Berita  

PSSI Angkat Bicara soal Kericuhan di Jayapura: Insiden Ini Menggores Sepak Bola Indonesia

Exposenews.id – Baru-baru ini, dunia sepak bola nasional benar-benar dibuat gempar. Pasalnya, kericuhan besar-besaran meledak setelah laga sengit antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada babak play-off promosi Championship Liga 2 musim 2025-2026 usai.

Lebih detailnya, pertandingan panas Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC yang digelar di Stadion Lukas Enembe pada Jumat (8/5/2026) sore WIB itu akhirnya ditutup dengan skor telak 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Akibat kekalahan menyakitkan tersebut, mimpi besar Persipura Jayapura untuk segera kembali menggebrak di kasta tertinggi Liga Indonesia pun terpaksa harus tertunda cukup lama.

Selain itu, kegagalan tim kebanggaan Mutiara Hitam meraih kemenangan di kandang sendiri langsung memicu emosi para pendukung yang kemudian dengan brutal melakukan tindakan anarkis hingga menerobos masuk ke dalam lapangan hijau.

Dengan geram, sejumlah oknum suporter berupaya mati-matian melempar wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, tidak lama setelah sang pengadil meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Tak hanya wasit yang menjadi sasaran kemarahan, para pemain Adhyaksa FC yang berusaha segera masuk ke ruang ganti pemain pun ikut menjadi pelampiasan amarah suporter yang kecewa berat.

Yang lebih parah, kericuhan tidak hanya berhenti di dalam lokasi pertandingan. Dengan cepat, aksi brutal tersebut melebar hingga ke luar stadion, di mana para perusuh dengan nekat melempari aparat yang tengah bertugas dan membakar mobil-mobil yang terparkir di sekitaran Stadion Lukas Enembe.

PSSI Angkat Bicara! Sayang Sekali Insiden Memalukan Ini Terjadi

PSSI, melalui Sekretaris Jenderalnya yaitu Yunus Nusi, akhirnya memberikan komumen tegas terkait kericuhan mengerikan yang terjadi pasca laga tersebut.

Sebagai induk organisasi sepak bola Tanah Air, PSSI tentu memberikan perhatian serius terhadap insiden memalukan yang sebenarnya tidak pernah mereka duga sebelumnya.

“Sungguh, PSSI sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di Jayapura. Tentu kami memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut,” ujar Yunus Nusi dengan nada prihatin.

“PSSI juga tidak pernah menyangka kejadian seperti tadi malam itu bisa terjadi. Kami tahu betul bahwa masyarakat Papua dan suporter Persipura itu sangat mencintai sepak bola,” tegasnya kepada awak media.

Oleh karena itu, Yunus Nusi dengan tegas menegaskan bahwa kejadian tersebut sangat disayangkan, mengingat Indonesia saat ini masih dalam pantauan ketat FIFA. PSSI berharap insiden memalukan semacam ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari.

“Dengan kecintaan yang besar itu, kami yakin sebenarnya semua pihak ingin menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe. Namun, kejadian ini tentu menggores perjalanan sepak bola kita, terlebih saat ini sepak bola Indonesia sedang dimonitor dan diawasi dengan ketat oleh FIFA. Oleh sebab itu, PSSI berharap peristiwa seperti ini tidak akan terulang lagi,” kata Yunus Nusi dengan nada serius.

Pesan Tegas PSSI untuk Suporter: Jangan Bobrokkan Sepak Bola Kita!

Lebih lanjut, Yunus Nusi pun mengingatkan semua pihak tentang hasil pertandingan sepak bola yang seharusnya bisa diterima dengan lapang dada oleh setiap pendukung.

“Kita semua membutuhkan kesabaran dan kesadaran penuh bahwa dalam sebuah pertandingan, menang, kalah, atau seri adalah hal yang pasti terjadi. Tidak mungkin sebuah pertandingan selalu berakhir sesuai harapan semua pihak,” tambahnya frustrasi.

Dengan lantang, PSSI memberikan peringatan keras kepada seluruh pendukung agar bisa benar-benar menjaga ketertiban dan keamanan di stadion. Dengan begitu, sepak bola bisa dinikmati sebagaimana mestinya oleh semua kalangan.

Tak hanya itu, PSSI juga mengingatkan bahwa kericuhan di sepak bola hanya akan mendatangkan kerugian besar bagi banyak pihak, baik klub, pemain, wasit, hingga suporter itu sendiri.

“Mari kita sadari bersama. Ke depan, apabila kita ingin sepak bola Indonesia terlihat semakin maju dan menjadi tontonan yang menarik bagi keluarga serta pendukung tim kesayangan, maka kita harus bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di setiap stadion,” pintanya.

“Mari kita mulai dari diri sendiri dan dari para suporter yang menjadi andalan klub kesayangannya untuk saling mengingatkan bahwa keamanan itu sangat penting. Sebab, apabila terjadi kericuhan dan keributan, semua pihak akan dirugikan dan tidak ada satu pun yang diuntungkan. Sekali lagi, PSSI sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini,” pungkas Yunus Nusi dengan nada getir.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com