Exposenews.id – Pemprov Jateng saat ini mengambil langkah yang sangat drastis dan mengejutkan publik dengan meminta pihak pengelola untuk segera menyegel total seluruh jalur pendakian gunung di wilayah Jawa Tengah tanpa ada pengecualian. Keputusan mendadak ini tentu langsung menggemparkan jagat pecinta alam serta para pendaki gunung yang sudah merencanakan agenda aktivitas luar ruangan mereka di kawasan pegunungan Jawa Tengah.
Langkah ekstra ketat ini tidak hanya menyasar para pendaki, melainkan juga mencakup pembatasan ketat terhadap segala macam bentuk aktivitas warga di area lereng gunung guna mengantisipasi maraknya bencana kebakaran hutan dan lahan yang kian membara. Tindakan darurat ini diambil menyusul terjadinya amukan si jago merah yang sempat membakar habis bentang kawasan hutan di Gunung Lawu serta Gunung Sumbing dalam kurun waktu beberapa hari belakangan ini.
Melihat situasi yang kian kritis di atas puncak pegunungan, Kepolisian Daerah Jawa Tengah ikut menyuarakan saran serta desakan yang amat kuat kepada pihak balai taman nasional di seluruh gunung wilayah Jawa Tengah agar mereka segera membatasi hingga menutup total kegiatan pendakian untuk sementara waktu demi mencegah munculnya korban jiwa.
Ancaman Bencana, Keteledoran Manusia Diduga Jadi Pemicu Utama
Keputusan krusial mengenai penutupan massal ini disampaikan secara langsung oleh Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, saat memberikan keterangan pers secara resmi kepada awak media di Kota Semarang pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam penjelasannya pada 23 Oktober 2026, Bergas mengungkapkan kecurigaan awal terkait pemicu utama kobaran api di kawasan Gunung Lawu dan Gunung Sumbing yang diduga kuat murni akibat kelalaian atau human error manusia. Ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi sementara, faktor keteledoran oknum warga atau pendaki menjadi penyebab utama timbulnya bencana karhutla tersebut.
Oleh karena itu, Bergas mewanti-wanti dengan sangat tegas agar seluruh aktivitas masyarakat di kawasan pegunungan, baik para petani lokal yang menggarap ladang maupun para pendaki rimba, benar-benar meminimalisasi penggunaan api serta sama sekali tidak menyalakan perapian di atas gunung demi menghindari risiko timbulnya percikan api baru.
Tindakan Cepat Lintas Instansi dan Instruksi Resmi DLHK
Menanggapi instruksi penting tersebut, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah bergerak cepat dengan langsung menghubungi jajaran Balai Taman Nasional serta pihak Perhutani demi mengoordinasikan langkah penutupan pintu masuk jalur pendakian secara serentak di lapangan.
Selain berkoordinasi dengan pengelola kawasan hutan, pihak dinas terkait juga telah melayangkan surat tembusan resmi kepada aparat TNI dan Polri agar petugas kepolisian serta militer dapat memperketat pengawalan dan melakukan penindakan tegas atas larangan aktivitas berisiko di kawasan pegunungan tersebut.
Di sisi lain, jajaran petugas gabungan bersama relawan hingga saat ini masih terus berjibaku memadamkan amukan si jago merah yang melalap kawasan hutan Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, bahkan musibah kebakaran paling gres mendadak meluas sampai menghanguskan lereng Gunung Pakuwaja di kawasan dataran tinggi Dieng.
Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengonfirmasi dan membenarkan secara langsung keberadaan surat imbauan resmi yang dialamatkan kepada seluruh pengelola pos pendakian gunung di seluruh penjuru Jawa Tengah terkait instruksi penutupan akses tersebut.
Heru secara gamblang menyatakan bahwa gunung-gunung besar penarik minat wisatawan seperti Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, hingga Gunung Slamet beserta destinasi pendakian lainnya diinstruksikan untuk menyegel rapat pintu masuk pendakian demi keselamatan jiwa masyarakat serta menjaga kelestarian alam lingkungan pegunungan.
Gunung di Jawa Tengah yang Ditutup Sementara
Berikut merupakan daftar perincian lengkap lima gunung populer di wilayah Jawa Tengah yang resmi ditutup total operasional pendakiannya per Oktober 2026:
1. Gunung Sumbing
Kebakaran hutan dan lahan yang mengamuk hebat melanda kawasan Gunung Sumbing dalam tiga hari terakhir memaksa otoritas pemerintah setempat mengambil tindakan radikal dengan menutup total seluruh akses pendakian. Pihak pengelola secara ketat mengunci pintu masuk utama seperti Basecamp Butuh yang bertempat di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik. Alhasil, kebijakan penutupan kawasan Gunung Sumbing dari segala macam bentuk aktivitas luar ruangan ini mulai diberlakukan secara efektif sejak Selasa, 20 Oktober 2026.
2. Bukit Mongkrang
Penerbitan surat edaran resmi dari Gubernur Jawa Tengah menyampaikan pemberitahuan tegas mengenai penutupan sementara seluruh jalur pendakian Bukit Mongkrang yang mulai berlaku sejak Jumat, 23 Oktober 2026. Langkah penutupan jalur pendakian ini ditetapkan sebagai tindakan preventif yang sangat penting demi mengantisipasi potensi timbulnya bencana kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca ekstrem kemarau yang panjang.
3. Gunung Lawu
Amukan karhutla yang melanda bentang alam Gunung Lawu memicu penutupan darurat pada tiga jalur pendakian utamanya, yaitu Jalur Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, serta Jalur Candi Cetho. Musibah kebakaran di kawasan Gunung Lawu yang terpantau berkobar sejak 14 September 2026 membuat pihak pengelola langsung mengambil tindakan cepat untuk menyegel total seluruh akses bagi para pendaki.
4. Gunung Merbabu via Pendakian Wekas
Pengelola Gunung Merbabu turut memberlakukan penutupan sementara yang berlandaskan pada surat keputusan resmi tentang Penutupan Sementara Jalur Pendakian Thekelan dan Wekas yang diterbitkan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. Dalam surat instruksi tertulis tersebut, Jalur Pendakian Wekas dipastikan masih ditutup total bagi publik mulai tanggal 5 hingga 31 Oktober 2026.
5. Gunung Pakuwaja, Wonosobo
Bencana kebakaran hutan dan lahan yang merebak di sejumlah kawasan gunung Jawa Tengah kini menyebar hingga membakar kawasan Gunung Pakuwaja di Wonosobo. Kobaran api yang meletus sejak Minggu, 18 Oktober 2026 ini mendorong pemerintah daerah setempat untuk menyepakati penutupan sementara seluruh akses pendakian Gunung Pakuwaja hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





