Oleh: Ronald Ginting
Exposenews.id, Manado – Sejumlah UMKM di Sulawesi Utara bergejolak akibat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sekitar setahun ini. Salah satu UMKM yang merasakannya ialah Christine Klappertaart.
Namun, pemilik Christine Klappertaart, Elsje Crestine Sumangkut mengaku kondisi pandemi tidak membuatnya menyerah dengan keadaan. Perempuan yang akrab dipanggil dengan Christine ini melihat pandemi sebagai tantangan untuk lebih giat berusaha dan mendekat kepada Tuhan.
“Saya punya keyakinan saat mengawali usaha dengan doa, begitu juga dengan saat menghadapi tantangan pandemi ini. Saya dan keluarga lebih dekat dengan Tuhan sambil berusaha lebih giat lagi dengan berinovasi di produk terbaru,” kata Christine saat bertemu dengan Exposenews.id, hari ini.
Usaha ini dirasakan Christine membuat usahanya sampai hari ini masih survive. Bahkan sudah beberapa waktu terakhir toko Christine Klappertaart yang berada di Tikala diperluas tempatnya.
“Jadi saat kesempatan memperluas datang, Tuhan kasih rezeki lewat bantuan pemerintah melalui KUR Bank BNI. Jadi saya ambil kesempatan itu dan puji Tuhan sudah bisa memperluas tempat ini,” imbuhnya.
Ditambahkannya bahwa menyisihkan sebagian pendapatan juga menjadi kiat tersendiri saat situasi sekarang. Menurutnya tabungan itu penting mencegah situasi darurat terjadi.
“Paling tidak tabungan itu membantu di saat kesulitan,” ucapnya.
Dia bilang bahwa di Christine Klappertaart membuka peluang bagi UMKM lainnya yang hendak menitipkan produk usahanya. “Silakan UMKM bawa produknya ke kami,” katanya.
Menurutnya sudah ada pelaku UMKM yang bekerjasama dengannya. Salah satunya yakni Sizzy Matindas.
“Iya, Sizzy Matindas titip batik berceritanya di Christine Klappertart. Jadi bagi yang tertarik dengan kain maupun batik hasil kreasi Sizzy Matindas bisa datang di tempat kami,” tutupnya.
(RTG)
