NUNUKAN, Exposenews.id – Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Irwan Sabri dengan tegas menempatkan pembangunan akses jalan di dataran tinggi Krayan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Pria yang akrab disapa Irwan ini memastikan bahwa proyek pengerjaan jalan utama Krayan akan digarap dengan skema tahun jamak, yang secara resmi dimulai pada 2027 dan ditargetkan rampung pada 2029. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat Krayan yang selama ini gigih berjuang menghadapi medan ekstrem.
“Salah satu pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah adalah peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Krayan,” ujar Irwan Sabri dengan penuh semangat usai melakukan kunjungan kerja ke Krayan, Minggu (23/8/2026).
Lebih lanjut, pria berkacamata ini mengungkapkan bahwa Pemkab Nunukan berencana melaksanakan pembangunan ruas jalan Lembudud–Kurid dengan skema multiyears untuk periode 2027–2029. Skema ini dipilih karena memungkinkan pengerjaan infrastruktur secara bertahap namun terukur, mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan.
Irwan kembali menegaskan bahwa hingga saat ini, Krayan masih sangat membutuhkan perhatian serius dari semua kalangan. Pasalnya, kondisi geografis wilayah yang begitu luas dan akses transportasi yang masih terbilang primitif menjadi tantangan besar yang tak bisa diabaikan begitu saja.
Jalan Lumpuh Total Saat Hujan Turun
Setiap kali musim penghujan datang, jalanan Krayan berubah menjadi mimpi buruk bagi para pengguna jalan. Akses transportasi orang dan barang pun tersendat parah, bahkan tak jarang lumpuh total selama berhari-hari.
Jalanan yang berubah menjadi lautan lumpur dengan mudah menenggelamkan kendaraan, sehingga jarak tempuh yang seharusnya hanya beberapa jam, bisa melonjak drastis menjadi berhari-hari. Kondisi ini tentu saja berimbas pada konsumsi BBM yang jauh lebih boros dibandingkan waktu normal.
Dampaknya pun merambat luas, ongkos angkut melambung tinggi dan harga kebutuhan pokok di Krayan pun ikut meroket. Ironisnya, di Krayan masih sering terjadi warga sakit yang harus ditandu secara beramai-ramai oleh keluarga dan tetangga untuk dibawa ke fasilitas kesehatan, karena akses yang belum memadai membuat kendaraan ambulan pun kesulitan menjangkau.
“Kita wajib di tahun 2027 membuat proyek multiyears karena Krayan betul-betul sangat membutuhkan infrastruktur yang baik,” tegas Irwan dengan nada penuh determinasi.
Keterbatasan Anggaran, Bukan Alasan Berhenti Melayani
Irwan dengan jujur menyampaikan bahwa saat ini, keterbatasan anggaran menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Ia menguraikan bahwa APBD Kabupaten Nunukan yang pada 2026 berada di kisaran Rp 1,9 triliun diperkirakan akan turun drastis menjadi sekitar Rp 1,4 triliun pada 2027.
Kendati demikian, orang nomor satu di Nunukan ini menegaskan bahwa kondisi tersebut sama sekali tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja dan melayani masyarakat.
“Kita tidak mungkin mengeluh terus, kita harus punya strategi. Kalau berbicara tentang infrastruktur, kita melihat mana yang menjadi skala prioritas. Semua penting dan semua harus dibangun, tetapi dengan keterbatasan anggaran tentu ada yang harus diprioritaskan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Baginya, skala prioritas kini jelas tertuju pada pembangunan jalan Krayan, karena akses transportasi adalah urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.
Pemkab Nunukan Siapkan Rp 983 Juta untuk Tanggap Darurat
Sementara ini, Pemkab Nunukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengalokasikan sekitar Rp 983 juta melalui belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan kerusakan infrastruktur di Krayan. Dana ini digunakan untuk intervensi cepat mengingat kondisi jalan dan jembatan yang semakin memprihatinkan.
Dari 13 jembatan yang mengalami kerusakan berat, 5 di antaranya telah mendapat intervensi langsung dari pemerintah daerah melalui kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum. Perbaikan ini dilakukan sebagai langkah darurat sebelum proyek multiyears dimulai pada 2027.
Jalan Krayan Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemkab
Perlu diketahui bersama, akses utama Krayan ternyata bukan hanya domain Pemkab Nunukan. Di sana terdapat jalan yang masih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, hingga jalan yang berstatus link nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Kondisi jalan di Long Layu, Krayan Selatan, yang selama ini viral dan selalu ramai diperbincangkan di media sosial, ternyata merupakan link provinsi. Jalan rusak parah di kawasan ini sering menjadi sorotan publik dan menuai beragam komentar dari warganet.
Meskipun ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi, Irwan menegaskan bahwa masyarakat Krayan tetap merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Nunukan sehingga pemerintah daerah tidak ingin tinggal diam.
“Kawasan Krayan adalah masyarakat saya. Walaupun jalan tersebut jalan provinsi, saya merasa masyarakat saya membutuhkan perhatian,” tegasnya dengan penuh empati.
Anggaran Puluhan Miliar Mengalir dari Berbagai Pihak
Menyoal jalan yang menjadi link provinsi Kaltara, Irwan Sabri mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Hasilnya, terdapat rencana anggaran lebih dari Rp 10 miliar yang akan disiapkan untuk penanganan ruas jalan yang mengalami kerusakan berat di wilayah tersebut.
Lebih menggembirakan lagi, pada 2027, pemerintah pusat juga disebut bakal mengalokasikan sekitar Rp 30 miliar melalui IJB (Indonesia Jalan Beta) untuk penanganan ruas jalan di Krayan yang berstatus jalan nasional. Angka ini tentu sangat signifikan dan diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.
“Saya berharap, berbagai dukungan anggaran tersebut dapat direalisasikan secara bertahap, sehingga pembangunan infrastruktur di Krayan dapat terus berjalan,” kata Irwan dengan penuh harap.
Dengan sinergi antara Pemkab Nunukan, Pemprov Kaltara, dan pemerintah pusat, mimpi masyarakat Krayan untuk menikmati jalan yang layak dan nyaman akhirnya mulai terlihat di ujung terowongan. Proyek multiyears 2027-2029 pun diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi kemajuan Krayan ke depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





