SOLO, Exposenews.id – Jangan kaget kalau mendengar angka ini: pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo Solo ternyata sudah menghabiskan 5,2 juta liter air. Bayangkan, jumlah itu setara dengan mengisi lebih dari dua kolam renang ukuran olimpiade! Hingga hari ke-8 tanggap darurat, Kamis (10/9/2026), petugas masih berjibaku menjinakkan si jago merah. Lantas, seberapa jauh progres pemadaman kali ini?

Sebelum kita telusuri lebih dalam, mari ingat kembali awal mula bencana ini. Kebakaran TPA Putri Cempo pertama kali muncul sejak Rabu (2/9/2026) petang. Tanpa ampun, api melahap gunungan sampah di area blok B, C, dan D1 yang totalnya mencapai 5,5 hektar. Tak butuh waktu lama, pemerintah pun menetapkan status tanggap darurat pada 3 September 2026. Sejak saat itu, ratusan personel dan puluhan armada terus dikerahkan tanpa mengenal lelah.
Blok B Jadi Medan Tempur, Api Masih Ngamuk
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Ari Dwi Dariyatmo, mengungkapkan bahwa saat ini fokus pemadaman memang tertuju pada blok B. Sementara itu, area lain yang sudah berhasil dipadamkan tetap disiram air agar tidak muncul bara api baru. “Terkait dengan progres memang semalam kita sudah menitikberatkan untuk sasaran blok B sebelah barat,” kata Ari di posko tanggap darurat bencana kebakaran TPA Putri Cempo, Kamis (10/9/2026).
Menariknya, progres di Blok B kini sudah menunjukkan angka signifikan. Ari memperkirakan pemadaman di blok tersebut telah mencapai 40-45 persen. “Blok B kami perkirakan padam di angka 40-45 persen. Jadi dari luasan total blok B dari 3,92 hektar itu ada sekitar 1,5-1,7 hektar yang bisa dikendalikan,” jelasnya. Dengan kata lain, meskipun api masih menyala, tim di lapangan berhasil mengendalikan hampir setengah dari area terluas di TPA tersebut.
Tak hanya itu, BPBD menerjunkan delapan tim yang terdiri dari noselmen, helper, serta dibantu oleh TNI, Polri, dan relawan. Di sisi lain, selain fokus di blok B, petugas juga menugaskan satu tim khusus ke blok C untuk melakukan pendinginan. “Dapat saya sampaikan juga di blok C ini ada satu tim yang kita tugaskan di sana untuk menginjeksi. Masih ada beberapa asap yang terlihat,” ungkap Ari. Artinya, meskipun blok C sudah tidak lagi membara, asap tipis masih mengepul dan menjadi perhatian serius.
5,2 Juta Liter Air dan 28 Armada, Bukti Kerja Keras Luar Biasa
Tentu saja, keberhasilan pengendalian api tidak lepas dari dukungan logistik yang mumpuni. Ari menyebutkan bahwa 28 armada gabungan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran TPA Putri Cempo. Selain itu, ada lima unit alat berat bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan UPTD Putri Cempo yang turut membantu meratakan timbunan sampah. Dengan peralatan berat ini, petugas bisa lebih leluasa menjangkau titik-titik api yang tersembunyi di bawah gunungan sampah.
Lebih lanjut, Ari menyebutkan bahwa total air yang telah digunakan selama penanganan kebakaran mencapai 5,2 juta liter. “Sampai dengan hari ini kurang lebih sudah sekitar 5,2 juta liter air yang digunakan memadamkan kebakaran,” tandasnya. Jika kita bayangkan, air sebanyak itu bisa memenuhi kebutuhan air bersih sebuah desa kecil selama berhari-hari. Namun, demi keselamatan warga dan lingkungan, semua sumber daya itu rela dikerahkan tanpa sisa.
Sambil terus menyemprotkan air, petugas juga tidak melupakan strategi jangka panjang. Ari mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). “Untuk OMC kita terus berkoordinasi. Karena memperhatikan kajian dari BMKG ketika awan itu sudah berkumpul bisa disegerakan (OMC),” kata dia. Harapannya, hujan buatan bisa segera turun dan mempercepat pemadaman.
Pengungsian Kosong, Warga Mulai Bisa Bernapas Lega
Kabar baiknya, situasi pengungsian kini sudah jauh lebih kondusif. Ari menjelaskan bahwa saat ini pengungsian di Solo sudah tidak ada. Begitu juga di wilayah Karanganyar yang berbatasan langsung dengan TPA Putri Cempo, yakni Desa Plesungan, juga sudah tidak ada pengungsian. “Untuk pengungsian di Solo tidak ada. Dan di Kabupaten Karanganyar tadi malam kami sempat kontak sama Pak Kades Plesungan mulai hari ini dapur umum dan pengungsian sudah tidak beroperasi lagi,” ujar dia. Ini menjadi tanda bahwa kondisi mulai berangsur pulih, meskipun petugas masih harus bekerja keras hingga api benar-benar padam.
Dengan demikian, kerja sama antara BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat patut mendapat apresiasi. Mereka bahu-membahu, tanpa pamrih, demi memadamkan api yang telah menghabiskan 5,2 juta liter air. Alhasil, meskipun bencana ini meninggalkan duka, kita bisa belajar banyak tentang pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik. Semoga api segera padam total, dan TPA Putri Cempo bisa kembali beroperasi dengan lebih aman dan tertata.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





