Exposenews.id – Keberhasilan Como 1907 mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan memang menjadi prestasi monumental yang mengukir sejarah baru bagi klub sekota Danau Como itu.
Setelah promosi ke Serie A musim lalu, Como 1907 perlahan-lahan membuktikan kualitasnya dan akhirnya mampu bersaing ketat di papan atas klasemen pada musim ini.
Meskipun kompetisi belum resmi berakhir, posisi Como saat ini sudah dipastikan aman di enam besar, atau minimal mereka akan tampil gemilang di Liga Konferensi Eropa musim depan.
Peran besar Cesc Fabregas dinilai banyak pihak sebagai salah satu pilar utama di balik perkembangan pesat Como 1907 selama dua musim terakhir ini.
Sejak berada langsung di bawah arahan mantan kapten Arsenal dan Barcelona itu, Como 1907 berhasil menjelma menjadi tim kuda hitam yang ditakuti dengan skuad yang didominasi para pemain muda berbakat.
Namun, ironis! Di tengah kesuksesan cemerlangnya di Serie A, Cesc Fabregas justru diminta pergi dengan halus oleh legenda sepak bola Italia yang kontroversial, Antonio Cassano.
Mantan penggawa haus gol Real Madrid hingga Inter Milan itu dengan percaya diri merasa Fabregas tidak pantas lagi berlaga di Serie A. Pasalnya? Ia dianggap terlalu jago untuk ukuran kompetisi sepak bola Italia saat ini.
Como 1907 Jadi Tim Kuat: Cassano Panjatkan Puja-puja untuk Fabregas!
Fabregas menjadi saksi hidup perjalanan heroik Como 1907, mulai dari status tim promosi yang diragukan hingga akhirnya konsisten merajai papan atas dan menembus panggung Eropa.
Menurut Cassano, peran taktis Fabregas cukup krusial dan vital dalam membawa Como menjelma menjadi salah satu tim besar nan disegani di Italia saat ini.
“Pekerjaan brilian yang dilakukan Fabregas telah menyulap Como menjadi sebuah tim besar,” ujar Cassano blak-blakan seperti dikutip dari Calciomercato.
Cassano juga dengan tegas meyakini bahwa Como 1907 tidak akan mampu bercokol seperti sekarang jika berada di tangan pelatih yang berbeda. Karena itu, ia dengan lantang meminta seluruh individu di I Lariani untuk berterima kasih sebesar-besarnya kepada Fabregas.
“Dengan pelatih lain, Como tidak akan meraih hasil seistimewa ini,” tegasnya.
“Perekat paling penting di tim ini adalah pelatihnya. Bahkan, 95% pemain Como harus berterima kasih kepada Cesc atas perkembangan karier mereka.”
“Klub ini, semua orang di dalamnya, mereka wajib berterima kasih kepada Fabregas tanpa terkecuali,” pungkas Cassano penuh hormat.
Cassano: “PERGILAH, FABREGAS! Italia Tidak Layak untukmu!”
Antonio Cassano dengan blak-blakan berharap agar Cesc Fabregas segera angkat kaki dari Italia. Kekhawatirannya? Bukan karena buruk, tapi karena ia khawatir karier cemerlang Fabregas justru terhambat dan tidak berkembang maksimal di Serie A yang dianggapnya kalut.
“Saya sejujurnya berharap dia bisa segera meninggalkan Italia,” ujar Cassano penuh emosi.
“Soalnya negara ini sama sekali tidak pantas menerima pelatih sekelas dia. Saat ini, kita semua hanyalah bahan tertawaan di mata sepak bola Eropa,” sindirnya pedas.
“Sepak bola di sini benar-benar terkatung-katung tanpa arah yang jelas. Saya sangat berharap dia bisa pergi ke liga yang lebih menghargai kualitas,” tambah Cassano dengan nada kecewa.
Bagi Cassano, Fabregas merupakan pelatih berkualitas super langka yang sangat sulit ditemukan di Italia saat ini. Ia bahkan menyebut Fabregas sebagai pelatih top dunia dan fenomena sensasional yang lahir di generasi yang salah.
“Kemampuan komunikasinya di ruang ganti, keahlian taktisnya di lapangan. Dia dulu pernah menjadi pemain top dunia, dan sekarang sebagai pelatih, dia sudah berubah menjadi fenomena yang sensasional,” tutup Cassano dengan pujian setinggi langit.
Nasib Fabregas: Antara Godaan Klub Besar dan Kesetiaan pada Como!
Peluang Fabregas untuk meninggalkan Serie A pada akhir musim ini memang dinilai cukup besar oleh banyak pengamat.
Meskipun kontraknya bersama Como telah berlangsung hingga 2028 mendatang, kabar burung menyebutkan sejumlah klub besar di Eropa sudah siap antre untuk merekrutnya. Pasalnya? Prestasi gemilangnya bersama Como telah menarik perhatian banyak raksasa.
Meski situasi memanas di luar, Fabregas berulang kali dengan tegas menyatakan kesetiaannya bersama Como 1907 dan tidak berniat kemana-mana dalam waktu dekat.
“Saya masih punya 30 tahun lagi dalam karier kepelatihan saya, jadi saya bisa tetap betah di Como selama 10 tahun lagi dan baru pindah ke Premier League dalam 12 atau 15 tahun lagi,” ucapnya santai, dikutip dari TuttoMercatoWeb.
“Jadi, mari kita nikmati saja momen indah ini bersama. Apa yang saat ini kami alami bersama di Como sangatlah luar biasa dan indah. Mari kita lihat bersama apa yang akan terjadi di masa depan nanti,” tandas Fabregas dengan percaya diri.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
