Berani Koreksi Diri Sendiri

Ilustrasi

Exposenews.id, MANADO – Shalom. Mari kita renungkan bersama kebenaran firman Tuhan dalam Yohanes 13: 22 yang berkata:

Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, dalam menjalin hubungan, semua orang berharap dapat menjaganya tetap awet dan langgeng. Apakah itu hubungan dengan pasangan dalam keluarga, mitra kerja dan sebagainya. Kita tentu akan mengupayakan semua cara terbaik yang mampu kita lakukan demi langgengnya sebuah hubungan.

Memang pada prinsipnya tidak ada seorangpun yang mau dikhianati. Tapi hari ini, melalui bacaan Firman Tuhan, kita diingatkan untuk waspada dan hams berani mengoreksi diri sendiri.

Sebab jangan-jangan yang berkhianat itu adalah diri kita sendiri yang secara sadar dan terang-terangan ingkar dalam prinsip-prinsip dan nilai-nilai hidup yang kita ciptakan. Misalnya kita mudah berkompromi dengan orang lain demi mendapatkan keuntungan sekalipun itu bertentangan dengan nilai moral dan prinsip hidup bahkan nilai iman kita.

Contoh nyata dapat dilihat dalam pesta demokrasi yang bare saja kita lewati, apakah kita tetap setia dengan komitmen dalam memilih ataukah kita justru mengingkarinya secara sadar demi mendapatkan `imbalan’ yang lebih besar dari calon yang lain? Lalu siapakah yang kita khianati? Bukankah yang kita ingkari dan khianati adalah diri kita sendiri?

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, para murid ketika mendengar perkataan Yesus Kristus saling memandang dalam keraguan tentang siapa sebenarnya yang dimaksud-Nya sebagai orang yang akan menyerahkan Dia.

Mengapa ada yang merencanakan kejahatan itu? Dan siapakah yang tega merusak kepercayaan dalam kebersamaan itu? Yesus Kristus belum menunjuk siapa pelakunya, semua masih samar-samar dan belum ada yang dapat disangkakan untuk persoalan itu.

Perenungan hari ini mengajak kita untuk selalu introspeksi diri dalam terang Firman Tuhan agar tidak hanya menuduh orang lain melakukan kesalahan sebagai perusak kebersamaan, tetapi juga berani mengoreksi diri dan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang rendah hati, selalu menyadari akan kelemahan dan keterbatasan serta semakin tulus dalam membangun hubungan dengan sesama. Amin.

(Renungan Harian Keluarga)