Exposenews.id – Mimpi manis Timnas Futsal Indonesia di tanah Spanyol harus berakhir pahit. Rangkaian uji coba di Negeri Matador pun ditutup dengan penampilan yang jauh dari memuaskan. Pasukan Garuda harus mengakui keunggulan O Parullo Perrol FS dalam perebutan tempat ketiga turnamen eksibisi, sekaligus mengukuhkan fakta bahwa perjalanan mereka di Eropa kali ini benar-benar tanpa secercah kemenangan pun.
Bayangkan, dari empat pertandingan yang sudah dilakoni, skuad kebanggaan tanah air ini pulang dengan tangan hampa. Laga pamungkas melawan O Parullo Perrol yang berlangsung di Pavillon Agustin Mouris, Noia, Spanyol, pada Sabtu (22/8/2026) malam WIB, justru menjadi mimpi buruk terburuk. Bintang lapangan pada duel sengit itu adalah David Novoa del Hoyo. Pemain tersebut tampil gemilang dan berhasil menciptakan hattrick yang sekaligus mengubur harapan Timnas Futsal Indonesia untuk pulang dengan setidaknya satu kemenangan kehormatan.
Hasil buruk ini semakin memperparah catatan perjalanan tim asuhan pelatih Hector Souto. Mereka dipastikan tidak mampu meraih satu kemenangan pun dalam empat laga uji coba yang sudah dijalani. Lawan-lawan yang dihadapi memang bukan tim kaleng-kaleng, mulai dari O Parullo Perrol, AE Palma, hingga Noia Portus. Akan tetapi, fakta bahwa Tim Garuda selalu menjadi lumbung gol lawan tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat.
Statistik pun berbicara dengan keras. Timnas Futsal Indonesia hanya mampu mencetak enam gol sepanjang tur Spanyol. Di sisi lain, gawang mereka sudah kebobolan 19 kali! Ini bukan sekadar angka, melainkan alarm bahaya yang menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan dan lini belakang yang sering kecolongan. Yang lebih memprihatinkan, setelah sempat rutin mencetak gol di tiga laga awal, keran gol Timnas Futsal Indonesia tiba-tiba macet total saat menghadapi O Parullo untuk kedua kalinya. Padahal, di pertemuan pertama mereka masih bisa menyumbang tiga gol meskipun akhirnya kalah 3-5.
Babak Pertama: Peluang Emas Sirna, David Novoa Mulai Menggila
Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Timnas Futsal Indonesia justru mendapatkan peluang emas terlebih dahulu yang sayangnya tidak bisa dimaksimalkan dengan baik. Yogi Saputra nyaris membuat seluruh pendukung Garuda di pavilion itu bergemuruh. Ia lolos dan tinggal berhadapan dengan gawang kosong setelah kiper lawan keluar dari sarangnya. Namun, siapa sangka, tendangan mendatar yang dilepaskannya masih bisa diblok oleh David Bouzon dengan susah payah. Bola pun hanya menghasilkan tendangan sudut yang tidak membuahkan hasil berarti.
Di sisi lain, kiper Ahmad Habiebie bermain sangat baik di bawah mistar gawang. Ia melakukan penyelamatan gemilang ketika menahan tendangan keras dari Yan Matheus De Deus yang mengarah tepat ke pojok gawang. Reflex cepat Habiebie membuat skor tetap imbang 0-0 pada menit-menit awal.
Sayangnya, kebuntuan akhirnya pecah juga pada menit kesembilan. David Novoa del Hoyo menjadi aktor utama ketika ia melepaskan tendangan keras mendatar yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Indonesia. Gol tersebut membuat O Parullo Perrol unggul 1-0 dan sedikit demi sedikit menguasai jalannya pertandingan. Tim Garuda berusaha bangkit. Samuel Eko hampir saja menyamakan kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, arah bola masih melenceng tipis dari sasaran, membuat peluang emas itu sirna sia-sia. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah masih bertahan.
Babak Kedua: Mimpi Buruk Hattrick David Novoa
Memasuki babak kedua, pelatih Hector Souto pasti sudah memberikan instruksi khusus agar anak asuhnya tampil lebih agresif. Garuda mencoba mengubah permainan dengan meningkatkan intensitas serangan demi mengincar gol penyama kedudukan. Rizki Xavier bergerak lincah di lini depan dan sempat memberikan ancaman serius bagi pertahanan O Parullo. Namun, sekali lagi, upaya Rizki Xavier masih bisa dimentahkan oleh kiper Alejandro Palazon Gonza yang tampil sangat sigap di bawah mistar.
Alih-alih mencetak gol penyeimbang, nasib buruk justru kembali menimpa Timnas Futsal Indonesia. Pada menit ke-26, gawang mereka bobol untuk kedua kalinya. Lagi-lagi, David Novoa de Hoyo yang menjadi eksekutor. Ia melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras dan tidak mampu diantisipasi oleh barisan pertahanan maupun kiper. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan O Parullo.
Namun, pukulan telak bagi skuad Garuda belum berakhir. Hanya satu menit berselang, David Novoa mencetak hattrick! Ia melakukan aksi individu brilian dari sisi kanan pertahanan Indonesia, melewati beberapa pemain bertahan, lalu melepaskan tembakan terukur yang kembali merobek jala gawang. Skor 3-0 terpampang jelas di papan skor.
Setelah ketertinggalan tiga gol, pasukan Hector Souto berusaha mati-matian untuk mencetak gol hiburan. Mereka terus memberi ancaman dan melancarkan serangan bertubi-tubi ke jantung pertahanan O Parullo. Akan tetapi, semua upaya tersebut selalu gagal membuahkan hasil. Pertahanan lawan yang disiplin dan kiper yang cemerlang membuat gawang O Parullo tetap perawan. Alhasil, kekalahan 0-3 dari O Parullo Perrol FS harus mereka terima sebagai penutup rangkaian uji coba Garuda di Spanyol yang sangat mengecewakan.
Rekap Lengkap Uji Coba Timnas Futsal Indonesia di Spanyol
Berikut adalah hasil lengkap dari seluruh rangkaian uji coba yang sudah dilalui oleh Timnas Futsal Indonesia:
- Sabtu (15/8/2026): Timnas Futsal Indonesia 3-5 O Parrulo (Chantada, Spanyol)
- Rabu (19/8/2026): Timnas Futsal Indonesia 1-6 Palma Futsal (Chantada, Spanyol)
- Jumat (21/8/2026): Timnas Futsal Indonesia 2-5 Noia Futsal (Noia, Spanyol)
- Sabtu (22/8/2026): Timnas Futsal Indonesia 0-3 O Parrulo (Noia, Spanyol)
Dari data ini, jelas terlihat bahwa Timnas Futsal Indonesia kebobolan rata-rata hampir lima gol per pertandingan. Pertahanan yang bolong dan penyelesaian akhir yang kurang tajam menjadi dua masalah utama yang harus segera dibenahi. Selain itu, mental bertanding di laga internasional juga perlu ditingkatkan agar para pemain tidak cepat patah arang ketika menghadapi tekanan dari tim lawan yang lebih berpengalaman.
Evaluasi Keras Menanti Tim Garuda
Perjalanan di Spanyol seharusnya menjadi ajang pembelajaran berharga bagi skuad futsal Indonesia. Namun, tanpa kemenangan dan kebobolan 19 gol, semua pihak pasti bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini masalah taktik, fisik, atau mental? Pelatih Hector Souto dan staf kepelatihan pasti memiliki pekerjaan rumah yang tidak ringan untuk membenahi semua kekurangan ini. Para pemain juga harus introspeksi diri dan berlatih lebih keras lagi agar performa mereka bisa lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya. Dukungan penuh dari suporter pun tetap menjadi energi positif yang tidak ternilai harganya. Semoga ke depannya, Timnas Futsal Indonesia bisa bangkit dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Teruslah berjuang, Garuda di dalam ruangan!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




