JAKARTA, Exposenews.id – Masyarakat Cilincing, Jakarta Utara, saat ini tengah dihantui oleh keluhan debu hitam pekat, bau menyengat, dan dugaan polusi batu bara yang kian meresahkan. Menanggapi hal ini, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara berencana untuk segera melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan sumber permasalahan yang mengganggu kenyamanan warga tersebut.
Kepala Sudin LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto, dengan tegas menyatakan bahwa timnya akan bergerak cepat untuk menyelidiki apakah aktivitas operasional PT Karya Citra Nusantara (KCN) benar-benar berdampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. “Kami akan segera lakukan pengecekan di lokasi,” ujarnya melalui pesan singkat pada Senin (24/8/2026).
Langkah pengecekan ini tidak akan berjalan sendiri. Sudin LH Jakarta Utara berencana untuk mengoordinasikan seluruh proses penyelidikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Hal ini dikarenakan seluruh kewenangan terkait persetujuan dokumen lingkungan PT KCN berada di tingkat kementerian, sehingga koordinasi lintas instansi menjadi sangat krusial. Edy menjelaskan bahwa PT KCN sebenarnya sudah memiliki kelengkapan dokumen lingkungan seperti DELH untuk kegiatan dermaga dan Amdal untuk reklamasi perluasan dermaga yang diterbitkan oleh KLH RI. Namun, dengan adanya keluhan warga yang terus bergulir, koordinasi lebih lanjut dengan KLH mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur lingkungan telah dijalankan dengan semestinya oleh perusahaan.
Bantahan Keras PT KCN: Kami Bukan Sumber Debu Batu Bara!
Di sisi lain, PT KCN angkat bicara dan dengan lantang membantah tuduhan bahwa aktivitas mereka menjadi biang keladi timbulnya debu, bau, maupun polusi batu bara di kawasan Kalibaru, Cilincing. Melalui keterangan resmi yang diterima pada Minggu (23/8/2026), tim humas KCN menegaskan bahwa tidak pernah ada aktivitas pembakaran batu bara di area operasional mereka di Marunda. “Kegiatan operasional KCN tidak mencakup proses pembakaran batu bara sebagaimana yang dimaksud dalam pertanyaan,” demikian bunyi pernyataan tegas tersebut.
Pihak KCN juga menyatakan bahwa mereka sangat terbuka untuk melakukan koordinasi dan pengecekan bersama dengan berbagai pihak terkait apabila terdapat laporan atau keluhan masyarakat. Namun, mereka berharap agar setiap keluhan yang masuk disertai dengan informasi detail seperti lokasi pasti, waktu kejadian, serta kondisi yang dikeluhkan agar proses penelusuran dan verifikasi sumber keluhan dapat dilakukan secara tepat dan akurat. Dengan demikian, tidak ada kesimpulan yang keliru atau tidak berdasar yang menimpa pihak manapun.
Keluhan Warga Kian Memuncak: Debu Hitam dan Bau Menyengat Setiap Hari!
Sebelumnya, warga di kawasan pesisir Kalibaru, Cilincing, telah bersuara lantang mengenai debu hitam dan bau yang semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Pendi, menceritakan bahwa debu batu bara berwarna hitam hampir setiap hari muncul dan memaksa warga untuk membersihkan lingkungan lebih sering dari biasanya. “Kalau di Cilincing itu ngebul. Terus debunya hitam-hitam,” keluhnya saat ditemui di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).
Kondisi ini belakangan justru semakin memburuk. Pendi mengungkapkan bahwa warga kini harus membersihkan debu hampir setiap jam karena debu terus berjatuhan. Tidak hanya debu, ia juga merasakan bau menyengat hasil pembakaran batu bara yang tercium sangat kuat pada siang hari. Pendi menduga keras bahwa sumber debu dan bau tersebut berasal dari aktivitas proyek reklamasi PT KCN yang lokasinya hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat ia beraktivitas. “(Asap) ngebul batu bara. Baunya juga bau menyengat batu bara. Ya debu juga. Coba aja kasih air (lantai), warna hitam jadinya,” jelas Pendi dengan nada kesal.
Lebih parahnya lagi, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan. Pendi mengaku sering mengalami gangguan pernapasan dan mata perih akibat paparan debu dan bau tersebut. Anak-anak di lingkungannya pun ikut merasakan dampak yang sama, membuat para orang tua semakin khawatir akan kesehatan buah hati mereka.
Senada dengan Pendi, Syam, warga Kalibaru Timur, juga mengeluhkan debu di kawasan tempat tinggalnya yang kini terlihat lebih tebal dibandingkan sebelumnya. Debu hitam tersebut bahkan sudah menumpuk di genteng-genteng rumah warga yang biasanya tidak separah ini. “Kalau debu lumayan terganggu di RW 1 Kalibaru Timur. Di genteng-genteng itu biasanya enggak parah, ini sekarang tebal,” ungkapnya pada Jumat lalu.
Syam menambahkan bahwa debu hitam tersebut sudah masuk ke dalam rumah-rumah warga dan baunya semakin mengganggu ketika angin bertiup kencang. “Apalagi baunya kalau lagi angin kencang itu bisa parah banget. Semenjak enam bulan belakangan ini aja sih, tapi kurang tahu juga asalnya dari mana,” tuturnya penuh tanda tanya.
Ia juga mengakui bahwa wilayah Marunda dan Cilincing memang dikenal sebagai kawasan yang banyak pasir. Namun, kondisi yang mereka alami saat ini sangat berbeda karena warna debu yang kehitaman dan disertai bau yang menyengat, yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. “Kalau debu memang karena wilayah Marunda atau Cilincing kan emang banyak pasir-pasir gitu kan. Tapi dugaannya semenjak ada batu bara ini jadi kehitaman dan baunya,” jelasnya.
Warga berharap agar kondisi yang terjadi saat ini segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Mereka meminta agar petugas segera melakukan pengecekan ulang dan memberikan perhatian khusus kepada warga sekitar serta nelayan yang juga ikut merasakan dampak buruk dari polusi ini. “Coba cek aja deh dampaknya aja dulu waktu rame di rusun itu. Nah, sekarang harapannya ya bisa dicek aja lagi,” harapnya. “Emang susah karena (proyek reklamasi) udah jadi sehingga kita enggak bisa apa-apa. Cuma ya kalau bisa perhatiin aja warga sekitar, nelayan dan lainnya yang terdampak,” pungkas Syam dengan nada memohon.
Dengan segala keluhan dan bantahan yang ada, kini semua mata tertuju pada langkah nyata Sudin LH dan KLH dalam mengatasi permasalahan lingkungan ini. Warga berharap agar pengecekan yang dijanjikan segera membawa hasil dan solusi yang menenangkan bagi mereka yang selama ini terpaksa hidup dalam bayang-bayang debu dan bau mencemaskan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





