya kecewa.
Soal undangan juga, kata Hizkia, sangat janggal karena hanya berupa chatting dan tidak berupa undangan surat resmi yang mengundang anggota dlm pemilihan. Dalam redeaksi chatting undangan tertulis ada diskusi ilmiah dan pemilihan tapi saat hari pelaksanaan malah langsung penetapan.
“Kalau namanya pemilihan berarti kan anggota mesti memilih. Bukan main langsung ditetapkan begitu,” tegasnya.
Kerancuan yang lain adalah calon tunggal, dan hanya 4 hari dibuka pendaftaran yang beririsan dengan hari libur. Menurutnya, perkuliahan saja baru efektif minggu ini.
“Kami temukan juga persoalan tempat pemilihan di Fakultas Ekonomi perguruan tinggi padahal ISEI Manado punya Rumah ISEI. Kejanggalan lain disebutkan soal anggota ISEI yang dikatakan aktif dan tidak aktif. Yang aktif katanya yang bayar iuran, kalau tidak berarti tidak aktif. Padahal pasal AD ART yang disampaikan itu ada anggota biasa, luar biasa dan kehormatan bukan aktif dan tidak aktif. Soal iuran tidak disebutkan,” tambahnya.
Dia turut menyayangkan saat pemilihan kemarin, tidak ada pembacaan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus ISEI Manado. Ini pun bisa jadi polemik besar karena Ketua ISEI bisa dipertanyakan iuran yang dihimpun itu digunakan untuk apa saja.
“Seyogyanya ketua juga harus menyampaikan visi misi, terus masa iya tidak ada penyampaian tata tertib pemilihan. Organiasi ini jadi tercoreng gara-gara yang begini,” pungkasnya.
Sementara, Sekretaris ISEI Manado Bobby Hamenda, SE, M.Si, MIntDevEc mengatakan sebelum pemilihan kemarin, satu hari sebelumnya ada anggota yang minta pemilihan ditunda. Ini juga sempat terjadi perdebatan dan berlangsung sampai pagi keesokan harinya.
“Saya WA ke ketua tapi dibilang kalau panitia akan tetap on schedule,” ujar Bobby.
Bobby mengakui undangan hanya dalam bentuk chatting di WA Group. Dan ada anggota lainnya yang berpandangan sebaiknya dipublikasikan ke media massa atau sosial media.
“Waktu pendaftaran hanya 4 hari kerja. Di grup WA itu ada pejabat-pejabat BI maupun pemda, tapi saya kurang tahu saat itu mereka baca atau tidak,” tutup dia.
(RTG)