Exposenews.id – Bukan main rasa bangga dan puas yang kini membuncah di dada Mauricio Souza, juru taktik Persija Jakarta. Pelatih asal Brasil itu berhasil membawa Macan Kemayoran mencetak sejarah baru: raihan poin tertinggi yang pernah dikumpulkan tim sejak era Liga 1 bergulir. Meskipun target juara belum bisa mereka wujudkan, torehan ini menjadi bukti nyata bahwa Persija memang pantas bersaing di papan atas klasemen.
Siapa sangka? Persija justru meraih poin sempurna dalam laga tandang terakhir mereka di Super League 2025-2026. Pertandingan panas tersaji di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Sabtu (16/5/2026), kala Persik Kediri menjamu Macan Kemayoran di pekan ke-33. Dengan penuh percaya diri, anak asuh Mauricio Souza sukses membantai tuan rumah dengan skor telak 3-1. Bayangkan, mereka bangkit setelah tertinggal lebih dulu!
Hebohnya lagi, Persik sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu melalui tandukan keras Jose Enrique pada menit ke-24. Namun, gempuran Persija tak terbendung. Hanya dua menit berselang, Rayhan Hannan langsung menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-26. Belum puas di situ, Gustavo Almeida menjelma menjadi pahlawan kemenangan lewat aksi dwigol spektakulernya di menit ke-64 dan ke-66. Hasil akhir 3-1 untuk Persija.
Apa dampaknya? Tambahan tiga poin itu ternyata tidak mengubah posisi Persija yang sudah pasti finis di peringkat ketiga. Lalu, kenapa seluruh tim dan pelatih begitu euforia? Jawabannya sederhana: kemenangan ini mengantarkan Macan Kemayoran memecahkan rekor poin klub sepanjang sejarah kompetisi Liga 1 yang dimulai pada 2017.
PECAHKAN REKOR POIN DENGAN CARA GILA!
Coba lihat angkanya! Saat ini, Persija telah mengoleksi 68 poin. Wow, lebih banyak dari era keemasan Thomas Doll, lho! Pada musim 2022-2023, mantan pelatih asal Jerman itu hanya mampu mengumpulkan 66 poin. Lebih mengejutkan lagi, ketika Persija menjadi juara Liga 1 tahun 2018, raihan poin mereka hanya 62 angka di klasemen akhir. Jadi, sekarang Persija berhasil melampaui rekor juara mereka sendiri!
KATA MAURICIO SOUZA: BANGGA TAPI SAYANG BANGET!
Tanpa tedeng aling-aling, Mauricio Souza mengungkapkan kebahagiaannya. “Saya puas dengan rekor ini,” ujarnya dengan senyum tipis usai konferensi pers pasca-pertandingan. Namun, pelatih berusia 52 tahun itu juga tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya karena pencapaian manis ini tidak dibarengi dengan trofi juara liga. “Sejujurnya, itu bukanlah rekor yang kami targetkan. Kami selalu bertekad untuk menjadi yang pertama dalam kompetisi ini,” tuturnya jujur.
Lalu, bagaimana dia memaknai rekor ini? Dengan bijak, Souza menambahkan, “Saya rasa ini sedikit mencerminkan apa yang telah kami lakukan selama kompetisi berlangsung.” Pernyataan menarik muncul berikutnya: “Bagaimanapun, saya juga sangat senang ketika kami meninggalkan lapangan dan menerima pujian dari para pelatih lawan, yang selalu memuji cara kami bermain.” Tanpa ragu, ia menegaskan, “Mencapai tonggak sejarah ini sambil mengenakan jersey ini, yang sangat berarti bagi kami, terasa sangat memuaskan.”
KENAPA PERSIJA PANAS DI KEDIRI? INI PENJELASANNYA!
Lebih lanjut, Mauricio Souza juga meluapkan rasa puasnya karena berhasil membawa pulang kemenangan dari lawatan panas ke Kediri. Bukan hanya soal taktik, cuaca ternyata ikut jadi ujian berat. Menurutnya, kemenangan ini membuktikan bahwa Persija mampu beradaptasi dengan situasi apa pun, termasuk teriknya matahari yang menyengat sepanjang pertandingan. “Menurut saya, kami memang pantas meraih kemenangan. Saya tahu bahwa kami harus siap menghadapi apa pun yang terjadi di sini,” tegas juru taktik asal Brasil tersebut.
Tak lupa, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemain. “Para pemain layak mendapat ucapan selamat karena mereka memberikan segalanya di lapangan. Mereka bekerja keras sepanjang waktu, berhasil mencetak gol, dan kami pulang dari sini dengan tiga poin yang penting bagi kami dan untuk bisa membawa sedikit kebahagiaan bagi Jakmania,” pungkasnya dengan penuh haru.
Jadi, apa pelajaran besarnya? Persija Jakarta membuktikan bahwa sebuah kegagalan meraih juara tidak selalu berarti tanpa prestasi. Rekor 68 poin yang baru saja mereka pecahkan layak dirayakan sebagai bukti konsistensi dan kebangkitan tim. Dan satu yang pasti: di bawah asuhan Mauricio Souza, Macan Kemayoran kini diperhitungkan sebagai kekuatan yang tak bisa diremehkan. Meskipun mahkota juara masih belum tersemat, rekor ini akan dikenang sebagai salah satu pencapaian terbaik sepanjang sejarah klub. Jakmania, pantas bangga!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
