Exposenews.id – Penyidik Ditreskrimsus Polda Lampung sukses membongkar skandal penyelundupan uang palsu lintas provinsi yang nilainya sangat fantastis. Selanjutnya, pihak kepolisian menemukan indikasi kuat bahwa sindikat kriminal ini melancarkan aksinya sebanyak dua kali berturut-turut dengan memanfaatkan dua jenis moda transportasi yang bertolak belakang, yakni lewat jalur udara menggunakan pesawat terbang dan jalur darat menumpang bus antarkota.
Kemudian pada operasi penggagalan terbaru yang berlangsung cukup menegangkan, jajaran petugas di lapangan sukses menyita 9.800 lembar uang palsu pecahan seratus ribu rupiah. Dengan demikian, jika kita mengalkulasikan seluruh akumulasi nominal dari uang pecahan tiruan tersebut, total nilainya menyentuh angka fantastis sebesar Rp 980 juta.
Menariknya, para pelaku nekad membawa tumpukan uang buatan tersebut menggunakan armada Bus Sempati Star rute Medan menuju Jakarta. Oleh sebab itu, tim penyidik mencium kecurigaan kuat bahwa modal raksasa abal-abal tersebut sengaja disiapkan dan hendak digunakan untuk mendanai aksi demonstrasi besar-besaran di ibu kota negara.
Namun rencana jahat tersebut akhirnya kandas ketika petugas menggelar pemeriksaan rutin terhadap armada bus di pintu masuk kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Alhasil, aksi sigap kepolisian pada pagi hari itu berhasil mematahkan upaya peredaran uang haram tersebut.
Tak butuh waktu lama di lokasi kejadian, tim reserse kepolisian langsung menangkap Azizir Wicaksono (28), kurir lapangan yang bertugas membawa dan mengawal kiriman paket uang palsu tersebut hingga sampai ke tempat tujuan di Jakarta.
Lebih mengejutkan lagi, aparat menemukan uang buatan itu tersimpan sangat rapi di dalam sebuah dus kemasan air mineral. Selanjutnya, pelaku sengaja menaruh dus penyamar tersebut di atas kompartemen kabin kursi nomor 28 serta membungkusnya memakai kertas buku berwarna putih agar menyamarkan kecurigaan para penumpang lain dan petugas.
Berawal dari penangkapan sang kurir di pelabuhan, penyelidikan kasus ini berkembang pesat hingga polisi berhasil melacak sekaligus meringkus sang dalang bernama Sudiyono (58). Pria paruh baya warga Sumatra Utara ini diduga kuat bertindak sebagai pemilik sah uang palsu tersebut sekaligus sosok yang mengatur seluruh skenario pengirimannya.
Selanjutnya, petugas membekuk Sudiyono di Kota Medan pada 27 Oktober 2026. Penangkapan penting ini merupakan buah dari keberhasilan tim penyidik menginterogasi Azizir yang sudah lebih dahulu menginap di sel tahanan sesaat setelah diamankan di Bakauheni.
Di sisi lain, Kasubdit II Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Jackson Jeremia Daramenusa Tindage membeberkan konfirmasi resmi mengenai peran vital Sudiyono. Beliau menjelaskan bahwa Sudiyono memegang peran kunci sebagai pemilik modal palsu tersebut dan memberikan perintah langsung kepada Azizir untuk mengantarkannya ke Jakarta.
“Kami berhasil mengamankan sosok pemilik uang palsu berinisial S,” ujar Kompol Jackson saat menyampaikan keterangan pers kepada awak media pada Senin (2/11/2026).
Pengiriman Perdana Sukses Lolos Lewat Jalur Udara Pakai Pesawat
Lebih jauh lagi, berdasarkan pemeriksaan intensif terhadap para tersangka, polisi menguak fakta mencengangkan bahwa pengiriman uang palsu ke ibu kota ini ternyata bukanlah aksi yang pertama kali mereka jalankan. Sebaliknya, jajaran penyidik menemukan bukti bahwa sindikat kejahatan ini telah berulang kali melancarkan taktik serupa pada masa sebelumnya.
Jika merunut ke belakang, tepatnya pada kisaran tahun 2025 lalu, Azizir rupanya pernah sukses menyusupkan ribuan lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 ke wilayah Jakarta. Tak tanggung-tanggung, nilai nominal dari pengiriman perdana yang berhasil lolos dari pantauan petugas tersebut diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar Rp 500 juta.
Fakta menariknya, pada aksi pengiriman perdana tersebut, para pelaku diduga kuat memanfaatkan jalur penerbangan komersial menggunakan pesawat udara. Sementara itu, pada aksi pengiriman kedua dengan nominal jauh lebih raksasa, sindikat ini mendadak mengubah taktik dengan memilih jalur darat menumpang armada bus antarkota.
Oleh karena itu, perbedaan mencolok dalam pemilihan moda transportasi ini menjadi salah satu fokus utama yang terus didalami secara intensif oleh tim penyidik Polda Lampung. Polisi bertekad menguak pola pengiriman sindikat serta membongkar jejaring pihak-pihak lain yang diduga ikut terlibat di dalamnya.
Polisi Telusuri Asal Usul Pabrik dan Jaringan Pemasok
Sementara itu, di dalam ruang pemeriksaan penyidik, tersangka Sudiyono akhirnya buka suara dan mengaku bahwa dirinya memperoleh pasokan uang palsu tersebut sejak tahun 2024 dari kawasan Kabupaten Batubara, Sumatra Utara. Oleh sebab itu, pengakuan jujur ini membuka petunjuk baru bagi polisi untuk membongkar asal pencetakan uang haram tersebut.
Bahkan, Sudiyono membeberkan fakta bahwa Azizir selalu setia mendampingi dirinya saat mengambil tumpukan uang palsu dari sang pemasok. Akibatnya, kini tim penyidik terus menelusuri lokasi pencetakan utama uang palsu tersebut, sekaligus mengejar sosok-sosok misterius yang bertindak sebagai pemasok serta pengatur rantai edar nasional.
Di samping itu, jajaran kepolisian juga sedang mencermati dugaan kuat bahwa sebagian besar uang palsu ini merupakan sisa-sisa hasil cetakan masif menjelang perhelatan Pemilu 2024 lalu. Namun demikian, pihak penyidik menegaskan bahwa keterangan awal tersebut masih harus dicocokkan secara teliti dengan bukti-bukti penyidikan yang dikumpulkan.
Lebih lanjut, Kompol Jackson memastikan bahwa proses perburuan hukum tidak akan pernah berhenti hanya pada penangkapan kurir dan sang pemilik modal semata. Justru sebaliknya, tim penyidik saat ini sedang terus melebarkan perburuan demi mencokok pihak-pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam sindikat ini.
“Kami sampai detik ini masih terus melakukan pengembangan kasus untuk membongkar kemungkinan adanya keterlibatan dari pelaku-pelaku lainnya,” ungkap Jackson menegaskan komitmen penyidik.
Meskipun demikian, jajaran Polda Lampung hingga saat ini belum membocorkan secara rinci identitas pihak yang memproduksi maupun pemesan utama uang palsu tersebut. Oleh karena itu, perburuan terhadap jejaring kejahatan keuangan lintas provinsi ini dipastikan bakal terus berlanjut hingga seluruh komplotan berhasil diringkus petugas.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




